Kamis, Oktober 15, 2026

IKA Unpad Gelar Forum Ekonomi Hijau, Dorong Percepatan Transisi Berkelanjutan

Jakarta, sinar–berita.com — Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menggelar Forum Ekonomi Hijau (FEH) di Gedung Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Forum tersebut menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, pakar lingkungan, hingga pemimpin strategis nasional untuk membahas langkah konkret mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju pembangunan hijau dan berkelanjutan.

Pelaksanaan forum ini dilatarbelakangi meningkatnya tekanan perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, serta tuntutan pembangunan rendah karbon yang mendorong Indonesia untuk mempercepat transisi menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Ketua Umum IKA Unpad, Ferry Juliantono, mengatakan Indonesia tidak memiliki banyak waktu untuk menunda transformasi menuju ekonomi hijau. Menurut dia, dinamika global saat ini menuntut setiap negara segera beradaptasi dengan arah pembangunan yang lebih rendah karbon, efisien, dan berkelanjutan.

“Dunia sedang bergerak sangat cepat menuju ekonomi hijau dan transisi energi. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus mampu mempercepat transformasi pembangunan agar memiliki daya saing yang kuat di masa depan,” ujar Ferry.

Ferry menjelaskan, Forum Ekonomi Hijau diinisiasi sebagai wadah untuk mempercepat lahirnya kolaborasi dan sinergi antar-pemangku kepentingan dalam mendorong agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Forum ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi momentum untuk membangun akselerasi transisi berkelanjutan melalui kolaborasi nyata antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan masyarakat sipil,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI Moh Jumhur Hidayat menyampaikan pentingnya transformasi paradigma pembangunan.

Menurut Jumhur, Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, mulai dari kekayaan hutan, laut, keanekaragaman hayati, energi, hingga potensi ekonomi berbasis alam yang menjadi modal strategis bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup. Di sinilah pentingnya ekonomi hijau sebagai landasan masa depan Indonesia,” ujar Jumhur.

Ia menilai ekonomi hijau merupakan kebutuhan strategis bangsa yang memerlukan kerangka implementasi konkret, kebijakan yang terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor agar pembangunan mampu menciptakan pertumbuhan yang inklusif, rendah emisi, efisien sumber daya, dan tetap menjaga kelestarian alam.

“Kita membutuhkan sinergi yang kuat agar transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga inklusif dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, lapangan kerja baru, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Dewan Pakar BA Center sekaligus alumni FMIPA Unpad, Laode M. Kamaluddin. Menurut dia, ekonomi hijau merupakan paradigma pembangunan baru yang perlu segera diarusutamakan dalam kebijakan pembangunan nasional.

“Model pembangunan konvensional yang terlalu bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam kini mulai menunjukkan berbagai keterbatasannya. Karena itu, transisi menuju ekonomi hijau harus dipercepat agar pembangunan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” ujar Laode.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi hijau di kawasan apabila mampu memanfaatkan momentum global secara tepat.

Sementara itu, Head of Center for Environment and Sustainability Science (CESS) Unpad Susanti Withaningsih mengatakan urgensi transisi berkelanjutan semakin nyata seiring meningkatnya tekanan terhadap lingkungan hidup dan sumber daya alam.

“Kita menghadapi peningkatan bencana hidrometeorologi, degradasi lingkungan, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan dan air. Ekonomi hijau merepresentasikan transformasi paradigma pembangunan menuju sistem yang berkelanjutan, integratif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sebagaimana ditekankan dalam sustainability science untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks,” tutur Susanti.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan riset, inovasi, dan literasi publik dalam mempercepat implementasi ekonomi hijau di Indonesia.

Forum Ekonomi Hijau turut dihadiri Komisaris Utama PLN sekaligus Ketua Dewan Pakar IKA Unpad Burhanuddin Abdullah, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Joko Tri Haryanto, serta sejumlah pakar lainnya.

Menurut penyelenggara, kehadiran berbagai tokoh tersebut menunjukkan bahwa ekonomi hijau telah menjadi agenda strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Forum Ekonomi Hijau juga ditandai dengan deklarasi bersama lintas pemangku kepentingan sebagai bentuk komitmen kolektif untuk mendukung percepatan transisi Indonesia menuju ekonomi hijau.

Deklarasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat sipil dalam mendorong kebijakan, inovasi, serta aksi nyata menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Ferry mengatakan, kemampuan Indonesia dalam melakukan akselerasi transisi berkelanjutan akan menjadi salah satu penentu penting bagi masa depan ekonomi nasional di tengah meningkatnya kompetisi global dan tekanan perubahan iklim.

“Melalui Forum Ekonomi Hijau, IKA Unpad berharap lahir lebih banyak gagasan, kolaborasi, dan rekomendasi strategis untuk mempercepat transisi Indonesia menuju pembangunan yang lebih rendah karbon, inklusif, resilien, dan berkelanjutan,” ujar Ferry.

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles