Jakarta, sinar–berita.com| Bertujuan memberikan wawasan berebasis sains dan data bagi bagi pelaku industri kecantikan untuk lebih inovatif dan strategis, COSMAX Indonesia kembali menggelar konferensi inovasi tahunan bertajuk Cosmax Innovation Conference 2025 dengan tema “Empowering Beauty with Inclusive Solutions”, di RA Suites Simatupang, Pandawa Hall, Kamis (13/2/2025).
Konferensi ini menghadirkan berbagai pakar industri, membahas tren dan inovasi sektor kecantikan. Beberapa topik utama yang diangkat, meliputi tren kecantikan global dan lokal 2025-2026, data dan wawasan perilaku konsumen serta teknologi, bahan, dan formulasi terbaru dari COSMAX.
Selain itu, dibahas pula tren dan inovasi kemasan kosmetik, strategi sukses di industri e-commerce, serta perkembangan tren suplemen kecantikan di Korea dan Indonesia. Konferensi ini juga menjadi ajang penganugerahan COSMAX Beauty Awards 2024 bagi inovasi terbaik di industri kecantikan.

Tren Kosmetik Global dan Adaptasi Pasar Korea
Sebagai salah satu pemimpin di industri kecantikan, COSMAX terus beradaptasi dengan tren kecantikan global yang banyak berkiblat pada Korea Selatan. Tren yang sedang populer di Korea menjadi acuan utama dalam pengembangan produk, namun tetap disesuaikan dengan preferensi pasar lokal.
Selain itu, COSMAX juga lakukan implementasi teknologi canggih guna meningkatkan performa produk agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen.
Dengan pendekatan berbasis inovasi dan sains, produk-produk yang dihasilkan tidak hanya mengikuti perkembangan tren, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih efektif dan relevan bagi pengguna.

Gen Z Mendominasi Industri Kecantikan
Saat ini, industri kecantikan mengalami pergeseran signifikan dengan dominasi generasi muda, terutama Gen Z, hampir 40% dari pasar kecantikan global saat ini dikuasai oleh Gen Z yang memiliki preferensi unik dalam memilih produk.
Generasi ini lebih menyukai produk yang mengusung konsep keberlanjutan, berbasis teknologi, dan memberikan pengalaman personal yang interaktif.
Menghadapi perubahan ini, industri kosmetik dituntut terus berinovasi dalam teknologi, formulasi serta strategi pemasaran yang lebih digital dan berbasis data, pemanfaatan kecerdasan (Artificial Intelligence), teknologi nano, hingga strategi pemasaran digital seperti virtual try-on dan augmented reality menjadi elemen penting untuk menarik perhatian pasar Gen Z.

COSMAX Aktif Edukasi Konsumen Melalui Media Sosial
Seiring kian cerdasnya konsumen dalam memilih produk kecantikan, COSMAX Indonesia aktif mengedukasi pasar melalui berbagai platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.
Melalui kanal ini, COSMAX memberikan informasi tentang produk yang aman, efektif, serta terbukti secara klinis (clinically proven).
COSMAX juga berperan dalam memberi wawasan kepada influencer dan regional reporter agar dapat menyampaikan informasi yang lebih akurat mengenai standar keamanan dan efektivitas produk kosmetik kepada audiens mereka.

Komitmen COSMAX terhadap Keberlanjutan
Strategic Marketing COSMAX Indonesia Dwi Ayu menjelaskan, keberlanjutan menjadi salahsatu prioritas utama COSMAX. Ia mengatakan bahwa aspek keberlanjutan diterapkan dalam berbagai lini bisnis, mulai dari manufaktur hingga formulasi produk.
“Dari sisi manufaktur, COSMAX menerapkan penggunaan energi seminimum mungkin dan telah menggunakan panel surya (solar panel) di pabriknya untuk mengurangi emisi karbon,” ujar Dwi Ayu.
Dari segi formulasi, lanjut Dwi Ayu, COSMAX memastikan bahan-bahan yang digunakan dalam produknya telah memenuhi standar keberlanjutan dengan sertifikasi clean beauty, vegan certified, dan COSMOS certified. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk yang lebih ramah lingkungan dan berbasis bahan alami.
“Namun, tantangan terbesar dalam industri kecantikan saat ini adalah pengemasan (packaging). COSMAX terus berupaya mencari solusi inovatif dalam mengembangkan kemasan yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan kualitas dan keamanan produk,” tegasnya.
BPOM Dukung Inovasi Industri Kosmetik
Hadir dalam konferensi, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan, pihaknya terus mendukung pengembangan industri kosmetik melalui percepatan kajian keamanan, mutu, dan manfaat produk.
Dirinya mengungkapkan, hingga Desember 2024, industri kosmetik di Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan signifikan dengan total 1.292 industri yang beroperasi.
“Sebagai respons terhadap potensi usaha kosmetik yang semakin prospektif serta perubahan preferensi konsumen, inovasi menjadi kunci utama bagi industri kosmetik dalam menghadapi persaingan global,” ujar Taruna.
Menurutnya, inovasi dapat dilakukan dalam berbagai aspek, seperti formulasi produk, teknologi produksi, kemasan, serta strategi pemasaran. Industri kosmetik juga dapat mengadopsi teknologi mutakhir, seperti teknologi nano, otomatisasi produksi, digitalisasi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan daya saing.
Di sisi pemasaran, inovasi juga diperlukan untuk menarik minat konsumen, misalnya melalui kolaborasi dengan pemengaruh (influencer), pemanfaatan teknologi augmented reality (AR) dan virtual try-on, serta strategi promosi berbasis data

Mendorong Solusi Kecantikan Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Data
Direktur PT Cosmax Indonesia, Cheong Min Kyoung, menjelaskan bahwa tema konferensi tahun ini dirancang untuk memberdayakan para pelaku industri dengan solusi yang inklusif, berbasis ilmu pengetahuan, dan didukung oleh data.
“Tema ini sejalan dengan tujuan utama konferensi, yaitu menyampaikan wawasan terkini mengenai tren global dan lokal di industri kecantikan, serta memberikan panduan berbasis data untuk memahami perilaku konsumen,” kata Cheong.
Konferensi ini juga, jelas Cheong, menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk bertukar pikiran, menjalin kemitraan strategis, serta menggali berbagai inovasi terbaru guna menghadapi tantangan industri kecantikan yang terus berkembang pesat.
Taruna Ikrar menilai Cosmax Innovation Conference 2025 sebagai platform strategis untuk berbagi wawasan, memperkuat kolaborasi, dan menginspirasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem industri kecantikan.
“Dengan inovasi dan dukungan regulasi yang tepat, industri kosmetik Indonesia dapat semakin kompetitif dan berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya.[Rian]







