Jakarta, Sinar–Berita.com – Sebulan sudah berlalu sejak sumpah jabatan bergema di Istana Negara, mengukuhkan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi di kabinet Presiden Prabowo Subianto. Dalam rentang waktu yang singkat namun penuh makna itu, sang menteri tidak hanya mewarisi portofolio strategis, tetapi juga membawa satu identitas lain yang tak kalah penting: sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad). Dua peran yang menyatu dalam satu sosok, bagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi dalam perjalanan pengabdiannya bagi negeri.
Ferry Juliantono bukanlah nama baru di lingkungan Kementerian Koperasi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi yang mendampingi langsung Budi Arie Setiadi. Latar belakangnya di dunia koperasi dan ekonomi kerakyatan sangat kuat dan berakar lama. Ferry tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan juga memegang peran strategis sebagai Sekretaris Dewan Pembina Induk Koperasi Unit Desa (KUD). Pengabdiannya pada penguatan ekonomi rakyat bahkan diabadikan dalam buku “Apa dan Siapa 100 Orang Koperasi Indonesia”.
Kredensial akademik Ferry Juliantono juga sangat mendukung tugas barunya. Ia adalah lulusan Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran pada tahun 1993. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang Magister, mengambil studi Hubungan Internasional dengan kekhususan Ekonomi Politik Internasional di Universitas Indonesia, yang diselesaikannya pada 2006. Latar belakang pendidikan ini memberikan paduan yang ideal antara keahlian mikro-ekonomi akuntansi dengan pemahaman makro tentang dinamika ekonomi politik global.
Pada Desember 2024, Ferry dikukuhkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Unpad (IKA Unpad) untuk periode 2024-2028. Posisi strategis ini semakin mengukuhkan kedudukannya sebagai salah satu alumni terkemuka Unpad yang kini dipercaya memimpin salah satu kementerian strategis di tingkat nasional.
Di panggung politik, Ferry Juliantono adalah seorang politisi yang malang melintang. Karier politiknya dimulai dengan bergabung ke Partai Demokrat pada tahun 2010. Namun, ia kemudian berpindah dan menemukan pijakan yang kuat di Partai Gerindra, partai yang kini memimpin pemerintahan. Di Partai Gerindra, kariernya menanjak dengan ditahbiskannya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra.
Tidak hanya di koperasi dan politik, Ferry juga aktif di berbagai organisasi yang berhubungan langsung dengan rakyat kecil, seperti menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia (DTI). Selain itu, ia juga terjun di dunia usaha negara dengan menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, yang memberinya wawasan mengenai pengelolaan badan usaha skala besar.
Dengan kombinasi yang langka antara pengalaman organisasi koperasi yang mendalam, jejaring politik yang kuat, kredensial akademik yang relevan, dan pengalaman memimpin organisasi massa serta BUMN, Ferry Juliantono hadir sebagai pemimpin Kementerian Koperasi yang diharapkan dapat membawa terobosan. Sebagai seorang Ketua Umum IKA Unpad yang sekaligus menjadi Menteri Koperasi, Ferry membawa beban ganda untuk tidak hanya memajukan koperasi Indonesia, tetapi juga membawa nama baik almamaternya dalam menjalankan tugas kenegaraan. Tantangannya ke depan adalah menerjemahkan semua pengalamannya tersebut menjadi kebijakan yang mampu membangkitkan peran koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia secara nyata. [PLR]







