Tangerang, sinar berita|Sepertinya sangat urgent terkait perkembangan dan perubahan fisik wilayah Kabupaten Tangerang yang bersamaan dengan pengembangan pembangunan bisnis properti dan disaat rehat rapat , awak media “sinar berita” menanyakan kepada pimpinan kantor UPT 5 Dinas PUPR Pemkab Tangerang, yang wilayah kerjanya bersentuhan langsung oleh kegiatan proyek pembangunan.
Menjadi pertanyaan, ada apa dengan Kepala Dinas (Kadis PUPR) Pemkab Tangerang yang kemarin, Selasa (10/9/2024),menyambangi beberapa kantor kantor Unit Pelaksana Teknisnya.
Ketika awak media sinar berita melakukan konfirmasi kepada Agung, salah satu kepala UPT terkait hasil rapat dengan dengan kepala Dinas PUPR Pemkab Tabgerang Iwan Firmansyah terkait masifnya pembangunan fisik proyek swata terhadap seluruh aset pengairan, Agung pun berkilah menepisnya.
“Sudah…, sudah! Jangan berisik bikin tambah pusing, mending cerita yang lain,” tandas Agung.
Bisa dibayangkan, kepusingan yang dikemukakan oleh Agung disinyalir disebabkan bahwa belakangan ini sering ada pergeseran kewenangan dan ‘aturan main’ didalam struktur organisasi pemerintahan antara pusat dan daerah, khususnya dibidang pekerjaan umum, di wilayah Tangerang provinsi Banten. Dimana hingga saat ini, tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kantor UPT dinas PUPR Pemkab Tangerang semakin ‘tergerus’ oleh kehadiran instansi UPI (unit pengelolah Irigasi) dari Kementerian PUPR. Faktanya, banyak pekerja lapangan kantor UPT, ‘hijrah’ ke kantor UPI,
Demikian pula, dalam satu kesempatan awak sinar berita mewawancarai Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Paku Haji Tangerang kabupaten, tentang hijrahnya ketua Gapoktan itu dari instansi UPT ke kantor UPI, ketua Gapoktan Paku Haji ini membenarkan hal itu.
“Ooo, itu jelas buat saya, karena di kantor UPI banyak kegiatan proyek, sedangkan di Kantor UPT itu, sering kosong melompong, kan saya juga harus punya duit untuk kelanjutan hidup ini,” tegas Haji Sadet, secara ketus namun terkesan realistis.
Membandingkan tidak berimbangnya volume pekerjaan antara milik kantor UPI dan UPT secara kuantitatif, dan kewenangan pihak kantor UPT Pemkab Tangerang hanya menggarap saluran pembuang saja. Sementara itu, yang lainnya semua milik garapan kantor UPI, dan banyak lokasi Saluran Pembuang dari Dinas Pengairan Pemkab Tangerang, bersentuhan langsung dengan proyek pengembangan properti yang besar-besar.
Narasi diatas hanya gambaran umum semata, terkait hak dan kewajiban serta kewenangan tupoksinya. Namun, ada lagi yang lebih spesifik yakni, terkait kegiatan OP atau Operasional dan Pemeliharaan, yang harus dikoreksi anggaran kegiatannya, terkait perubahan fungsi lahan.
Sebut saja di Kecamatan Kosambi, khususnya desa Cileumpang dan Cilampe, yang sudah tergerus oleh pengembang properti group Pantai Indah Kapuk (PIK). Padahal, tadinya, banyak aset Pengairan milik Pemkab Tangerang yang cukup luas dirawat oleh kegiatan OP. Namun, secara peridik, lahan-lahan itu sudah berkurang bahkan lenyap.
Pertanyaannya, apakah pernah ada verifikasi dan validasi dari kantor PUPR Pemkab Tangerang terkait aset kekayaan pengairan secara transparan, sehingga saat menganggarkan dana kegiatan OP? Dan, akankah efektif sesuai dengan bobot volume?
Didaerah Kecamatan Pakuhaji, di utara Tangerang tepatnya di desa Kohot, juga terjadi perubahan fungsi wilayah oleh kegiatan pengembang swasta, hingga banyak Asset Pengairan tergangg.
Tentu bisa ditebak, kehadiran Kepala Dinas PUPR Pemkab Tangerang Selasa (10/9) ke beberapa kantor UPT Pengairan di wilayah kelurahan Koang Jaya Tangerang Kota, sebagai wujud kepedulian beban tanggung jawabnya terhadap ‘sejengkal’ resiko Hukum, terkait persoalan Aset dan Inventaris Milik Negara
Namun disayangkan, saat bubaran rapat pada sore hari itu, Kadis PUPR Kabupaten Tangerang Iwan firmansyah, Kepala Bidang Perencanaan, Kepala Bidang Pembangunan serta seluruh Kepala UPT, bergegas pulang. Padahal, awak sinar berita telah memohon ijin waktu untuk wawancara. Dan hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh jawaban secara affirmative terkait kejanggalan-kejanggalan ‘lenyapnya’ aset Pengairan digerus proyek-proyek raksasa milik swarta itu.[Cokih]







