Jakarta, SINAR-BERITA.com|● Rumah putra bungsu dari tokoh Proklamator RI Bung Karno, Guruh Soekarna Putra yang berlokasi di jalan Sriwijaya 2 No.9 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dikabarkan akan di eksekusi oleh PN Jakarta Selatan hari ini, Kamis (3/8/2023). akan di ekskusi oleh PN
Hal itu terkesan miris karena rumah yang memilki nilai sejarah, tempat tinggal Proklamator dan Presiden RI pertama dan dan istrinya Fatmawati beserta anak-anaknya, diusik oleh pihak yang ingin menguasai rumah tersebut.

Kepada awakmedia, Simeon Petrus SH, selaku kuasa hukum dari Guruh Soekarno Putra kepada awak media menjelaskan duduk permasalahan atas usaha eksekusi oleh PN Jakarta Selatan itu.
“Dalam proses eksekusi terhadap rumah Guruh Soekarno Putra ini ada yang janggal, karena disini kami merasakan ada kejanggalan dalam amar putusan A, tetapi yang dilakukan B, bahkan A, B, dan C,” tutur Simeon.
seperti yang amar putusan A, tetapi dijalankan putusan B. Dan bahkan ditambahkan menjadi putusan AB dan C ” ujar Simeon.
Ia menambahkan, bahwa ada terdapat indikasi pemaksaan dalam melakukan eksekusi yang dilakukan oleh PN.Jakarta Selatan, banyak pihak yang mempertanyakan, mengapa seorang Guruh Soekarno Putra tidak mau menggunakan kekuatan keluarga besarnya untuk menyelesaiksn masalah ini.
Dalam keterangannya, Guruh Soekarno Putra menerangkan, bahwa dalam perkara ini, dirinya tidak ingin menggunakan nama besar ayahnya, Soekarno.
“Dalam perkara ini saya tidak mau menggunakan abuse power, karena saya mempertahankan trah dari sang ayah, Bung Karno untuk tetap dijalan lurus, sesuai jalan keadilan, seadil adilnya, dan biarlah kejadian ini menjadi pengalaman bagi diri saya dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Guruh.
Guruh menambahkan, dengan kejadian ini, dirinya juga dapat melihat potret jelas, bagaimana sebenarnya pengadilan di Indonesia dari bawah sampai keatas, seperti suatu perbuatan yang salah tetapi menang dalam pengadilan.

“Seperti kasus yang saya alami saat ini, banyak dari sisi mata hukum yang salah. Hal-hal tersebut sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai dari pancasila. Saya berharap dengan apa yang saya alami saat ini, kita harus lebih gencar dalam hal untuk memberantas mafia di Indonesia, seperti mafia peradilan, pertanahan dan berbagai bidang lainnya,” tandasnya.[Maria]







