Rabu, Oktober 14, 2026

Europe Is Under Attact

SINAR-BERITA.COM – SEORANG PENGAMAT pernah menulis mengenai siasat Indonesia menghadapi boycot United States (US) dan Eropa, jika mereka tetap mengancam tidak hadir dalam G-20, saat Indonesia tetap mengundang Rusia.

Roda berputar. Dominasi US dan Eropa semakin kelihatan sangat melemah. Negara yang sebenarnya merupakan negara yang sangat minim resourches, demi tetap mempertahankan dominasi, kemudian mahir dalam modal dan teknologi. Mereka beli bahan mentah, melakukan industrialisasi, lalu menjual kembali dalam bentuk barang jadi.

Begitu terus berulang, mereka menikmati laba yang sangat tinggi, lalu uang itu dipinjamkan pada negara-negara produsen resourches dalam berbagai lembaga keuangan yang mereka bentuk sendiri. Sehingga, selain mendapat keuntungan laba produksi industri, mereka juga mendapat laba dari industri jasa.

Negara-negara produsen resourches seperti Indonesia, India, Brazil, dan bahkan Rusia, selalu menjadi sapi perah, disedot kekayaannya, lalu diberi utang. Akhirnya, kian lama semakin bergantung pada mereka, hingg akhirnya tak mampu menolak monopoli, aturan perdagangan, bahkan penentuan harga.

Inilah yang disebut oleh Sukarno sebagai Neo-Kolonialisme, secara politik mereka tidak lagi menjajah, namun secara ekonomi mereka menjadikan negara-negara rechourches itu budak mereka. 

Pada era 60-an Soekarno memperjuangkan hal ini dengan mendekati India dan Rusia, setelah melewati setengah abad, barulah Indonesia memantapkan diri kembali untuk berdikari. Hal yang oleh Soekarno disebut sebagai berdiri diatas kaki sendiri. 

Momentum ini ditandai oleh kenekatan Jokowi dalam melarang ekspor Nikel. Indonesia itu surganya Nikel, dan Eropa tak akan mampu memproduksi baja tanpa Nikel. Eropa juga tak akan mampu menjual teknologinya tanpa bahan baku baterai Lithium ini.

Jokowi telah beberapa kali meminta kerjasama transfer teknologi, Nikel boleh dinikmati mereka, namun teknologi harus ditransfer ke dalam negeri, mereka menolak mentah-mentah.

Bahkan kerjasama dengan Elon Musk juga sangat alot, karena syarat mutlak yang diajukan oleh Indonesia adalah satu yang terpenting, transfer teknologi yang ditolak mentah-mentah, sekalipun kemudian Elon Musk mulai melunak dan kembali mendekati Indonesia.

Kebijakan Jokowi dalam melarang ekspor Nikel ini membuat eropa berang. Mereka menuduh Jokowi tidak sehat dalam berdagang. Jokowi pun digugat di WTO karena ini. CPO selama ini diekspor dalam bentuk mentah dan minyak goreng ke Eropa.

Melihat kenekatan Jokowi, akhirnya Eropa balik menyerang dengan mengeluarkan ultimatum melarang impor CPO dari Indonesia. Katanya, produksi Sawit itu merusak hutan.

“Kalau anda tidak mau beli CPO sawit Indonesia, ga apa-apa! Saya akan pakai di negeri sendiri”. Jokowi akhirnya menjamurkan produksi Biodiesel 30 untuk menyerap kebutuhan CPO di dalam negeri sendiri. Lebih ganas lagi, Jokowi melarang ekspor CPO dan minyak goreng ke luar negeri. 

Eropa sudah beberapa hari ini tidak lagi bisa mengimpor CPO dan minyak goreng dari Indonesia, Nikel pun sudah hampir setahun tak bisa lagi diimpor dari Indonesia. Ditambah lagi, Rusia kini melarang ekspor Gas ke Eropa. Apa gak kalang kabut itu Eropa? 

Eropa kalang kabut. Selama ini, Eropa dan US bermain topeng dengan membangun banyak manufactur di India, karena tenaga kerja di India itu murah, menolak undangan investasi dari Indonesia karena Indonesia mengajukan syarat transfer teknologi serta syarat kepemilikan saham 51% untuk tambang dan mineral.

Eropa dan US berfikir, Indonesia tak akan mampu bertahan tanpa kucuran modal, khususnya dari Eropa dan US. 

Ternyata, China hadir menawarkan berbagai macam investasi dengan tanpa alergi soal transfer teknologi. Jepang juga memilih aman dengan melunak atas berbagai persyaratan yang diajukan oleh Indonesia. Mereka sadar bahwa memang resourches di negaranya terbatas. 

Demikian pun Korea, dengan antusias menggalang investasi ke Indonesia, menjadikan Indonesia tampak sebagai surga investasi. Mau mengajukan syarat apapun, mudah bagi Indonesia memenangkan deal-deal agreement. Bahkan Jepang, pun tak berani ikut-ikutan Eropa dan US memboikot G-20. 

Kekayaan alam dan government power Indonesia hari ini, berbanding lurus dengan kekuatan diplomasi Indonesia dalam kancah Internasional. Semua bahan baku mulai stop ekspor. Khabar  manufaktur Eropa dan US di India, Kebakaran jenggot. 

US mulai tidak konsisten dengan syarat yang dia ajukan sendiri, tetap aja memprotes kehadiran Rusia. Eropa masih tetap mau ikutan permainan US.

Gas dari Rusia sudah stop. US dan Eropa akan membayar mahal untuk api yang disulutnya sendiri. Minyak bunga matahari juga berasal dari Rusia, dan sekarang tertahan suplai nya untuk Eropa.

Nikel dan minyak Goreng dari Indonesia juga stop. Langit dunia mulai bergeser. Yang sejuk dan indah itu tak lagi berada di Eropa yang panas menggelora itu, sekarang sedang membara di Asia. Semoga se-bangsa dan se-tanah air paham perang yang saat ini sedang berlangsung.

Kita dukung pemerintahan negeri Indonesia, dengan tidak mudah tersulut cara-cara propaganda barat yang sangat busuk.

Kita ingat kenapa Soekarno jatuh, karena Eropa dan US sangat takut dengan istilah “berdikari” Indonesia yang dicetus oleh Soekarno ketika itu.

Sekarang, seluruh mata dunia tertuju pada Indonesia. Seolah baru sadar, betapa berbahayanya Indonesia bagi kehidupan dasar mereka, yang mereka anggap hendak menancapkan taringnya.

Jangan lagi kita ulang dengan kebodohan, duri yang menusuk dari daging sendiri. Tontonlah semua media barat hari ini, yang seakan ‘kelojotan’ pada ulah seorang Jokowi, pemimpin Indonesia. Bagaimana dunia ikutan merasakan penderitaan antri panjang hanya untuk beli minyak goreng di supermarket. 

Bagaimana terkesan arogansi Eropa dan US melarang impor CPO dari Indonesia. Kini giliran Jokowi stop ekspor minyak goreng. Masih berani lakukan boikot G-20, untuk permalukan presidensi Indonesia di G-20?****

Edited/Published by: Richard Aritonang

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles