Rabu, Oktober 14, 2026

P&G dan Habitat for Humanity Indonesia, Konsisten Berdayakan Komunitas Lokal Melalui Program Renovasi Hunian Usaha UMKM

Karawang, SINAR-BERITA.com|* Tahun ini (2023) Perusahaan FMCG (fast moving consumer goods) Procter & Gamble yang populer disebut P&G bersama mitranya, Habitat for Humanity Indonesia (Habitat), kembali melanjutkan program ‘Making a House Making a Home’ nya, kali ini digelar di desa Wanakerta, kabupaten Karawang Jawa Barat.

Sebelumnya, P&G dan Habitat Humanity Indonesia telah merenovasi 77 rumah tinggal dan warung agar lebih layak huni di berbagai daerah mulai dari wilayah Jawa Barat, Jawa Timur hingga Sulawesi Tengah dan menuai respon positif dari masyarakat, dimana program Making a House Making a Home ini juga dilakukan di beberapa negara dimana P&G beroperasi.

Namun, dalam beberapa tahun beberapa tahun terakhir, program Making a House Making a Home telah berimprovisasi untuk dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat setempat. Bukan hanya melakukan renovasi rumah dan warung secara fisik, namun, turut juga  menggerakkan perekonomian lokal, dengan turut memberdayakan pemilik usaha mikro, melakukan pelatihan-pelatihan softskill, literasi financial, perencanaan keuangan, dan kiat-kiat untuk menciptakan ekonomi tangguh.

“Kami menyadari bahwa bangunan yang layak huni adalah salahsatu faktor penentu tingkat kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Selain persoalan tempat hunian, kqami juga menyadari masih banyak pemilik usaha mikro yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Sebagai wujudkonkret dan konsistensi P&G selaku force for growth and force for good, kami bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia dankomunitas lokal, kembali mengadakan program Making a House Making a Home tahun ke -7,” urai Presiden Direktur P&G Indonesia Saranathan Ramaswamy dalam keterangan persnya di desa Wanakerta, Karawang, Jumat (26/5/2023).

Lewat program ini, lanjut Saranathan, pihaknya tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik warga, namun juga melengkapi mereka dengan kemampuan dan pengetahuan guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Dijelaskan, rumah tak layak huni (RTHL) adalah rumah yang tidak memenuhi persyaratan hunian yang nyaman dan aman serta tidak menyehatkan, justru akan membahayakan bagi penghuninya. Demikian juga warung yang dianggap tidak layak huni, yang beroperasi dengan ciri-ciri tidak memiliki pondasi, kurang mendapatkan pencahayaan alami, sirkulasi udara tidak baik, dan tidak tersuplai air bersih yang memenuhi standar serta sanitasi yang buruk. Kondisi inilah yang menjadi dukungan bahwa program Making a House Making a Home semakin penting untuk diselenggarakan.

Dari Kiri: Korporate P&G Indonesia Simon Sibarani, Kepala Desa Wanakerta Kanta Kurnia, Senior Operations Habitat for Humanity Indonesia Rudi Nadapdap, dan Penerima Manfaat Making a House Making a Home dalam Konferensi Pers di desa Wanakerta Karawang Jawa Barat, Jumat (26/5/2023)

Senior Operations Manager Habitat for Humanity Indonesia Rudi Nadaodam antusiasme yang tinggi karena memasuki tahun ke-7 bermitra dengan P&G Indonesia, Habitat for Humanity Indonesia kembali beroleh dukungan untuk kembali bergotong-royong dalam merenovasi rumah dan warung milik komunitas lokal, khususnya desa Wanakerta.

“Hal ini kami lakukan karena misi Habitat for Humanity Indonesia, sejalan dengan komitmen P&G dalam membangun masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik,” tutur Rudi.

Ia menyatakan harapannya, kontribusi P&G ini dapat memberikan warna baru dalam menggerakkan perekonomian lokal, dan berkomitmen memberdayakan masyarakat lokal, melalui program Making a House Making a Home.

Kepala Desa Wanakerta kabupaten Karawang Jawa Barat Kanta Kurnia, mewakili masyarakat desa Wanakerta, mengungkapkan rasa terimakasihnya atas terlaksananya program Making a Home Making a House yang dilakukan oleh P&G bersama Habitat for Humanity Indonesia yang fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya pemilik usaha mikro.

“Khususnya kepada pemilik usaha mikro dan merevitalisasi rumah dan warung yang lebih layak, kami berharap bantuan ini dapat menjadi awal baru dan semangat bagi para warga desa kami untuk kembali bangkit dan pulih,” tutur Kanta Kurnia.

Iwan, seorang pemilik warung yang berdekatan dengan obyek warung yang sedang direvitalisasi oleh tim Habitat for Humanity Indonesia mengaku, turut senang dengan adanya program yang dilakukan oleh tim Habitat for Humanity Indonesia di Desa Wnakerta. Ia berpendapat, dengan adanya warung itu beroperasi pasca direvitalisasi, suasana sekitar akan menjadi ramai dan menggairahkan bursa perekonomian, khususnya perekonomian mikro.

“Saya mah ini bangun sendiri, yah begini dah. Tapi saya mah seneng adanya program itu (Making a House Making a Home), itu dibangun warung, biar rame, jadi saya nya ngga sendiri-ndirian, gitu. Rame dah jadi enak,” menanggapi. [Shanty Rd/pr]

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles