Jakarta, SINAR-BERITA.com |*Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema, Harmonisasi Pemanfaatan Ruang Laut: Studi Kasus Penggelaran Kabel Bawah Laut dengan Offshore Drilling Sumur Migas di Selat Malaka.
Acara tersebut dibuka oleh Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat di ruang Serbaguna Pushidrosal Ancol Timur Jakarta Utara, Rabu (5/7/2023).
Danpushidrosal menyampaikan, berdasarkan Kepmenkomarves 51 tahun 2023, pihaknya mendapatkan amanah mengemban tugas dan bertanggung jawabdalam pengelolaan penyelenggaraan alur pipa dan/atau kabel bawah laut, sesuai Kepmen KP 14 tahun 2021 tentang alur pipa dan/atau kabel bawah laut.

“Pushidrosal selaku bagian dari timnas pipa kabel mengkoordinir dalam menerbitkan rekomendasi 1 yang akan dipergunakan oleh pemrakasa sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan Marine Survey (Survei Hidro Oseanografi), maupun rekomendasi 2 (Rencana jalur penggelaran) sebagai salah satu syarat dalam mengajukan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL),”terangnya.
Lebih lanjut, ditenggarai bahwa rencana pembangunan instalasi migas pada blok Andaman dan beberapa jalur eksisting SKKL maupun yang sedang berproses saling overlapping sehingga menimbulkan dampak antara yang satu dengan yang lainnya.
“FGD ini diharapkan dapat menghasilkan harmonisasi pemanfaatan ruang laut untuk berbagai bangunan maupun instalasi bawah laut dan semoga seluruh program pembangunan nasional kelautan guna tercapainya ketahanan energy serta terciptanya transformasi digital dapat berjalan selaras dan harmonis, sesuai dengan prinsip dan kaidah pemanfaatan ruang laut” kata Danpushidrosal.

FGD antara lain diikuti peserta dari Pushidrosal, Staf Ops Kasal, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenkomarves, Dit Telekomunikasi Kemenkominfo, Dit KPLP DItjen Hubla Kemenhub, Dit Kenavigasian Ditjen Hubla Kemenhub, Dit Wilhan Ditjen Strahan Kemhan, Dit Penataan Ruang Laut Ditjen PRL KKP, Askalsi, Mubadala Energy (South Andaman) RSC LTD, Harbour Energy, PHE NSO, PT Telin dan PT. Indosat.[S/Rd]







