JAKARTA, SINAR-BERITA.COM – Keputusan baru terkait adanya pembatasan berbicara oleh pemerintah Rusia, Spotify memastikan akan hengkang dari negara tersebut.
Pemerintah Rusia memberlakukan sebuah aturan baru pada awal Maret lalu yang isinya adalah menghukum media yang dianggap pemerintah setempat sebagai ‘informasi palsu’ terkait perang Rusia dan Ukraina.
Pembatasan baru itu juga menghukum pidato yang melemahkan militer Ukraina, termasuk menggambar hal-hal yang terjadi di Ukraina dengan kata ‘perang’.
Menanggapi undang-undang baru itu, outlet berita Barat termasuk CNN, ABC, dan BBC menarik siaran dan operasi mereka di Rusia.
Sebenarnya Spotify merupakan platform streaming musik. Tetapi sejak beberapa waktu lalu hingga sekarang juga dikenal akan tayangan podcast, yang juga banyak membahas hal terkini, termasuk peristiwa politik.
“Spotify percaya sangat penting mencoba dan menjaga layanan kami tetap beroperasi di Rusia dalam menyediakan berita dan informasi terpercaya dan independen di wilayah tersebut,” kata juru bicara Spotify kepada Tech Crunch, dikutip sinar-berita.com, Senin (28/3/2022).
Katanya, undang-undang yang baru saja diberlakukan semakin membatasi akses ke informasi dan menghilangkan kebebasan berekspresi serta mengkriminalisasi jenis berita tertentu, menempatkan keselamatan karyawan Spotify dalam risiko.
Sebelumnya Spotify telah menangguhkan layanan langganan premium di Rusia, meskipun versi gratis di aplikasi masih dapat digunakan.
Namun sekarang perusahaan memilih menangguhkan sepenuhnya layanan itu di Rusia. Proses tersebut akan selesai pada awal April mendatang setelah Spotify menyelesaikan logistik terkait dengan pemindahan. [Red/pr]







