Jakarta, sinar–berita.com|Belum lama ini, pengadilan memutuskan startup yang bergerak di bidang desain interior dan furnitur fabelio.com jatuh pailit. Startup yang didirikan pada 2015 ini akhirnya diputuskan pailit sesuai keputusan Pengadilan Niaga di PN Jakarta Pusat No. 47/Pdt.Sus-PKPU/2022/PN.Niaga.JKT.PST, pada tanggal 5 Oktober 2022.
Padahal, sebelumnya fabelio menerima pendanaan hingga Rp300 miliar. Bahkan, dua tahun silam, KRI masih mengumpulkan pendanaan dari PT Modal Rakyat Indonesia (MRI), AppWorks, MDI Ventures, dan Endeavour Catalyst. Nilai yang terkumpul saat itu mencapai USD20 juta atau setara Rp300 miliar.
Salah satu Pendananya adalah MRI yang menaungi Fabelio tersebut gagal mengembalikan dana pinjaman tersebut.
MRI merupakan salah satu Perusahaan Peer to Peer Lending berbasis Fintech, bergabung dalam Fazz Financial Group (FFG), dan telah beroleh lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
KRI merupakan Perusahaan yang bergerak dalam bidang Perdagangan Eceran Furnitur, berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Nomor AHU-0023742.AH.01.01.Tahun 2016.
Diungkap oleh MRI, berdasarkan aktivitas yang dilakukan belakangan ini, para Co-founder atau pendiri Startup seperti melepaskan diri dari tanggung jawab mereka terhadap kewajiban perusahaan yang mereka jalankan selama ini, dan apakah StartUp besar sekelas Fabelio.com itu sengaja dipailitkan?

Saat ditanyakan kepada pihak pendana MRI, alasan mengapa Fabelio dibawah naungan KRI bisa alami gulung tikar dan gagal membayar kewajibannya secara penuh, melalui pengacaranya, Raja Harefa mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 menjadi alasan Fabelio tidak dapat memenuhi kewajibannya.
“KRI memang sudah ada itikad tidak baik untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada para kreditor. Saat kami mencoba menanyakan ke kurator KRI perihal apa saja harta pailit KRI yang sudah didapatkan, dan bagaimana pembayaran terhadap kreditor konkuren, mereka tidak menanggapinya,” jelas Raja Harefa di Jakarta (12/10/2023).
Dijelaskan oleh Marshall Tegar Utoyo, Krishnan Mullasseri Menon dan Cynthia Chaerunnisa selaku Pengurus dari KRI yang statusnya dalam keadaan Pailit, tidak bergeming terhadap kewajiban-kewajiban hutangnya sebesar 100 Milyar lebih kepada para kreditor termasuk karyawannya.
Marshall Tegar Utoyo, Krishnan Mullasseri Menon, Cynthia Chaerunnisa serta Christian Sutardi diduga hidup bermewah-mewah dan telah meninggalkan hutang kepada MRI, yang juga ikut membantu pengembangan bisnis KRI. Namun nyatanya, MRI malah mengalami kerugian akibat menanggung beban tersebut kepada para Lender dan para Investornya.
Diketahui, Fabelio didirikan oleh Christian Sutardi, Marshall Tegar Utoyo, dan Krishnan Mullasseri Menon pada 2015, dengan bendera KRI, untuk mengembangkan e-commerce yang fokus pada furnitur, dilandasi pengalaman dan keahlian tiap-tiap founder.
Christian dan Krisnan pernah bekerja untuk perusahaan startup e-commerce besar seperti Lazada, Zalora, Food Panda, dan Rocket Internet. Sedangkan Marshall Tegar Utoyo punya perusahaan desain sendiri. Marshall Tegar Utoyo adalah orang yang bertugas memimpin tim desain untuk Fabelio.
Dua pendiri Fabelio pernah masuk dalam daftar ‘30 Under 30 Asia 2018’ yang dirilis oleh Forbes. Krishnan Mullasseri Menon dan Marshall Tegar Utoyo dipuji karena dianggap telah memajukan dan mengembangkan industri pada bidangnya masing-masing.
PT Kayu Raya Indonesia (KRI) yang menaungi Fabelio.com merupakan perusahaan startup yang fokus menjual aneka furniture berkualitas. Platform ini mempertemukan produsen furnitur lokal dengan desain yang menarik, menawarkan pengiriman bebas biaya, dan masa garansi hingga dua tahun.
Menurut data Pitchbook.com, perusahaan yang berdiri sejak 2015 ini sudah memiliki sekitar 300 karyawan, 17 investor, dan mendapat pendanaan seri C. Jumlah transaksinya mencapai angka $9 juta.[Shanty Rd]







