Jakarta, sinar–berita.com| Bobroknya kinerja kontraktor binanaan Suku Dinas Pemuda dan Olahraga kota Administrasi Jakarta Utara diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis/bill of quantity dan bahkan kualitas maupun mutunya, patut dipertanyakan.

Mengakibatkan sejumlah pekerjaan perbaikan lapangan olahraga Futsal di rusunawa Nagrak Rt 003/011 Kelurahan Cilincing sudah retak dan pecah.
Salah seorang warga rusun Nagrak mengatakan, pada saat kegiatan perbaikan pekerjaan lapangan olahraga Futsal, menggunakan adukan manual dan bukan menggunakan cor beton ready mix K- 250 Slum + 12 NFA.
Mengacu pada spesifikasi/bill of quantity mestinya pekerjaan dilapangan menggunakan Cor Beton Ready Mix K-250, Slump+12 NFA.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Administrasi Jakarta Utara, Drs.Heru Heryanto,M.Pd dengan enteng mengatakan akan memperbaiki ulang Pekerjaan Cor Beton lapangan Futsal di rusunawa Nagrak.
Apakah bisa di jamin kualitas dan mutu pekerjaan, akan kembali seperti semula sesuai dengan bill of quantity hingga gambar maupun perencanaannya dan bagaimana dengan dugaan pengurangan volume yang terjadi dilapangan ?
Diketahui Nilai kontrak Rp199.363.000,00. Nomor: 109/DPA/2023, tanggal 2 Januari 2023 kegiatan 2.19.03.1.01.03.0005/Perbaikan lapangan olahraga Futsal.
Kegiatan yang dianggarkan dan bersumber dari pajak ymmasyarakat di DKI Jakarta dinilai asal jadi hingga terindikasi terjadi kerugian negara.
Fakta yang terjadi dilapangan tampak sudah retak dan pecah.Padahal sesuai dengan Nomor dan tanggal SPK: 1788/PN/.01.02 tanggal 19 juni 2023 baru beberapa bulan setelah kontrak berakhir, (baru jalan 4 bulan)
Hanya saja, Pejabat Pembuat Komitmen, Drs.Heru Haryanto, M.Pd, dan selaku penyedia Jasa dan Barang, PT.Hanasi Royal Gemilang cuek saat dikonfirmasi.
Berdasarkan berita acara hasil pengadaan langsung nomor: 939/PPBJ/Sudinporaju/2023 berita acara hasil pengadaan langsung tanggal 15 juni 2023, dengan waktu pelaksanaan pekerjaan 30 (Tiga pulu) hari kalender, sumber pendanaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pantauan dilapangan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi/Bill of Quntity. Antara lain:

Pada saat berlangsung kegiatan dilokasi tidak menggunakan papan proyek dilapangan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) /bill of quantity(B&Q).
Salah satu bukti dan bentuk penyimpangan yang terjadi dilapangan, belum lagi berbicara item teknis lainnya yang notabene tidak dilakukan.
Pengakuan sejumlah warga rusunawa Nagrak mengakui, pekerjaan cor beton menggunakan adukan manual, tidak hanya itu juga tidak ditemukan banner/papan proyek dilapangan.
Kepala Plt. Irbanko Jakarta Utara, Nirwani menjawabnya,
“terima kasih atas informasinya, dan keikut sertaan turut mengawasi pembangunan di Pemprov DKI Jakarta. Akan kami koordinasikan dengqn OPDnya.Dan saat ini kami akan koordinasikan,” ujar Nirwani. Senin.(9/10/2023) tepat pukul 8.27 Wib.
Diwaktu yang berbeda, saat dikirimkan Link pemberitaan lewat Aplikasi WathasApp milik
Drs Heru Haryanto,M.Pd,
Ironisnya lagi, jawaban Drs.Heru Haryanto,M.Pd.”banyak berita on line dikirim ke saya, maaf yaa,” ujar Drs.Heru Heryanto,M.Pd.Senin (9/10/2023) tepat pukul 11.08 Wib.
Dengan waktu yang berbeda, Drs.Heru Haryanto, M.Pd langsung memblokir WhatsApp milik sejumlah awak media saat dipertanyakan terkait Perbaikan pekerjaan lapangan olahraga, yang notabene dugaan telah terjadi kerugian negara.
Menyikapi hal tersebut. Sekjen LSM- Gerakan Cinta Indonesia, Hisar Sihotang menegaskan, perbuatan tersebut adalah salah satu bentuk persekongkolan berencana
“Terkait dugaan penyimpangan Bill of Quantity ( B&Q) atau Rencana Anggaran Belanja (RAB) maupun gambar perencanaan, terbukti dilapangan sudah terjadi pecah dan retak hingga pengurangan volume,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kontraktor Pelaksana PT.Hanasi Royal Gemilang tidak meresponnya.[Parulian]







