Rabu, Oktober 14, 2026

Penting, Literasi Anti-Hoax di Kalangan Muda

Jakarta, S|B sinar–berita.com|Hoax (disinformasi) menjadi salah satu penyebab munculnya kegelisahan dan disintegrasi di masyarkat, terutama menjelang even-even politik seperti pemilihan umum (pemilu) yang tinggal menunggu beberapa bulan lagi.

Kegiatan penyebaran hoax dilakukan oleh banyak pihak sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan dukungan publik  atau mencapai kemenangan dengan cara-cara yang tidak baik. Dampaknya tentu saja dapat merusak tatanan masyarakat, atau juga munculnya fragmentasi sosial yang membahayakan.

Penyebaran berita hoax sendiri memiliki kecepatan  yang melebihi penyebaran berita biasa, dan penyebarannya terutama banyak di platform media sosial yang digunakan oleh masyarakat seperti WhatsApp, Instagram, Tiktok, Youtube, Facebook, dan media sosial lainnya. Dalam catatan Medialink, hoax sudah seperti menjadi bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dari politik.

“Catatan dari riset media monitoring yang kita lakukan di 2022-2023, hoax ini masih menjadi persoalan yang harus segera mendapat perhatian serius dari semua stakeholder,” ujar Direktur Eksekutif Medialink Ahmad Faisol.

Faisol menjelaskan, kemunculan media sosial menambah massifnya tingkat penyebaran hoax di masyarakat Tak hanya dalam isu-isu politik tetapi juga isu lainnya seperti moderasi beragama, radikalisme, kebebasan beragama dan berkeyakinan yang juga merupakan isu strategis.

“Ini kecenderungan umum, dan banyak terjadi di negara-negara lain juga. Tapi kita tidak boleh abai tentang bahaya yang mengancam di baliknya,” lanjutnya.

Media-media sosial tersebut yang secara kategori menjadi media baru (new media) memiliki karakter partisipatif dan berjejaring, sehingga menjadi medium paling efektif dalam penyebaran hoax karena siapa pun dapat mengirim pesan dan informasi tanpa dapat dicegah atau disensor oleh siapa pun.

Generasi muda menjadi konsumen yang paling banyak menggunakan new media dan menjadikan platform ini sebagai alat untuk mencari informasi. Pengguna media sosial terbanyak berasal dari kalangan usia 20-29 tahun yang merupakan generasi milenial

Faisol menegaskan, bila hoax dalam politik tak segera diseriusi, bukan tak mungkin akan mengancam kualitas pesta demokrasi.

“Hoaks tak hanya merusak akal sehat calon konstituen, namun juga berpotensi mendelegitimasi proses penyelenggaraan pemilu, dan lebih parah lagi, mampu merusak kerukunan masyarakat yang mengarah ke disintegrasi bangsa,” tegasnya.

Untuk itu, Medialink memandang pentingnya untuk menciptakan mekanisme positif bagi anak muda agar dapat membentengi diri dari kemunculan berita-berita bohong, ternasuk hoax politik.

“Kita tergerak untuk memberi literasi kepada kelompok muda agar mereka memiliki kemampuan memilah dan memilih mana berita yang benar dan mana yang keliru, termasuk yang di dalamnya, mereka dapat menjadi agen-agen perubahan positif di masyarakat” tambahnya. [Tjie Susantie]

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles