Rabu, Oktober 14, 2026

Penguatan Penganekaragaman Pangan Dengan Optimalisasi ‘Millet’ Sebagai Sumber Pangan

Jakarta, sinar–berita.com|Penganekaragaman konsumsi pangan berbasis potensi dan kearifan lokal merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, dan dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok tertentu.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan National Food Agency (NFA) Andriko Noto Susanto m,engungkapkan, berbagai sumber pangan alternatif terus dikenal dan dikembangkan, salah satunya millet, yang merupakan serealia berbiji kecil sebagai sumber karbohidrat, dapat menjadi pangan fungsional alternatif potensial.

“Millet memiliki kontribusi yang besar untuk solusi menghadapi krisis pangan sebagai sumber pangan sehat yang terjangkau serta dapat dibudidayakan di iklim yang kurang baik dan lahan kering dengan input pertanian yang minimal,” ungkap Andriko Noto Susanto, dalam pembukaan ASEAN-India Millet Festival 2023 di Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Ia menegaskan bahwa sebagai lembaga pemerintah yang menangani tugas pemerintahan di bidang pangan, Badan Pangan Nasional (NFA) memegang peranan penting dalam upaya mencapai ketahanan pangan, salah satu kebijakan yang dibuat dalam menjamin ketahanan pangan adalah mendorong penganekaragaman pangan berbasis pangan lokal, termasuk millet.

“Saya meyakini, acara ini akan memperkuat upaya yang telah dilakukan sebelumnya dalam memproduksi, mempromosikan dan mendorong konsumsi millet,” ungkapnya.

ASEAN-India Millet Festival 2023 ini menurutnya merupakan kesempatan baik untuk meningkatkan kesadaran akan manfaat millet, mulai dari status gizi, kelestarian lingkungan hingga pembangunan ekonomi dalam mencapai ketahanan pangan yang sejalan dengan komitmen bersama ASEAN.

Kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat untuk memanfaatkan potensi millet bagi masyarakat, lingkungan dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

“Setiap pemangku kepentingan dari hulu hingga hilir pada rantai pasok millet mempunyai peran yang penting dalam mendukung pemanfaatan potensi millet,” tambahnya.

Duta Besar India untuk ASEAN Jayant N. Khobragade menyampaikan, festival millet ini sebagai salah satu implementasi dari pertemuan ASEAN – India Summit 2023 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 7 September 2023 di Jakarta, di mana salah satu poin penting dari pertemuan tersebut adalah menyepakati komitmen pemimpin ASEAN dalam  penguatan ketahanan pangan dan gizi menghadapi ancaman krisis.

“Hasil pertemuan ASEAN – India  pada September 2023, menyebutkan bahwa millet menjadi salah satu elemen penting dalam memastikan ketahanan pangan. Dan karena itu, festival millet ini merupakan hal yang sangat baik dalam membangun kerangka kemitraan yang kuat antara ASEAN dan India.” ujarnya.

Tekad untuk membangun basis penganekaragaman yang kuat mendapat dukungan penuh dari Kepala NFA Arief Prasetyo Adi. Hal itu ditegaskannya dalam keterangan terpisah.

“Penganekaragaman pangan ini penting, jadi kenyang tidak harus nasi karena sumber karbohidrat mestinya tidak hanya nasi. Ada banyak ragam pangan sumber karbohidrat yang bisa kita optimalkan. Pada saat yang sama juga kita harus sampaikan jika ini harus seimbang dengan kebutuhan sumber protein dan serat,” ujar Arief.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA Rinna Syawal dalam sesi diskusi panel rangkaian Festival Millet menyampaikan, berbagai kebijakan dan strategi yang telah dilakukan pemerintah Indonesia melalui Badan Pangan Nasional dalam memperkenalkan dan mendorong masyarakat mengonsumsi millet sebagai pangan alternatif sumber karbohidrat.

“Selain regulasi tentang penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal, NFA juga terus gencar melakukan promosi, edukasi, sosialisasi dan kampanye serta mendorong dan membina industri pangan untuk menggunakan millet sebagai bahan baku produk,” jelasnya.

Rinna menambahkan, adapun jenis millet yang terdapat di Indonesia yaitu foxtail millet di Jawa, Sulawesi, dan Maluku (hotong), barnyard millet di Sumbawa dan Sulawesi, finger millet di Sumatera dan Jawa, proso millet di Flores, dan Sorghum ditemukan di Nusa Tenggara.

FAO Representative for Indonesia and Timor Leste Rajendra Aryal mengatakan bahwa saat ini semua negara perlu menjaga ketersediaan pangannya dan millet memiliki peran penting dalam diversifikasi tanaman pangan.

“Selama ini kita sudah melupakan millet dan menggantikannya dengan nasi. Saya kira ini waktu nya kita kembali mempromosikan millet sebagai tanaman dan pangan alternatif dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada NFA yang telah mengambil peran dalam mempromosikan millet di Indonesia,” ungkapnya.

Rajendra mengakui jika FAO sangat mendukung permohonan India untuk menetapkan tahun 2023 sebagai International Year of Millets yang akhirnya telah disetujui oleh UN General Assembly. [Shanty Rd]

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles