Jakarta, sinar- berita.com|sebagai penyelenggara program pelatihan intensif (bootcamp) IT terdepan di Indonesia, Hactiv8 berkolaborasi dengan Meta mengajak anak muda untuk turut meramaikan pesta demokrasi melalui kompetisi Augmented Reality (AR) bertajuk Arlection di Jakarta, Jumat (24/11/2023).
Kompetisi ini menuntut para peserta menciptakan efek atau filter di Instagram dan Facebook yang membawa energi positif bertemakan Pemilu 2024, dengan menggunakan teknologi AR, sebagai bentuk dukungan dalam menciptakan karya yang kreatif dan unik.
President Hacktiv8 Juventia Vicky mengatakan, sejalan komitmen mempercepat pertumbuhan talenta digital di Indonesia, pihaknya berkolaborasi dengan Meta mengajak anak muda untuk meningkatkan keahlian mereka dalam menciptakan karya menggunakan teknologi AR melalui kompetisi ARlection.
“Melalui kompetisi ini juga, kami ingin meningkatkan kesadaran anak muda untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024, mengingat peserta pemilu 2024 didominasi oleh anak muda,” ungkap Juventia Vicky.
Sejak 2019, Meta telah menjadi mitra resmi Hacktiv8, meluncurkan berbagai program pelatihan untuk mentransformasi pemula menjadi talenta digital yang berkompeten, mulai dari pemberian beasiswa program pelatihan JavaScript, menjalankan berbagai proyek menggunakan aplikasi Meta Spark, hingga membuka pembelajaran virtual melalui Meta Akademi.
Manajer Program Kebijakan dari Meta Dessy Sukendar mengatakan, perkembangan teknologi AR yang semakin cepat menandakan bahwa kita semakin dekat dengan kecanggihan teknologi di masa depan.
“Hal ini mendorong kami untuk berkolaborasi dengan.Hacktiv8 dalam mempercepat pertumbuhan talenta-talenta digital yang kompeten dan siap menghadapi perkembangan teknologi yang dinamis,” ujarnya.
Kompetisi ARlection ini juga menggandeng Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan partisipasi anak muda untuk menyumbangkan suaranya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan diselenggarakan Februari 2024 mendatang.
Komisioner KPU RI Betty Epsilon Idroos mengungkapakan, sebagai lembaga pemerintah KPU memiliki kewajiban menyampaikan semua informasi penyelenggaraan Pemilu ke masyarakat, KPU mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Hacktiv8 dan Meta.
Melalui kompetisi Arlection, lanjut Betty, KPU mengundang partisipasi aktif masyarakat, termasuk anak muda, dalam menyampaikan suaranya dengan baik pada tahun pemilu mendatang.
“Apresiasi saya berikan kepada Meta dan Hacktiv8, atas upayanya dalam mendorong program yang memanfaatkan teknologi untuk membuat partisipasi masyarakat dalam pemilu mendatang semakin kreatif,” ujarnya.
Sependapat dengan KPU, Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengatakan, Bawaslu sebagai badan yang bertugas mengawasi jalannya Pemilu menilai kompetisi ini merupakan cara baru untuk meningkatkan kesadaran politik anak muda dan menjalani Pemilu ini sesuai prinsip bebas dan adil.
“Bawaslu selalu siap berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menyuarakan pentingnya menangkal informasi bohong di sosial media. Untuk itu, apresiasi saya berikan kepada Meta dan Hacktiv8, atas inisiatifnya mendorong program yang menarik dan memanfaatkan teknologi untuk membuat partisipasi masyarakat lebih menarik,” tutur Lolly Suhenty [Shanty Rd]







