Jakarta, sinar–berita.com|13 Desember 2023 – WINGS Group Indonesia melanjutkan kolaborasinya bersama UNICEF Indonesia UNICEF untuk mempercepat akses air, sanitasi, dan kebersihan (Wash), yang dikelola dengan aman. Kolaborasi jilid dua ini fokus pada pengelolaan sekolah sehat dan ramah lingkungan melalui layanan inklusif guna meningkatkan partisipasi anak di sekolah dan kegiatan sosial.
Saat ini, tantangan sanitasi dan kebersihan sebagian besar terjadi di sekolah. Data Profil Sanitasi Sekolah tahun 2022, 71% satuan Pendidikan atau hampir 27 juta anak Indonesia tidak memiliki akses layanan sanitasi dasar di sekolah.
Rasa tidak nyaman akibat fasilitas Wash yang kurang memadai, berkontribusi pada tingginya angka putus sekolah. Hampir 50% angka putus sekolah lebih tinggi diamati di sekolah yang tidak memiliki fasilitas sanitasi sekolah yang memadai dibandingkan dengan sekolah yang memiliki fasilitas sanitasi yang memenuhi layanan dasar.
Direktur Marketing WINGS Group Indonesia Hirajati Natawiria menyoroti pentingnya akses Wash di sekolah guna menghadirkan lingkungan yang bersih dan sehat bagi anak bermain dan belajar.
“Lembaga pendidikan dan support system-nya merupakan elemen penting untuk mendukung berbagai praktik sehat, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga manajemen kebersihan saat menstruasi. Inisiatif WINGS Group untuk melanjutkan kolaborasi ini diharapkan dapat meneruskan tongkat estafet WINGS for UNICEF dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yang telah diwujudkan di kerja sama sebelumnya,“ ungkap Hirajati Natawiria.

Dalam program WINGS for UNICEF jilid dua ini, WINGS Group melalui UNICEF Indonesia fokus pada tiga kegiatan utama untuk mengakselerasi percepatan akses WASH di sekolah yakni, penguatan kebijakan dan peningkatan kesadaran publik, peningkatan kapasitas, dan peningkatan fasilitas WASH di sekolah.
Upaya dan inisiatif ini telah merangkul lebih dari satu juta anak Indonesia sebagai penerima bantuan program sanitasi aman dan penanggulangan Covid-19, yang diwujudkan melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, organisasi lingkungan, hingga relawan setempat untuk melakukan sosialisasi, edukasi, dan distribusi produk pendukung PHBS di masyarakat, di 5.000 sekolah dan madrasah di Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, Aceh, dan Papua.[Shanty Rd]







