Kamis, Oktober 15, 2026

BBKSDA Riau Diharapkan Cepat Bekerja Atasi Rasa Cemas Warga Tasik Serai Timur

BENGKALIS RIAU, SINAR-BERITA.COM – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)provinsi Riau dan aparat terkait didesak masyarakat desa Tasik Serai Timur Talang Muandau Bengkalis Riau,  untuk segera turun tangan agar tidak terjadi kembali  korban  akibat dimangsa harimau yang berkeliaran di desa Tasik Serai Timur kecamatan Talang Muandau Bengkalis. 

Sebelumnya, masyarakat menemukan In (30) warga petani desa Tasik Serai Timur, tewas dalam keadaan mengenaskan dengan kepala terpisah dari tubuh, di pagi hari sekitar pukul 08.45 Wib, Rabu (6/4/22). 

Polisi mengonfirmasi, melihat kondisi jasad korban In, menduga korban diterkam harimau.  

“Korban diperkirakan diterkam harimau, karena di dekat situ ditemukan jejak harimau,” kata Kapolsek Pinggir Kompol Maitartika di Bengkalis.

Menurut Maitartika, mayat korban ditemukan tanpa kepala , yang kemudian ditemukan setelah dilakukan pencarian disekitar Km.68, dan tidak jauh dari penemuan korban, terdapat jejak kaki harimau.

Maitartika menambahkan, pihaknya  masih melakukan pendalaman terkait kronologi mengerikan itu, dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi korban ditemukan tewas. Pihaknya juga meminta semua pihak bersabar menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari petugas, yang akan segera disampaikan. 

Plh. Kepala BBKSDA provinsi Riau Hartono yang dikonfirmasi di kantornya, sehari  setelah kejadian itu mengatakan, pihaknya telah memasang  sebanyak lima kamera trap (trapcameras) dikawasan hutan Giam Siak Kecil. 

Dirinya juga menjelaskan, kawasan ditemukannya korban Indra, sampai kawasan hutan Giam Siak kecil , merupakan habitat dimana harimau Sumatera kerap berkeliaran. 

Namun jelang petang hari, Selasa (12/4/22), redaksi SINAR-BERITA menerima tayangan video yang direkam dengan ponsel seorang warga memperlihatkan seekor harimau mendatangi halaman rumah warga yang memperdengarkan ketakutan salahsatu warga. 

Di hari yang sama, kepala desa Tasik Serai Timur Erwin Siahaan mengeluarkan surat himbauan agar masyarakat setempat tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak, khususnya hutan Giam Siak Kecil. 

Erwin juga mengharapkan masyarakat memberi data yang akurat tentang keberadaan hewan buas tersebut, agar tidak menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang meluas.

Informasi yang beredar, sehari sebelum ditemukan tewas, korban diketahui pergi mencari madu ke hutan Bagan Benio.Namun hingga larut malam korban tak kunjung pulang.

Esoknya, anggota keluarga korban bersama beberapa warga memutuskan pergi mencari korban, hingga menemukannya dalam keadaan diduga dimangsa harimau.[fransisco/pr]

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles