Kulonprogo, sinar berita|Momentum tahun 2024 bingar bingar pesta demokrasi Pilkada di kabupaten Kulonprogo, Generasi Muda Kulonprogo (GMK) coba sampaikan pesan kepada masyarakat dengan memasang baliho figur salahsatu pembina Generasi Muda Kulonprogo yakni Yusron Martofa di beberapa titik di wilayah kabupaten Kulonprogo, dengan ungkapan pesan-pesan moral untuk Pilkada damai, khususnya di kabupaten Kulonprogo Yogyakarta.
Acara tersebut di isi dengan kegiatan utama yaitu pentas seni apresiasi musik pemuda kulon Progo kemudian sambutan dan apresiasi dari Bupati kulon Progo disampaikan melalui Drs H. Mulyono Wakil bupati kulon Progo waktu itu sedangkan respon positif juga mengalir disampaikan oleh Wakil ketua DPRD Kabupaten kulon Progo Drs Sarwidi melalui sambutannya di acara tersebut sebagai bentuk dukungan moral untuk generasi muda kulon Progo.
Yusron Martofa, sebagai salahsatu tokoh masyarakat di Kulonprogo, diketahui akan maju dalam calon wakil Bupati Kulonprogo di Pilkada 2024.

Ketua GMK Kulonprogo Yogyakarta Budi Legowo Santoso menyampaikan dalam keterangan tertulisnya, bentuk kepedulian dan gotong royong sebagai kebersamaan dalam menjaga sentra Komunikasi, menjadi motivasi penting dalam setiap aksi menginspirasi perubahan.
Dituturkannya GMK Kulonprogo coba sisipkan harapan besar di tahun 2024, melalui pembina GMK Yusron Martofa dengan harapan mendapatkan rekomendasi dari partai politik untuk maju cawabup pilkada di kabupaten kulon Progo 2024.
“Harapan dari slogan kita selama ini dari 2009, menjadi tema kegiatan generasi mudanya dari desa ke desa, ‘Tunjukkan Pada Dunia Bahwa Kita Ada’, sekarang kita cetuskan kembali dalam momentum Pilkada di 2024, menjadi peran serta Generasi Muda Kulonprogo (GMK) ikut berperan aktif mengawal perubahan melalui karya guna memajukan daerahnya bersama kearifan lokal yang ada,” sambung Budi Legoowo Santoso di Kulonprogo, Jumat (26/7/2024).
Lebih lanjut budi menceritakan, Generasi Muda Kulonprogo (GMK) dibentuk pada Pebruari 2009 di Gazebo Alun-Alun Wates, dan menunjuk dirinya sebagai ketua GMK hingga saat ini.
Dijelaskannya, pembentukan GMK tahun 2009 adalah sebagai sarana berekspresi dan berkreasi dalam pengembangan sumberdaya manusia, melalui karya ide agar berdaya guna kemudian sebagai pembelajaran bersama yang bersifat langsung untuk edukasi kegiatan positif dalam orentasi membangun kesadaran kolektif.

“Ini hanyalah aksi kecil yang dilakukan oleh anak bangsa, yang mencoba memberikan andil dalam mengisi pembangunan di suatu wilayah yang kecil pula akan tetapi hal itu akan menjadi besar manakala dilakukan dalam waktu dan tempat yang tepat,” imbuh Budi Legowo Santoso.[***]







