Jakarta, sinarberita|Dosen Hukum Tata Negara FH Universitas Krisnadwipayana Dr. Teguh Satya Bhakti SH MH CTL menegaskan keyakinannya, presiden terpilih Prabowo Subianto akan menepati janjinya, pasca pelantikan Presiden beberapa hari yang akan datang.
Ia menjelaskan, Prabowo Subianto memiliki latar belakang seorang prajurit TNI berpangkat jenderal, memiliki identifikasi karakter, melakukan apa yang diucapkan.
Menurutnya, persoalan kenaikan anggaran Mahkamah Agung dan badan peradilan serta pemenuhan hak hak konstitusional hakim di Indonesia saat ini lebih pada persoalan political will (kehendak politik) seorang presiden.
Teguh Satya Bhakti menjelaskan, selaku kepala pemerintahan, presiden memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahannya, dapat memerintahkan menteri Keuangan untuk mengalokasikan kenaikan anggaran Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya, termasuk juga kenaikan gaji serta hak hak konstitusional yang melekat pada hakim, tanpa harus berkoordinasi atau mendapatkan persetujuan dari lembaga negara lainnya.

“Pelaksanaan komitmen yang demikian, akan memudahkan prabowo sebagai presiden dalam menjalankan visi dan misinya di bidang hukum dalam pemerintahannya lima tahun kedepan,
Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya adalah organ terpenting dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia, yang pelaksanaannya dilakukan oleh para hakim,” jelas Teguh.
Hal itu dikemukakan oleh Teguh Satya Bhakti menyikapi aksi cuti massal yang dilakukan hakim mulai tanggal 7 hingga 11 Oktober 2024, dan Audiensi yang dilakukan oleh Solidaritas Hakim Indonesia (SHI) ke berbagai lembaga negara.
Dalam audiensi yang dilakukan oleh SHI dengan DPR RI Selasa (8/10/2024), melalui sambungan telepon dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk memperbaiki gaji hakim agar lembaga yudikatif di Indonesia itu semakin kuat.

“Saudara-saudara sekalian, saya diberitahu oleh Profesor Dasco bahwa ada pertemuan antara Saudara-saudara perwakilan dari para hakim dengan pimpinan DPR. Saya memang menaruh perhatian yang sangat besar sudah sejak lama terhadap para hakim. Saya berpendapat bahwa yudikatif kita harus sangat kuat,” kata Prabowo ketika itu.
Edited By: Richard Arto







