Jakarta, sinar–berita.com|Belum tercapainya target penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia, menjadi tantangan penting disektor kesehatan. Merujuk dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, AKB turun dari 26 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2010 menjadi 16 sampai dengan 85 per kelahiran hidup pada tahun 2020.
Namun angka itu masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara Asean seperti Malaysia sebesar 21, Thailand 89 dan Singapura 7, sementara Indonesia hingga 2024, tercatat 4.151 kematian ibu secara nasional rata-rata 691 kasus per bulanalias masih jauh dari target dan harapan.
Oleh sebab itu, Yayasan Project HOPE sejak tahun 2022 dengan dukungan dari Give 2 Asia dan Jhonson & Jhonson Foundation telah melaksanakan Program Expanding Saving Lives at Birth (ESLAB) di empat kabupaten Grobogan, Sampang, Indramayu, dan Sumedang.
Sebagai bagian dari penutupan program, dan upaya mendekomentasikan praktik baik, bertempat di Hotel Swiss Berlin Kemayoran Jakarta, Selasa (15-7-25), digelar acara menyuarakan inisiatif, dengan tujuan menyelamatkan lebih banyak nyawa ibu dan bayi di Indonesia.
Acara ini menghadirkan perwakilan dari empat Dinas Kesehatan Kabupaten, pelaksana, perwakilan kader, dan Akademisi serta pejabat dari kementerian dalam negeri dan Bappenas yang bertujuan untuk mengidentifikasi praktik baik dan merumuskan rekomendasi agar dampak program dapat terus berkelanjutan.
“ESLAB bukan sekedar proyek, melainkan gerakan peningkatan kualitas layanan yang menempatkan ibu dan bayi sebagai pusat perhatian ” ujar perwakilan Yayasan Project HOPE Indobesia.

Contry Advisor Myriad USA Yuanita Theodora mengatakan, ESLAB adalah contoh bagaimana donasi bisa diterjemahkan menjadi intervensi yang revelan, berkelanjutan, dan impaknya dirasakan secara langsung ke masyarakat.
Lebih lanjut Yuanita menjelaskan, untuk kedepannya, mulai Juli 2025, YPH akan mengimplestasikan program baru bertajuk, ‘Her Way’ (Healthy, Infomed, and Resilent For every girl andiwomen) atau Sehat, Kaya Pengetahuan, dan Resillen.
Didukung oleh Kimberlly-Clark Corpiration, program ini ditujukan untuk membentuk, memberdayakan remaja putri dan perempuan muda di Indonesia agar menjalani transisi hidup dengan percaya diri, pengetahuan memadai dan akses kesehatan yang berkualitas.[Maria]







