BENGKALIS, sinar-berita.com |- Pembangunan yang gencar disuarakan oleh para pemegang kebijakan di negeri tercinta ini merupakan pengejawantahan dari amanat penderitaan rakyat (Ampera), mesti diwujudkan secara nyata dan merata.
Dasar itulah yang dijadikan para pemegang kebijakan di negeri ini, sebagai dalih utama untuk menggenjot pembangunan diberbagai sektor demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkemakmuran, berkecerdasan, dan berkemajuan dalam bingkai NKRI.
Namun nampaknya, Hal itu tidak merata dilakukan, bahkan di era presiden Joko Widodo, yang menerapkan alokasi dana Desa yang setiap tahun cenderung ditambah nilainya.

Lebih dari 55 kepala keluarga (KK) warga yang tersebar di desa Tasik Betung di kecamatan Sungai Mandau (Siak), desa Tasik Tebing Serai jalan Pematang Kulim, dusun Dua Tanjung Potai RT003 RW004 Kilometer 75 kecamatan Talang Muandau Bengkalis Riau, belum dapat menikmati aliran listrik.
PT PLN (persero), yang adalah badan usaha milik negara (BUMN), terkesan belum sanggup memenuhi salahsatu kebutuhan vital masyarakat Bengkalis, yang dikepung oleh banyak perusahaan pembangkit listrik itu.

Seorang perangkat desa dan warga sekitar mengaku,sejak Indonesia merdeka masyarakat sudah mendambakan penerangan fasilitas berupa penerang listrik, dari perusahaan BUMN PLN (Persero).
“Sejak tahun 2019, kami sudah melayangkan surat permohon agar mendapatkan fasilitas penerangan listrik dari PLN, dan untuk menjawab rasa penasaran, kami warga, telah mendatangi langsung kantor PLN cabang Perawang Barat di jalan Muhammad Ali Tualang Siak Riau, pada tanggal 27 April 2021 lalu,” aku warga ini.
Di kantor PLN cabang Perawang, warga diterima oleh petugas PLN bernama Irfan dan Agus yang mengatakan akan menyanyakan hal tersebut kepada atasannya, Yadi, dan Manager PLN setempat bernama Buyung atau sering disapa bapak Bege.
“Hingga saat ini, masih sebatas survei terus sampe beberapa kali. Pemasangan tiang listrik dan kabel listrik dari PLN belum juga terwujud. Menikmati penerangan listrik, masih sebatas angan angan belaka” katanya lirih.
Padahal, imbuhnya, warga bersedia membayar Rp3juta untuk pemasangan arus listrik berdaya 900 volt amphere (VA).
Diakui oleh seorang pengurus RT desa Tasik Tebing Serai Bastran, dan kepala desa Tasik Betung Anas, mereka sudah menunggu terlalu lama, kapan aliran listrik dapat dihantar untuk mereka nikmati.
“Sampai saat ini kami hanya menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Kurang maksimal, karena kebutuhan penerangan untuk belajar anak-anak dan cucu dirasakan kurang stabil, ditambah lagi untuk kebutuhan menanak nasi, setrika pakaian dan kebutuhan sehari-hari lainnya, keluh mereka sepakat.
Warga lainnya yakni Pardomuan, Junjungan, Horison dan lainnya berharap, dengan adanya suplai listrik di desa yang mereka diami, tentu akan banyak warga yang bisa menetap, dan perekonomian setempat akan membaik dan makin sejahtera, kualitas hidup masyarakatnya akan lebih meningkat.

“Pekerjaan kami saat ini hanya petani dan berkebun. Dengan rasa niat, meskipun jarak tempuh hingga dua jam menggunakan kendaraan roda empat sewaan, kami ingin secepatnya dapat menikmati penerangan dari PT PLN (Persero).
Diceritakan, manager PLN cabang Perawang Barat, Buyung, pernah datang untuk survei di lokasi dan mengatakan, surat permohonan warga beserta photo lokasi yang akan disalurkan listrik, sudah sampai di PLN pusat di Pekanbaru. Bahkan Buyung mengaku, tidak ada kendala serta berharap akhir tahun 2021, tiang listrik sudah ada dilokasi. Namun hasilnya, nihil belaka.
Petugas PLN cabang Perawang Barat Agus, yang dikonfirmasi oleh jurnalis Sinar Berita Roniko Sianturi beberapa waktu lalu, meminta warga bersabar dan berjanji awal tahun 2022 kemungkinan besar listrik akan telah dihantar.
Setelah menunggu beberapa bulan, pada tanggal 25 Mei 2022, Roniko Sianturi kembali menghubungi langsung Manager PLN cabang Perawang Barat, Buyung.
saat berkomunikasi langsung dengan manager PT PLN (persero) Perawang Barat Siak yang akrab disapa dengan panggilan ‘bapak Bege’ ini mengatakan bahwa dana tidak mencukupi, dan butuh anggaran besar untuk menyalurkan listrik ke lokasi dimaksud.
Melalui jurnalis Sinar Berita Roniko Sianturi, warga di beberapa desa di kecamatan Talang Muandau dan Sungai Mandau Bengkalis Riau mengharapkan perhatian dari pemerintah pusat. Karena selain tanpa aliran listrik, daerah itu juga termasuk area ‘blankspot’ alias tak ada sinyal (signal).
“Kepada bapak Erick Thohir selaku menteri BUMN, khususnya bapak presiden Joko Widodo, kami warga disini minta tolong dengan sangat agar listrik masuk ke tempat pemukiman kami secepatnya, karena kami sudah menunggu terlalu lama, dari tahun 2019 kami membuat surat permohonan, sampai saat ini tgl 13 juni 2022, belum juga dikabulkan” harap mereka sepakat.[Roniko S.]







