Sabtu, Oktober 17, 2026

Sejauh Mata Memandang Hadirkan Pameran Kisah Punah Kita dan Sejauh Rumah Kita di Yogyakarta

YOGYAKARTA, sinar-berita.com |- Sebagai jenama yang berkomitmen untuk lebih bertanggungjawab dan mendukung kegiatan-kegiatan yang bertujuan merawat Bumi, Sejauh Mata Memandang ikut ambil bagian dalam acara ARTJOG 2022, menghadirkan pameran instalasi bertajuk ‘Kisah Punah Kita’ yang dibuka untuk umum dari tanggal 8 Juli sampai 4 September 2022, bertempat di Jogja Nasional Museum (JNM), Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dan sebagai kegiatan sambungan dari ARTJOG tersebut, Sejauh Mata Memandang juga menghadirkan ‘Sejauh Rumah Kita’, tempat di mana konsumen bisa mendapatkan produk-produk Sejauh, dan juga belajar serta  berinteraksi dengan berbagai komunitas melalui berbagai acara yang rutin diadakan secara terjadwal.

Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang Chitra Subyakto

‘Sejauh Rumah Kita’ berlokasi di Rumah Simbah Studio, sebuah bangunan yang kental nuansa Jawa dan didirikan pada tahun 1950an di  NGI/1301 Jl Kampung Ngadiwinatan, Ngampilan, Yogyakarta 55261.

‘Kisah Punah Kita’ adalah pameran ke-14 yang telah diselenggarakan oleh Sejauh Mata Memandang, dan juga kali pertama ikut serta dalam ARTJOG, pameran seni rupa kontemporer terbesar di Indonesia yang sudah berlangsung sejak tahun 2008.

Kali ini ARTJOGmengusung tema kesadaran atau `expanding awareness’, yang mengangkat arti kesadaran yang tidak hanya terbatas pada kesadaran kritis manusia tentang berbagai permasalahan yang tengah terjadi.

Lebih dari itu, juga ajakan kepada para pengunjung untuk membuka mata bahwa pameran seni itu sendiri merupakan sebuah ruang pertukaran pengetahuan yang dilakukan dengan penuh kesadaran, dimana melalui kesadaran ini, ada optimisme yang ikut tergaungkan, bahwa kontribusi kecil individu untuk kebaikan sesama makhluk hidup akan memberikan dampak yang baik pada masa yang akan datang.

Selaras dengan pilar utama, Sejauh Mata Memandang terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan semakin gentingnya permasalahan lingkungan hidup yang perlu ditindaklanjuti bersama, baik dari perubahan perilaku maupun tindakan nyata.

Memanfaatkan area utama ARTJOG 2022, “Kisah Punah Kita” adalah instalasi seni sebagai pengingat betapa dekatnya kita dengan kepunahan, namun hal tersebut sebenarnya masih bisa dicegah dengan melakukan hal-hal nyata. Seni adalah medium yang berbicara lewat rasa, menghibur dan lebih mudah diterima dan dipahami, sehingga instalasi seni Kisah Punah Kita juga dibuat dengan pendekatan sederhana dan memanfaatkan berbagai bahan sehari-hari sebagai medium untuk menyampaikan pesan.

Pengunjung diajak berinteraksi dan berkaca, serta akhirnya sadar bahwa kita adalah juga spesies yang akan punah akibat ulah kita sendiri. Diharapkan dari kesadaran ini, akan timbul kepedulian dan pada akhirnya menjadi sebuah tindakan nyata. “Kisah Punah Kita” didukung penuh oleh ARTJOG, Lynx Films, Samsung, Taco, Cuit, Haka Sumatra, Forum Konservasi Leuser, Magnifique, Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Mata Studio.

Sedangkan “Sejauh Rumah Kita” sebagai kelanjutan dari keterlibatan Sejauh di ARTJOG 2022 dibuka tiap hari pukul 10.00 sampai dengan 18.00 WIB berfungsi sebagai tempat untuk belajar dan terbuka untuk masyarakat umum yang telah mendaftar sebelumnya.

Acara workshop rutin dilakukan setiap hari Sabtu dan dibagi dalam dua sesi, pagi dan sore dengan materi beragam seputar slow living, praktik-praktik sederhana dalam menjaga lingkungan, serta berbagai tips yang akan dibagikan oleh pemateri dari berbagai komunitas di Yogyakarta.

Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang menjelaskan, Sejauh Mata Memandang senang dapat berpartisipasi dan menjadi bagian dari ARTJOG 2022 lewat pameran instalasi ‘Kisah Punah Kita’, dan mengajak masyarakat agar semakin sadar akan adanya krisis iklim dan menjadi bagian dari solusi. Dengan semakin banyak masyarakat yang sadar, maka diharapkan banyak tindakan nyata dilakukan dan kepunahan bisa diperlambat.

“Sejauh Rumah Kita adalah kegiatan lanjutan dari instalasi di ARTJOG yang memberi jawaban atas pertanyaan setelah sadar, kegiatan nyata apa yang bisa kita lakukan, yakni dengan melibatkan berbagai komunitas yang telah menjalani slow living dan berbagi ilmu serta tips dalam merawat bumi” papar Chitra Subyakto.[Shanty Rd]

 

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

Muhammad Kadafi, Ketua DP Lintas Angkatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI 2026–2031

Jakarta,  Bertempat Gedung LEMHANAS RI Jakarta, Muhammad Kadafi resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Lintas Angkatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia...

Empat Kali Aksi Massa, PT. Sinar Land Belum Ada Penyelesaian, Masyarakat dan Mahasiswa Siap Lanjutkan ke DPR dan Istana Negara

Jakarta, sinar-berita.com|Untuk keempat kalinya, masyarakat dan elemen Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS), kembali menggelar aksi demonstrasi di kantor Sinar Mas...

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...
- Advertisement -

Latest Articles