Kamis, Oktober 15, 2026

Cilacap Samudera (ASHA) mengadopsi teknologi Akuakultur Norwegia untuk tingkatkan produktivitas

JAKARTA, sinar-berita.com | – PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. (ASHA) mengumumkan telah berkolaborasi dengan Norwegian Engineers and Architects AS (NAS) terkait rencana implementasi teknologi termutakhir akuakultur di Indonesia, Senin (8/8/2022).

Kerja sama itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman oleh komisaris utama ASHA, Asman dengan Direktur Utama NAS, Svein Gunnar Endresen serta disaksikan oleh Direktur Utama ASHA, William Sutioso dan Representatif NAS di Indonesia, Widya Utama.

Dalam kesepakatan itu, Perseroan berharap dapat mengadopsi teknologi terbaru yang dikembangkan Norwegian Engineers and Architects AS (NAS) untuk meningkatkan produktivitas perikanan demi memenuhi permintaan perikanan.

“Kami sengaja bekerjasama dengan pihak NAS karena mereka sudah terdepan dalam hal teknologi budidaya perikanan. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia terkenal dengan salmon norwey, akan tetapi, kita tidak bisa membudidayakannya di negara tropis. Meskipun demikian, kita dapat mengadopsi teknologi Norwegia untuk mengembangkan budidaya ikan di negara tropis.” tutur William.

Dalam implementasinya, perusahaan asal Norwegia ini akan mengirim para ahli untuk melakukan feasibility studies terkait akuakultur di Indonesia. Lebih detail, para peneliti akan menerapkan akuakultur dengan system closed-loop, yaitu system pembudidayaan komoditas perikanan di darat dengan metode ruang tertutup.

“Dengan menerapkan (closed-loop) system ini, bio-security dapat dikontrol. Berbeda dengan budidaya di lepas pantai yang jauh lebih riskan mengingat banyak faktor eksternal yang tidak dapat kita kontrol” jelas William.

Langkah ini juga jauh dianggap ramah lingkungan karena limbah sisa budidaya (bio-waste) dapat dikontrol sehingga mengurangi pencemaran lingkungan.

Kajian tersebut rencananya akan dilakukan di daerah Lombok di atas lahan seluas 30 hektar. Area ini sengaja dipilih mengingat sanitasi air di wilayah tersebut masih bersih serta jauh dari lingkungan pabrik. Dengan adanya perlakuan tersebut, Perseroan berharap dapat menghasilkan ikan berkualitas tinggi dengan jumlah produktivitas yang besar.

Dalam acara penandatangan kesepakatan ini, Presiden Direktur PT CSFI Tbk, William Sutioso, menyatakan nilai kerja sama ini diprediksi menyentuh angka US$80 juta di mana 85% dana pengembangannya diperoleh dari soft loan yang disediakan pemerintah Norwegia.

William berharap pengadopsian teknologi NAS dapat mengurangi hambatan proses budidaya perikanan dari segi infrastruktur. Adapun komoditas yang akan dibudidayakan, yakni udang vaname, ikan baramundi, dan lobster.

Sebagai representatif dari Norwegian Engineers and Architects AS di Indonesia, Widya Utama, mengatakan, dengan menggunakan teknologi NAS untuk sektor perikanan, Indonesia bisa menjadi role model dalam budidaya ikan yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan harapan Bank Dunia agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan komoditas perikanan di seluruh dunia.

Terkait implementasi teknologi NAS, ASHA berharap proses instalasi infrastruktur yang akan digunakan dapat rampung pada Q4 2023 sehingga proses produksi dapat dilakukan pada awal 2024. Proyeksi produksi akuakultur ini ditargetkan mencapai 3.000-5.000 ton dengan kualitas premium yang akan difokuskan untuk pemenuhan permintaan pasar Eropa dan Amerika.

Widya juga menegaskan langkah ini perlu ditempuh untuk meningkatkan hasil produksi. Menurutnya, tanpa implementasi akuakultur jumlah produksi perikanan akan stagnan sehingga tidak dapat mengimbangi peningkatan permintaan pangan yang diprediksi mencapai 70% di tahun 2030 mendatang.

Di samping itu, penerapan teknologi akuakultur di Indonesia juga dapat mengatasi masalah kualitas komoditas perikanan yang kurang baik. Dalam pernyataannya, Widya menjelaskan bahwa Indonesia adalah produsen terbesar ke-4 penghasil udang vaname, sayangnya kualitasnya dinilai masih kurang baik.

Dengan adanya penerapan Recirculating Aquaculture System (RAS) di dalam kolam dengan kontrol kebersihan air yang selalu dijaga, komoditas perikanan yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan sehat. Apabila teknologi ini berhasil diimplementasikan, Widya optimis Indonesia dapat menjadi penghasil ikan baramundi atau asian salmon berkualitas premium. [Shanty Rd]

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles