JAKARTA, sinar-berita.com | – Ratusan Wartawan yang tergabung dalam Koalisi Wartawan Indonesia Bersatoe (KWIB) akhirnya bergerak dengan melakukan aksi untuk memberi dukungan terhadap rekan mereka sesama Jurnalis di Karawang terkait penganiayaan, pengancaman, tindak kekerasan sampai disuruh minum air seni. Aksi digelar di dua lokasi yaitu Kemendagri dan Mabes Polri.
“Penggalangan solidaritas dan aksi Nasional ini kami gelar sebagai bentuk keprihatinan insan Pers atas dua wartawan Karawang.” kata Dankorlap aksi Alex didepan kantor Kemendagri RI, Kamis (29/9/2022).
Akex juga menyebut dalam aksi kali ini didukung berbagai Organisasi kewartawanan, Lembaga kontrol sosial lainya, dan organisasi Advokat.

“Sedikitnya ada 23 Organisasi dan Lembaga yang mendukung gerakan kita.” katanya.
Kordinator lapangan (Korlap) aksi, Ferry, juga menyampaikan aksi solideritas itu tidak mengatas namakan satu atau atau dua organisasi dan media, akan tetapi semua menjadi satu dalam koalisi Wartawan Indonesia Bersatoe.
“Kita bersatu dan saling mendukung disini.” ujarnya.
Berdasarkan data yang diterimanya Ferry merinci aksi didukung oleh KWRI, AWDI, KOWAPI,MOI, IWO, FWJ, FORWABI, AWPI, SWI, FORJUNIS,FWBB, PWNI, GAPTA, AKRINDO, Konggres Advokat Indonesia (KAI), Peradi DPC Jakarta Timur, APPI, GWI dan LP3K- RI.
Pengacara Koalisi Agustian Effendi SH, didampingi Richad Wiliam memberikan keterangan terkait aksi dimana menyerukan beberapa tuntutan.

“Hasilnya cukup baik, perwakilan peserta aksi diterima oleh Hario selaku inspektorat Kemendagri dan Direktur Fasilitasi kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah (FĶKPD) Cheka Virgowansyah.” jelasnya.
Ada beberapa tuntutan yang diajukan ke Kemendagri lanjutnya yakni, Mendesak Mendagri segera memanggil Bupati Karawang, mendesak Mendagri melalui bupati Karawang mencopot Oknum Pemkab Karawang Asep Aang selaku Kadis BPPSDM, mencopot bupati Karawang yang dengan sengaja melindungi oknum Pemkab Karawang, dengan cara mau menyuap korban sebesar Rp100 juta, mendorong Mendagri untuk memproses hukum para oknum Pemkab Karawang untuk segera diproses hukum secara transparan.
“Tadi Inspektorat Kemendagri bersama Direktur Fasilitas Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah ( FKKPD ) Cheka Virgowansyah sudah menyatakan mereka akan memanggil bupati Karawang Cellica Nuracha Diana.” beber Agustian.

Mereka juga menegaskan akan melanjutkan aksi berikutnya, Senin 3 Oktober mendatang, karena mereka berjanji akan berikan hasil laporan pelanggaran Bupati Karawang.
Sementara peserta aksi koalisi Wartawan Indonesia Bersatoe yang mendatangi Mabes Polri mendesak Kapolres Karawang segera dicopot. Hasil yang diterima perwakilan aksi dari Divisi Humas Mabes Polri AKBP Rina Karmila Sari menyatakan, akan mendalami kasus tersebut dan segera menarik penanganan kasusnya di Mabes Polri.
Sebelumnya dikabarkan, Polres Karawang baru melakukan penetapan tersangka terhadap tiga pelaku penganiayaan dan otak dari kejadian tersebut, dan hingga saat ini, belum ada satupun pelaku yang ditahan.[Maria]







