KOTA TEGAL, sinar-berita.com|● Gelaran konser Dangdut oleh pemerintah kota Tegal pada pergantian tahun baru, Sabtu (31/12/2022) malam minggu yang menampilkan penyanyi ternama seperti Denny Cak Nan, Ucie Sucita, Ghea Youbi, Jihan Audi, dan Nisa Pantura, menjadi kontroversi dikalangan masyarakat kota Tegal.
Bersamaan dengan pagelaran konser dangdut itu, sedang diadakan juga pengajian akbar di Masjid Agung kota Tegal yang berjarak hanya sekitar 500 meter dari tempat konser digelar dan berada di satu lingkungan alun-alun serta acara dimulai bebarengan pada waktunya.
Ketua LSM Abang Tidar Eri Sujono jiga sangat menyayangkan terjadinya perihal acara konser dangdutan dan pengajian akbar yang digelar secara bersamaan di alun-alun kota Tegal.
“sebab sebelumnya yang saya dengar dari para habib dan para ulama, sudah memberikan surat kepada Walikota Tegal jauh hari mengenai event mereka yang secara bersamaan, terus masyarakat alun-alun juga telah memberikan surat yang sama pada Walikota, cuma tetep acara tersebut berjalan bersamaan, karena hak masing-masing penyelenggara” beber Eri Sujono kepada sejumlah awak media, Selasa (3/12/2023).
Sambung Er, kaitan dengan video Walikota Tegal yang viral pada saat berjoget ria bersama dengan para penyanyi dangdut dianggapnya kurang pas secara attitude atau moral karena masyarakat kota Tegal yang menilai apalagi seorang kepala daerah.
Harapan Eri kedepanya, pengajian sangat bagus, dangdut pun menurutnya juga bagus dirinya juga suka dangdut. Namun menrut Eri, hal-hal yang sifatnya Vulgar seperti itu, apalagi pagelaran konser itu turut diramaikan oleh unsur kedinasan, jangan dipertontonkan di hadapan umum
Sementara, menurut Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tegal Hj Ely Farasati S.E terrkait perayaan tahun baru, konser dangdut yang diadakan oleh Pemkot Tegal bersama acara pengajian akbar di masjid Agung kota Tegal.
“Kini Tegal memang luar biasa, satu komplek alun-alun ada dua peringatan, dangdutan dan pengajian berbarengan dengan sama banyak penontonya, suatu fenomenal dan bukan wancana yang sudah viral di semua sosmed tiktok, facebook, maupun youtube” jelasnya, yang ditemui di kantor DPRD kota Tegal.
Ely Farasati menyayangkan hal yang sama seperti disampaikan ketua lsm Abang Tidar, terhadap walikota Tegal saat berjoget diatas panggung dangdut.
“Walikota sungguh memalukan, (bahasa tegale ngisin-ngisina) saya sebagai anggota DPRD sangat menyayangkan dan merasa tertampar, karena penyelenggara pemerintah kok seperti itu, bukan saja kepada walikota. Itu ada bu Sekda dan ada anggota Dinas yang lainya. Boleh menyambut tahun baru tetapi cobalah lebih ber-etika, saya sangat kecewa!” ungkapnya.
Elly menagatan bahwa rumah kediamannya berdekatan dengan komplek acara tersebut diselenggarakan.
“Masyarakat sekitar menggunjing semua ya malu, boleh berjoget tapi ya jangan di depan umum berhadapan langsung masyarakat kerena nantinya yang menilai masyarakat” imbuhnya.

Eli Farasati, sebagai anggota dewan juga merasa tidak pernah dikoordinasikan oleh pemkot mengenai acara konser tersebut sebelum dilaksanakan dan tidak tau anggaran dari mana yang mengcover acara konser.[Rico]







