Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Sedikitnya 17 korban meninggal dunia, 51 korban luka, 30 rumah tinggal hangus terbakar, 21 orang dilaporkan hilang dan 1018 jiwa dilaporkan masih mengungsi, akibat terbakarnya pipa bahan bakar minyak (BBM) Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara, Jumat malam (3/3/2023).
Korban meninggal dunia diidentifikasi terdiri atas 15 orang dewasa dan dua anak-anak. Sedangkan 51 korban luka, terdiri dari 49 orang dewasa dan dua anak-anak serta kerusakan rumah tinggal yang terbakar,sebagian besar ada dilingkungan RW1 dan RW02 Kelurahan Rawa Badak Selatan kecamatan Koja Jakarta Utara.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla yang berkunjung langsung ke Markas PMI Jakarta Utara sekitar pukul 10.15 Wib, Sabtu (4/3/2023), memastikan PMI akan memenuhi segala yang dibutuhkan oleh pengungsi terdampak terbakarnya pipa Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara.
“Ya, PMI akan memberikan semua yang dbutuhkan oleh pengungsi yang ada di markas PMI Jakarta Utara, itu sudah menjadi tugas PMI Jakarta Utara’ kata Yusuf Kalla kepada awak media.
Hingga hari ini, Sabtu (4/3) masih ada sekitar 106 orang korban terdampak yang masih mengungsi di markas PMI Jakarta Utara, dari sebelumnya sebanyak 350 orang. Markas PMI merupakan salah satu tempat pengunsian dari empat kantong yang disediakan bagi korban terdampak.

Depo Pertamina Plumpang Berdekatan dengan Pemukiman Padat
Sebelumnya, awal tahun 2009, Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara, yang menyuplai 20 persen kebutuhan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia khususnya pulau Jawa ini, pernah terbakar. Waktu itu, beberapa pihak terkait berspekulasi, kebakaran tersebut disinyalir dengan keterlibatan aksi teroris.
Depo Suplay bahan-bakar minyak yang langsung ke konsumen ini, mulai digunakan pada tahun 1974, dimana pada waktu itu belum terdapat pemukiman rumah penduduk yang mengelilingi, sampai pada pertengan tahun 80-an, masyarakat mulai memasuki kawasan lahan kosong yang disebut Tanah Merah, kawasan sekitar Depo secara sporadis menjadi bertambah banyak hunian dan menjadi kawasan padat penduduk.

Seorang Warga mengaku sekitar pukul 20.00, Jumat (3/3/) dirinya mengendus bau menyengat khas bahan bakar, dan warga lainnya pula merasakan hal yang sama, sampai tidak lama kemudian tersembul api dsertai ledakan, yang membuat warga panik dan berhamburan.
Api berhasil dipadamkan oleh petugas dibantu aparat terkait laninnya, beberapa saat sebelum pukul 23.00 Wib. Hingga saat ini, pendinginan lokasi kebakaran dan upaya pencarian korban hilang masih dilakukan.
Edited By: Richard Aritonang







