Jawa Tengah, SINAR-BERITA.com|* Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan mendukung penuh pelaksanaan GPM (gerakan pasar murah) di wilayah Jawa tengah. Kegiatan ini dinilai efektif dalam pengendalian inflasi di daerah. Ia menghimbau seluruh masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan membeli kebutuhan pangan yang tersedia di sejumlah stand.
“Kita berharap inflasi dengan benar bisa kita kendalikan. Saat ini kondisi ketersediaan pangan di Jawa Tengah aman dan tercukupi dengan harga yang terkendali. Kondisi ini diharapkan bisa mengendalikan inflasi di Jawa Tengah. Karena setelah pandemi Covid bukan hanya kesehatan yang menjadi isu besar tetapi juga ekonomi yang sedang kita perbaiki,” ujarnya, Kamis (13/4/2023).
Inflasi di Provinsi Jawa Tengah pada Maret 2023, menurut Wagub, tercatat 5,22 persen secara tahunan, angka ini mengalami penurunan dibanding inflasi pada Februari 2023 yang berada di posisi 5,81 persen secara tahunan.
Selain GPM, Taj Yasin menuturkan, Jawa Tengah siap mendukung pelaksanaan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) yang rutin dilakukan NFA. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki produksi pertanian dan peternakan yang baik sehingga bisa diandalkan untuk menyokong pasokan pangan nasional.
“Kita punya beras, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam. Kita terus cek, di mana daerah yang masih membutuhkan pasokan beras, kita akan distribusikan. Kita juga siap berkoordinasi dengan provinsi yang lain, seperti kemarin ketika bawang merah kita panen di Brebes, kita koordinasi dengan Jakarta, Jakarta masih membutuhkan. Sehingga harga di petani bisa dijaga dan harga di masyarakat tidak melonjak tinggi,” jelasnya.
Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari mengatakan, kegiatan GPM merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dengan NFA, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) provinsi Jawa Tengah dalam hal ini Bank Indonesia.

“Ini merupakan salah satu upaya yang ditempuh TPID dan Pemprov Jawa Tengah untuk bisa menyediakan pangan kebutuhan masyarakat menjelang HBKN Idulfitri dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Agar memberikan manfaat lebih bagi masyarakat, GPM di Surakarta juga menggelar berbagai kegiatan lainnya seperti, penyerahan paket sembako dari BI dan NFA, kegiatan uji keamanan pangan segar, vaksinasi hewan ternak dan piaraan, dan penyerahan bantuan bibit cabai.
Selain itu, dilakukan simbolisasi penyerahan dukungan NFA dalam kegiatan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) komoditas Jagung untuk BUMD Jawa Tengah Perumda PAU Pedaringan.
“Kita juga akan serahkan paket Bantuan Pangan Beras yang merupakan program nasional dari NFA untuk 3.260 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Mojosongo,” ungkapnya.
Salah seorang pengunjung GPM, Sunarsi mengaku, harga pangan pokok yang dijual di kegiatan GPM lebih murah dibanding harga yang ada di pasaran. Kondisi ini diakuinya sangat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan khususnya menjelang Idulfitri.
Turut hadir dalam pelaksanaan GPM tersebut Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) Surakarta, Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta, Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Boyolali, Kepala Bank Indonesia Surakarta, Kepala Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah, serta Pimpinan OPD Jawa Tengah.

Adapun berdasarkan Panel Harga Pangan NFA pada 12 April 2023, untuk wilayah Jawa Tengah sejumlah harga komoditas pangan di tingkat konsumen stabil atau berada di bawah/sama dengan HAP dan HET. Dua komoditas terpantau sedikit berada di atas HAP dan HET, yaitu beras medium dan minyak goreng curah.
Harga rata-rata komoditas pangan di wilayah Jawa Tengah, untuk harga daging sapi tercatat Rp130.170/kg, daging ayam ras Rp 33.230/kg, telur ayam Rp 26.860/kg, beras medium Rp 11.450/kg, beras premium Rp 12.810/kg, cabai merah keriting Rp 26.720/kg, cabai rawit merah Rp 31.390/kg, bawang merah Rp 31.520/kg, bawang putih bonggol Rp 27.240/kg, minyak goreng curah Rp 14.080/liter, dan gula konsumsi Rp 13.520/kg.
Edited By: Richard Aritonang







