Kamis, Oktober 15, 2026

Dua Tokoh Batak Pionir Pendidikan di Indonesia Kurang Diapresiasi Pemerintah

Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Pernah mendengar nama tokoh Batak, Sati Nasution dan Todung Sutan Gunung Mulia Harahap? Mungkin banyak yang tidak tahu atas kiprah kedua nama atau tokoh tersebut. Padahal, keduanya termasuk Pionir Pendiri Pendidikan dan mengabdikan hidup mereka bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia.

Sati Nasution (Willem Iskander Nasution), setelah mengenyam pendidikan di Belanda tahun 1862, mendirikan sekolah Guru pertama di Tano Bato, Mandailing Natal Sumatera Utara, 60 tahun sebelum Taman Siswa didirikan pada tahun 1922 di Yogyakarta oleh Ki Hajar Dewantara.

Tokoh berikutnya adalah Todung Sutan Mulia Harahap Menteri Pengajaran periode 1945-1946, setelah Ki Hajar Dewantara yang turut meletakan dasar pendidikan di Indonesia. Todung juga pendiri Dewan Gereja Indonesia (DGI) pendiri Universitas Kristen Indonesia (UKI), dan salah satu pendiri Partai Kristen Indonesia.

Karena itulah, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional, Batak Center menggelar diskusi kelompok terpumpum atau Focus Group Discussion (FGD) dengan topik Pemikiran, Sati Nasution dan Todung Sutan Gunung Mulia Harahap Dalam Lintasan Sejarah Demi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, yang berlangsung di Sekertariat Batak Center, Jakarta Jumat (5/5/2023).

Diskusi menghadirkan pemantik ST.Sularto yang merupakan penulis buku, Inspirasi Kebangsaan dari Ruang Kelas, yang didalamnya menulis bahwa Sati Nasution atau Willem Iskander sudah mendirikan sekolah Guru Bumi Putera (Kweekschool) tahun 1862 di desa Tanobato Penyabungan Selatan, Madina.

Pemantik kedua yakni, Imran Hasibuan penulis buku Todung Sutan Gunung Mulia, menerangkan, Indonesia dengan hati dan akal budi, Gunung Mulia Menteri Pengajaran RI 1946.

Diskusi dimoderatori Ferddy FM. Pandiangan dengan menghadirkan para penanggap yaitu Prof. Dr. Mompang Panggabean (Guru Besar ITB) dan Thekla Odelia Caramita Sitompul(Aktivis Generasi Melenial).

Ketua Panitia Jaya Tahoma Sirait mengatakan, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional, Batak Center mengadakan diskusi mengupas kiprah dua tokoh Batak yang mengabdi pada dunia pendidikan, Sati Nasution dan Sutan Gunung Mulia, yang dalam catatan sejarah, kedua pionir pendidikan itu kurang mendapatkan apresiasi dan atensi baik dari orang -orang Batak maupun lembaga-lembaga pendidikan Pemerintah.

Menurutnya, hasil diskusi akan dirangkum dalam satu dokumen tulisan yang kelak diserahkan ke beberapa lembaga pendidikan, tokoh-tokoh marga Batak dan Budaya.

“Kiranya buah pikiran, kontribusi dan semangat juang kedua tokoh itu bisa menjadi teladan dan diterapkan bagi generasi muda. Tentu melalui hasil diskusi ini, bisa jadi pertimbangan bagi pemerintah untuk memberikan penghargaan Pahlawan Nasional kepada kedua tokoh ini,” harapnya. [Maria/Red]

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles