Rabu, Oktober 14, 2026

Ketua FORWAMA ‘Abal-abal’ Ikut Tebar Rasis

Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Setelah sebelumnya Ketua Panitia Pemilihan FORWAMA ‘Abal-abal’ Jimy Endey menebar isu rasis pasca pemilihan pengurus Forum Wartawan Mahkamah Agung RI – FORWAMA, kini giliran Ketua FORWAMA ‘Abal-abal’, Emil Simatupang ikut menebar isi rasis berbau SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan).

Pernyataan Emil Simatupang di grup chat aplikasi WhatsApp itu sengaja direkam dengan screen shoot atau layar tangkap kamera selular oleh Jimy Endey dan diteruskan ke wartawan melalui pesan WhatsApp, termasuk kepada Ketua Umum DPP Serikat Pers Republik Indonesia, Hence Mandagi, Senin (22/5/2023).

Jimy Endey bahkan menambahkan keterangan pada foto tangkapan layar tersebut bahwa kalimat yang ditulis Emil Simatupang tersebut lebih parah dari yang beredar sebelumnya.

Sebelumnya marak diberitakan, Jimy Endey lebih dulu menebar isu rasis berbau SARA pasca muncul penolakan hasil pemilihan Ketua FORWAMA yang dinilai ‘abal-abal’ dan ilegal karena hanya dihadiri belasan wartawan dari 300 wartawan peliput di MA.

Jimy Endey yang berpotensi menjadi terlapor akibat perbuatannya menebar isu rasis dan ujaran kebencian, rupanya tak mau sendirian dituding rasis. Foto tangkapan layar atas komentar rasis Emil Simatupang sengaja dikirim Jimy ke Ketum SPRI Hence Mandagi dan meminta agar masalah tersebut perlu dikonfirmasi (kepada Emil Simatupang).

Selain Jimy, komentar Emil Simatupang di grup WhatsApp tersebut juga dibuat tangkapan layar oleh Soegiharto Santoso dan dikirim ke Ketum SPRI Hence Mandagi.

Menanggapi hal itu, Ketum SPRI Hence Mandagi mengaku prihatin atas peristiwa pemilihan FORWAMA yang seharusnya menjadi forum silaturahim wartawan MA untuk menyampaikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat pembaca dan pemirsa.

“Isu rasis dan ujaran kebencian justeru mencederai semangat kebersamaan FORWAMA oleh oknum-oknum yang ambisius dan menghalalkan segala cara demi mempertahankan eksistensi dan pengakuan publik,” ujar Mandagi melalui siaran pers yang dikirim ke redaksi, Selasa (23/5/2023).

Mandagi yang juga merupakan Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pers Indonesia menandaskan, ketua terpilih seharusnya memunjukan kewibawaannya untuk menyikapi penolakan mayoritas wartawan MA dengan cara-cara yang elegan dan bermartabat.

“Bukan dengan cara memfitnah dan mengkambinghitamkan orang dengan cara menuduh orang lain sebagai penggerak penolakan,” tandas Mandagi.

Soegiharto yang dituduh oleh Emil Simatupang sebagai penggerak penolakan, kata Mandagi, adalah Wakil Ketua Umum SPRI dan Ketua Umum APTIKNAS dengan kesibukan yang sangat padat dan yang tidak memiliki ambisi apapun untuk menjadi ketua FORWAMA.

“Kita selaku pimpinan organisasi wartawan sudah sepakat menjadi fasilitator dan pembina unit-unit liputan wartawan di berbagai instansi. Jadi tidak mungkin menjadi ketua di forum liputan tersebut,” tegas Mandagi.

Hal itu dibenarkan Soegiharto saat dikonfirmasi. Ia sudah menyatakan menolak dicalonkan sebagai ketua FORWAMA, dan itu ada jejak digitalnya di grup chat WhatsApp wartawan MA, serta diungkapkan pada saat rapat perdana panitia.

Menurut Hoky, sapaan akrab Soegiharto Santoso, wartawan adalah orang-orang profesional yang sudah terlatih dan memiliki naluri tajam untuk bersikap kritis terhadap sesuatu yang dinilai melanggar norma keadilan dan kebenaran.

“Kegagalan panitia merangkul ratusan wartawan MA sebetulnya sudah kita antisipasi dengan usulan menunda pemilihan agar semua wartawan MA bisa menerima,” beber Hoky.

Namun, lanjut dia, usulan penundaan itu ditentang keras oleh Emil Simatupang dan Jimy Endey dengan berbagai argumen dan tuduhan penghianat.

Bukan Murid Jurnalistik

“Soal klaim Emil bahwa dia yang menjadikan saya wartawan dan muridnya, itu juga adalah komentar yang tidak beralasan, krena saya menjadi wartawan sejak tahun 2000, dan belum kenal orang itu (Emil Simatupang],” sanggah Hoky.

Hoky mengungkapkan, pada tahun 2000 dia mendirikan Majalah Biskom dengan terbitan eksklusif full colour dan nara sumber para menteri dan pemegang kebijakan.

“Saya baru kenal Emil pada tahun 2016 dan dimasukan dalam kolom redaksi di medianya atas seijin saya. Tapi tidak ada ilmu atau sesuatu yang dia ajarkan mengenai jurnalistik kepada saya selama nama saya dimasukan ke kolom redaksi medianya,” ujar Hoky.

Untuk mengakses informasi pendirian Media Biskom, kata Hoky, dapat dilihat di website Media online Biskom, tentang sejarah berdirinya Majalah BISKOM sejak tahun 2001. Majalah BISKOM terbit satu bulan sekali dengan cover tokoh-tokoh penting pada industri TIK di Indonesia, termasuk diantaranya berturut-turut para Menteri Riset dan Teknologi Indonesia yaitu; Hatta Rajasa, Kusmayanto Kadiman, Suharna Surapranata, dan Gusti Muhammad Hatta.

Selain itu ada profil para Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia yaitu; Syamsul Mu’arif, Sofyan Djalil, Mohammad Nuh, Tifatul Sembiring, dan Rudiantara.

“Semua bukti cetakan masih tersimpan rapih di kantor redaksi,” imbuhnya.

Dalam perjalanannya BISKOM resmi beralih format menjadi media online pada tahun 2017. Sementara itu, mengenai berbagai perkara APKOMINDO sebagaimana yang disampaikan Emil Simatupang, Hoky membenarkan hal itu.

“Itulah salah satu sebabnya saya tidak mau jadi ketua FORWAMA agar tidak ada konflik kepentingan,” ujar Hoky.

Namun demikian, kata Hoky, dirinya bukan merupakan orang yang menciptakan perkara melainkan pihak lain yang selalu mengganggu dengan sederet gugatan perdata dan laporan pidana terhadap dirinya.

“Sejak tahun 2015 sampai sekarang saya menghadapi seorang diri digugat dan dikriminalisasi, dan bahkan sempat ditahan namun dinyatakan tidak bersalah oleh majelis hakim,” ungkapnya.

Hoky menuturkan, belasan tahun dirinya dibombardir gugatan perdata oleh pihak lawan yang menggunakan hukum sebagai alat kejahatan atau ‘Law as a tool of crime’.

“Wartawan di seluruh Indonesia tahu dan paham tentang persoalan ini dan rela mengawal kasus ini karena solidaritas dan sikap kritis yang menolak mafia hukum di lembaga peradilan,” pungkas Hoky.

Dia juga menganggap wajar jika dirinya terpaksa melakukan perlawanan terhadap mafia hukum dan harus berperkara di pengadilan.

Sampai dengan berita ini diturunkan, Emil Simatupang yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban.

Edited By: Richard Aritonang

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles