Rabu, Oktober 14, 2026

Anggaran TPOP Pengairan Dirjen SDA kemen PUPR Wilayah BBWS Ciliwung-Cisadane Tidak Transparan

BANTEN, sinar-berita.com | – Sejak dulu dan sejak anggaran TPOP (tugas pembantuan operasional dan pemeliharaan) bidang pengairan daerah  irigasi  dikelola pihak kantor pengairan BPSDA  provinsi Banten terasa  tidak pernah ada kestabilan implementasi kebijakan yakni, terkait presisi kewenangan dan kepastian akurasi kebijakan anggaran.

Apalagi luas wilayah pertanian daerah irigasi seputar tangerang banten kurang lebih 22.000 hektar (data statistik jawa barat tempo dulu) dan tentu saja butuh asumsi presisi biaya anggaran secara kalkulatif, namun faktanya, sangat sulit mendistribusikan langkah proporsional terhadap mitra stakeholder lainnya secara struktur pemerintahan, karena tersandung aturan hukum dan perundang undangan yang berlaku cq UU SDA no 11 /1974 dan UU SDA no 7/ 2004.

Sewaktu anggaran TPOP dikelola pemda provinsi Banten, ada beberapa kepala UPTD pemda Kabupaten Tangerang dilibatkan peran sertanya terkait irisan wilayah lintasan saluran pengairan daerah irigasi, dan bisa ditebak tumpang tindih tupoksi disaat implementasi dan realisasi yang pada prinsipnya semua hasil kegiatan TPOP masih   baik baik saja.

Tapi ironis, disaat terjadi pergantian pejabat bidang TPOP pada kantor pengairan BPSDA provinsi yaitu, dari  Ato kepada Doyo sebagai kasie OP kantor  BPSDA, terjadi perubahan suasana secara  drastis.

Disaat TPOP dipimpin Doyo, terjadi perubahan kebijakan yakni tidak di libatkannya peran serta kepala UPTD pengairan  pemkab Kabupaten pada setiap kegiatan TPOP, namun segenap anggotanya  boleh dipinjam  pakai oleh   pihak BPSDA provinsi sebagai pengguna anggaran, dan terbukti dilapangan, di area TKP kegiatan TPOP terjadi  persoalan persoalan prinsipil yaitu, segenap peralatan dan perlengkapan kerja (perkakas) semacam, mesin babat rumput dan alat potong lainnya  milik kantor UPTD pengairan pemkab Tangerang yang  digunakan pada setiap  kegiatan TPOP kantor BPSDA provinsi Banten

Malah, banyak keluhan dari   pekerja babat rumput bahwa terkait upah  yang minim dan tidak mencukupi kebutuhan hidup  layak,  dan pula, karena tidak ada transparansi  anggaran, maka sangat sulit untuk memastikan detil indikasi pelanggaran   pada anggaran  kegiatan TPOP, apakah sudah sesuai atau tidak?

Padahal, Doyo mengaku, sudah berupaya maksimal memprogram rencana kerja agar berhasil guna dan sepertinya, beban volume kerja begitu besar, sehingga ada faktor X yang menggagalkan skema rencananya.

Apalagi, kebijakan  Doyo yang terkesan sangat  irit menggunakan anggaran yang  tersedia, maka hasilnya pun terpaksa buruk karena tidak mengukur kemampuan man-powernya  terhadap medan lapangan yang akan digarap, dan tentu saja, pada tiap-tiap saluran pengairan di daerah irigasi pertanian  berbeda beda kondisinya.

Belakangan kegiatan TPOP yang dipimpin Doyo pun, dianggap gagal, padahal secara strukural dan organisasional,  kantor BPSDA untuk kegiatan TPOP tadi sudah  begitu siap  karena, untuk masing masing lintang dan bujur lintasan daerah irigasi wilayah Tangerang Banten, telah diisi orang orang  pengairan yang handal. Namun, kenapa? Lagi lagi masalah  ini masih dianggap gagal.

Sampai belakangan ini, kegiatan TPOP telah dilaksanakan selama  bertahun-tahun  oleh pihak kantor UPTD  BPSDA provinsi dan sekarang ini,  kewenangan itu dilimpahkan kepada pihak BBWS CC cq bidang TPOP.

Ada bukti indikasi tentang kebenaran rumor pelimpahan yakni, dengan dibangunnya gedung kantor TPOP yang baru dilingkungan kantor unit pengairan BBWS CC di jalan KS. Tubun-Tangerang kota.  Namun hal tersebut malah menjadi  pertanyaan terkait prosedur pelimpahan kewenangan tadi, yang mana tentu  telah menggunakan pajak dan uang rakyat.

Wartawan sinar berita mempertanyakan perihal kebenaran  pelimpahan itu kepada kepala seksi TPOP yang baru  pada kantor BBWS  CC  yang akrab dipanggil PAK Muda mengatakan, dirinya tidak tahu menahu soal latar belakang pelimpahan.[Cokih]

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles