Jakarta, Sinar–Berita.com|* Ballooney, perusahaan dekorasi pesta di daerah Jabodetabek, memeriahkan resepsi pernikahan anjing sebagai vendor dekorasi pernikahan Jojo dan Luna, sepasang anjing ras alaskan malamute di taman anjing Hyde Park Jakarta, pada 14 Juli lalu. Acara juga diikuti 50 ekor anabul lainnya dan 100 orang tua hewan atau pawrents.
Selama dan usai pandemi Covid-19, keinginan memelihara anjing dan hewan lainnya meningkat. Mengakomodir minat masyarakat dalam merawat ‘anabul’ (sebuatan lain untuk anjing), bisnis kafe, salon, dan pakaian untuk anjing pun semakin populer di berbagai kota.
Ballooney bersama penyelenggara mempersiapkan dekorasi seperti ornamen mendetail untuk acara resepsi Jojo dan Luna. Hal ini merupakan kesempatan bisnis baru pasalnya, pengadaan dekorasi resepsi pernikahan anjing membutuhkan kreasi dan upaya detail layaknya pernikahan manusia
Menurut Elise Santoso, Co-Founder dan Chief Executive Officer Ballooney, pernikahan anjing merupakan fenomena baru di Indonesia dan memiliki peluang maupun tujuan yang positif.

“Karena ini acara yang pertama, bukan berarti bakal jadi yang terakhir. Tidak menutup kemungkinan akan ada event lainnya yang seperti ini. Bagi pawrents, ‘anabul’ sudah seperti anak sendiri. Jadi, cara mereka mengekspresikan kasih sayang juga berbeda,” ujar Elise Santoso kepada media di Tangerang, Kamis (20/7/2023).
Dosen tetap Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya Jony Eko Yulianto PhD menjelaskan bahwa anjing sempat dianggap sebagai binatang peliharaan yang menjadi objek pelengkap keluarga, dan melatih mereka sedemikian rupa demi memenuhi kebutuhan praktis keluarga seperti rasa aman dan kasih sayang.
“Tren pernikahan anjing menunjukkan adanya perubahan fungsi anjing di dalam keluarga, dari yang tadinya hanya sekadar binatang peliharaan menjadi anggota keluarga,” ungkapnya.
Jony memaparkan, terdapat konsep antromorfisme di mana anjing dianggap setara dengan manusia dan memiliki berbagai hak maupun kewajiban layaknya manusia yang perlu dipenuhi keluarga.
“Pemenuhan kebutuhan ini tidak hanya kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal, tetapi juga kebutuhan untuk mendapatkan perawatan, pergi ke salon, mendapatkan makanan premium, dan berbagai fasilitas lainnya,” ujar alumni Massey University di Selandia Baru ini.

Ia menuturkan, tren menikahkan anjing adalah salah satu bentuk antromorfisme pada anjing yang secara natural berkopulasi dengan anjing lainnya untuk mendapatkan keturunan dengan memberi unsur-unsur yang lebih humanis yang memenuhi unsur entertainment selebrasi, dan ia menambahkan, berpartisipasi dalam resepsi Jojo dan Luna merupakan kesempatan yang berkesan.
“Saat kita dihubungi untuk mendekorasi resepsi anabul, itu menantang banget karena ini hal baru buat kita. Ballooney sudah sering dipercaya klien untuk dekorasi acara anabul, biasanya merayakan ulang tahun anjing,” tambahnya. [Shanty Rd]







