Cikarang, sinar–berita.com|L’Oreal Indonesia mengumumkan pencapaian pengadaan100% energi terbarukan diseluruh situs operasionalnya. Hasil ini dinilai dua tahun lebih cepat dari taget global perusahaan yang diekspektasi pada tahun 2025, dimana L’Oreal Indonesia memulai pengadaan energi terbarukan sejak 2014, dengan mengadopsi energi terbarukan yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) PLN Kracak untuk pabriknya di Cikarang Bekasi Jawa Barat.
Presiden Direktur L’Oréal Indonesia Junaid Murtaza menyatakan dalam press releasenya Jumat (8/3/2024), sebagai pelopor industri kecantikan dan gerakan keberlanjutan, L’Oréal antusias menyambut seruan peningkatan kesadaran untuk produk dan praktik yang lebih ramah lingkungan oleh pemerintah maupun konsumen.
“Transisi kami dalam pengadaan 100% energi terbarukan yang dimulai satu dekade lalu dan pemasangan boiler listrik inovatif baru-baru ini tidak hanya menunjukkan komitmen kami terhadap keberlanjutan tetapi juga menunjukkan peran perintis L’Oréal dalam mendorong industri menjadi lebih berkelanjutan,” paparnya.
Direktur Kimia Hilir, mewakili Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Emmy Suryandari ST M.TM menyampaikan apresiasinya kepada L’Oreal Indonesia atas kepemimpinan strategisnya di industri kecantikan di Indonesia, sekaligus menjadi teladan dalam keberlanjutan operasionalnya.
“Transisi L’Oréal ke sumber energi berkelanjutan mencerminkan pendekatan proaktif dalam meningkatkan daya saing Industri, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Hal ini merupakan sebuah model yang sejalan dengan aspirasi Indonesia untuk sektor industri yang lebih berkelanjutan,” ucap Suryandari menegaskan.

Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Lautan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Dasrul Chaniago menyatakan, Indonesia saat ini sedang berusaha mencapai tujuan ambisius menuju Net Zero Emission 2060.
Upaya kolektif dari sektor industri dalam upaya dekarbonisasi menjadi sangat penting. Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak terutama para produsen sektor swasta untuk turut mengadopsi solusi energi terbarukan, sangatlah diperlukan.
“Adalah kewajiban semua pemangku kepentingan industri untuk secara aktif mengintegrasikan teknologi rendah karbon dalam kerangka produksi mereka, sehingga memenuhi tanggung jawab kolektif kita sebagai penjaga lingkungan. Mari kita bersatu dalam perjalanan transformatif ini, memastikan warisan kemakmuran yang berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Junaidi Murtaza memaparkan, berdasarkan tren konsumen terbaru, terdapat perubahan harapan dan perilaku konsumen yang signifikan terhadap kesadaran akan keberlanjutan lingkungan, dimana 88% dari kalangan muda menyatakan kekhawatiran mendalam tentang perubahan iklim.
Lebih lanjut, 94% dari mereka turut mendorong perubahan struktural yang perlu dilakukan oleh pemerintah dan pihak swasta, dan 82% bahkan bersedia membayar ekstra untuk produk ramah lingkungan. Hal ini menyoroti adanya permintaan pasar yang signifikan untuk pilihan produk yang lebih berkelanjutan.

“Hari ini kami mengundang semua pemangku kepentingan untuk bergabung merayakan pencapaian ini di pabrik kami yang bersertifikasi halal dan terbesar di dunia, dimana pabrik ini menjadi pusat produksi tunggal untuk produk-produk perawatan kulit dan rambut kami di kawasan Asia Tenggara,” kata Junaidi Murtaza menambahkan.[Shanty Rd]







