Jakarta, SINAR-BERITA. com |* Berdalih untuk dijadikan ruang chec kesehatan, oknum Dinas Perhubungan (Dishub)DKI Jakarta diduga merampas kios milik Ibu Rosintan dan menyewakannya kepada pihak lain.
Hal ini diketahui oleh awak media ketika mendengar keluh kesah seorang ibu tua Rosintan 73 tahun, membeberkannya, Rabu (23/8/2023).
Rosintan, seorang ibu tua yang telah berjualan di kios di area terminal Tanjung Priok, yang ditempatinya untuk berjualan sejak lebih 35 tahun lalu, merasa ‘dikadali’ oleh oknum Dishub.
Sebelumnya, seluruh pedagang di kios milik Dishub DKI Jakarta ini diberitahukan bahwa akan ada renovasi terhadap kios-kios yang terdapat di area Terminal Bus Tanjung Priok Jakarta Utara beberapa waktu lalu, dan setelah selesai direnovasi, akan dikembalikan kepada pedagang untuk melanjutkan usaha dagang masing-masing dengan keadaan kodisi kios yang sudah diperbaiki.
Rosintan menempati satu unit kios berada persis bersebelahan dengan satu kios yang ditempati oleh anaknya dalam usaha yang sama. Selaras dengan usia Rosintan yang sudah memasuki Manula (manusia lanjut usia), Rosintan menginginkan, setelah direnovasi oleh pihak Dishub DKI Jakarta, kios yang ditempatinya tetap berada disebelah kios yang ditempati anaknya agar jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan kepadanya, anaknya dapat lekas memberi bantuan.
“Sesudah selesai gedung ini dibangun, kami dipanggil semua ke Rawamangun, rapat pembagian kios, di Rawamanggun, Saya beroleh kios nomor 18, dan buat anak saya Darwin nomor 25. Saya tanya, bisa dempet ga pak? Jawabnya, bisa kalau jualannya sama,” tutur Rosintan lirih.
Setelah satu bulan kemudian, Rosintan menambahkan, dirinya dipanggil lagi ke gedung Dishub terminal Tanjung Priok, untuk penyerahan kunci. Namun dirinya diberi kunci untuk kios nomor 14, yang samasekali berbeda dengan janji di kantor Dishub Rawamangun Jakarta Timur sebelumnya.
“Koq kunci 14 pak? Kan kios saya no 18? Kata petugas Dishubnya, tidak bu! Kami di suruh bapak yang di Rawamangun, ambil nama nama kios yang di gusur siapa aja, terus di ambil dari TU liat dulu no 18 itu siapa? Itu no kosong ga ada namanya, dan katanya nama saya ada di kios nomor 14,” tutur Rosintan menceriterakan.
Rosintan menuturkan, ketika dirinya menanyakan hal tersebut kepada kepala UPT, ia beroleh tanggapan bahwa kios nomor 18 itu akan dijadikan untuk ruang kesehatan. Namun, berapa hari yang lalu, lanjut Rosintan, ada orang yang mau jualan di kios nomor 18, dan mengaku sudah beroleh surat dari pihak Dishub, sebagai pengelola kios-kios di areal terminal angkutan kota.
“Saya diberi tau, yang ingin berjualan di kios nomor 18 itu bernama Lana. Saya bilang, saya tidak ada urusan dengan si Lana karena ini (kios 18) kios saya. Saya meminta pertanggungjawabannya, kios ini kembali ke saya kalau tidak jadi digunakan sebagai ruang kesehatan,”bebernya.
Kepala Terminal Tanjung Priok Muzofar Surya Alam saat di temui awak media untuk konfirmasi masalah ini menyampaikan bahwa ini semua adalah keputusan dari UPT Rawamangun. [marpan]







