Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Rumah sakit Brawijaya Duren tgiga Jakarta Selatan luncur kan klinik mendengkur. Launching ini diawali dengan pemutaran video singkat tentang gangguan tidur mendengkur dan sambutan direktur RS Brawijaya drg. Pretty Kristianti Dewi MARS di auditorium Brawijaya Hospital, Sabtu (18/03/2023).
Menurut dr. Fitria Mahrunnisa M.Sc Spa, cara mengatasi infeksi dan saluran nafas anak penting adanya edukasi terhadap orangtua tentang gangguan tidur. Penyebab infeksi saluran afas pada anak adalah diantaranya, Rokok, Binatang peliharaan, dan alergi pada kondisi tertentu.
“Orang tua yang merokok jika mau mendekati anak harus mandi terlebih dahulu dan mengganti semua pakaiannya agar si anak terbebas dari polusi rokok, terangnya.
Bintang peliharaan seperti kucing, anjing, juga sangat mempengaruhi karena debu yang dibawa dari luar, bulunya ataupun kukunya bahkan kutunya bisa menjadi penyebab terjadinya infeksi saluran pernafasan

Alergi pada kondisi tertentu seperti debu,udara, makanan, pakaian.Atau bahkan karena faktor genetika. Orang tua yang mengalami alergi, akan menurunkan alergi dari orangtuanya tersebut, kepada anaknya seperti alergi kulit, alergi makanan, asma, debu.
Mengatasi nya adalah dengan asi ekslusif, menghindari rokok, polusi udara dan peliharaan hewan. Atau bisa saja lewat Nebu pada anak yang belum bisa mengeluarkan dahak atau lendir.
Juga penyakit jantung atau bocor jantung merupakan salah satu penyebab gangguan pernapasan.
Dr.dr.Fauziah Fardizza.SpTHT-KL(K) menjelaskan, bahaya mendengkur pada anak dan dewasa,
dalam kondisi berat, saluran pernafasan juga dapat tertutup sepenuhnya dan mengakibatkan henti nafas berulang yang disebut obstructive sleep apnea (OSA).
Mendengkur adalah suatu kondisi dimana seseorang mengeluarkan suara kasar dan berisik saat tidur. Kondisi ini disebabkan karena adanya penyempitan saluran pernafasan sehingga udara yang masuk saat bernapas membuat uvula bergetar dan menimbulkan suara dengkuran atau ngorok.

“Penyempitan saluran pernafasan terjadi karena otot-otot disekitar saluran pernafasan atas mengendur saat tidur. Akibatnya, jaringan lunak pada langit-langit saluran nafas turun dan mempersempit jalan masuk udara. Semakin sempitnya saluran udara dan semakin sedikit pula oksigen yang masuk ke dalam tubuh,” tutur dokter lulusan universitas Indonesia (UI) ini .
Mendengkur bukan sekedar persoalan suara berisik semata, melainkan lebih serius lagi mendengkur dapat menyebabkan kurangnya pasokan oksigen dalam tubuh. Hal ini selanjutnya akan mengarah pada OSA dan meningkatkan resiko berbagai penyakit berbahaya.
Obesitas
Dalam kaitannya dengan mendengkur, obesitas memiliki hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi satu sama lain, dan dapat membuat mendengkur menjadi semakin kencang karena membuat lingkar leher membesar, yang secara langsung berperan dalam penyempitan saluran pernafasan.
“Penyempitan saluran pernafasan pada penderita obesitas menyebabkan mereka mengorok kencang saat tidur dan merupakan salah satu gejala OSA,” imbuhnya.
Mendengkur juga bisa mengakibatkan kenaikan asam lambung. Untuk itu, disarankan agar tidak makan tiga jam sebelum tidur.
“Tidur miring ke kanan dan tangan di pipi biar mendorong dagu supaya nafas nya menjadi lapang. Atau bisa juga menggunakan sivab buat mengurangi dengkuran,” ungkap Fauziah. [Shanty Rd]







