Rabu, Oktober 14, 2026

Brigadir Yosua, Jasad Luka Sayat dan Memar, Intimidasi Jurnalis, Kuasa Hukum Datangi Dewan Pers Untuk Konsultasi Tertutup

JAKARTA, sinar-berita.com |- Berbagai kejanggalan dan ‘ketertutupan’ menghiasi proses penyelidikan kasus Birgadir J yang tewas ditembak sesama rekan polisi dirumah kediaman Kepala Divisi Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, di kompleks Polri, Duren Tiga Jakarta selatan, Jumat (8/7/2022) lalu.

Dari kondisi korban yang tewas oleh karena tembakan peluru, namun terdapat sayatan dibagian tubuh korban, intimidasi yang dilakukan oleh anggota polisi terhadap beberapa awak media yang meliput kediaman Irjen Pol Ferdy Sambo, dengan memaksa menghapus gambar-gambar yang direkam, sampai kehadiran pengacara dan keluarga Irjen Ferdy Sambo di gedung Dewan Pers, Jumat (15/7/2022).

Kematian Brigadir Pol Nopriansyah Yosua Hutabarat setelah dinyatakan baku tembak dengan sesama rekan polisi di kediaman komandan divisi Propam Irjen Pol Ferdy Sambo menjadi sorotan publik.

Almarhum Brigadir Yosua Hutabarat Semasa Hidup bersama Irjen Pol Ferdy Sambo

Penjelasan yang diperoleh dari Kepolisian melalui Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengungkapkan, insiden itu terjadi saat istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, berteriak meminta tolong dari kamarnya karena brigadir Yosua tiba-tiba masuk kekamarnya dan melecehkannya.

Brigadir Yosua merupakan anggota Bareskrim Polri yang ditugaskan sebagai sopir dinas istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Teriakan Putri terdengar oleh Bharada E, anggota Bimob yang bertugas sebagai pengawal Kadiv Propam ini kemudian mendatangi arah suara dan memergoki Brigadir Yosua yang juga panik dan mengeluarkan tembakan ke arah Bharada E, yang kemudian terjadi baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir Yosua.

Samuel Hutabarat Ayah Mendiang Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat

Ahmad Ramadhan menambahkan, terjadi total 12 kali tembakan dalam peristiwa yang mengakibatkan tewasnya Brigadir Yosua yakni, tujuh peluru dari senjata milik Brigadir Yosua, dan lima peluru dari senjata api milik Bharada E

“Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” kata Ramadhan dalam keterangannya, Senin (11/7/2022).

Keterangan Karo Penmas Divisi Humas Polri ini kemudian menimbulkan banyak pertanyaan dan keragu-raguan publik

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai banyak kejanggalan dalam proses penanganan kasus polisi tembak polisi di rumah KADIV Propam Polri ini. Penjelasan Polisi menurut Mahfud, tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat.

“Banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan, maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya,” kata Mahfud, Rabu (13/7/2022).

Mahfud menegaskan, kredibilitas Polri dan Pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini, sebab lebih dari setahun terakhir Polri selalu beroleh penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik berdasarkan hasil berbagai lembaga survei.

“Kinerja positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh bidang politik dan keamanan, serta penegakan hukum. Hasil survei terakhir Indikator Politik yang baru diumumkan kemarin misalnya mengatakan begitu,” katanya.

Ia pun menilai langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit membentuk tim khusus terdiri orang-orang kredibel dan dipimpin oleh Komjen Gatot Eddy, sudah tepat. “Itu sudah mewakili sikap dan langkah pemerintah sehingga Kemenko Polhukam akan mengawalnya,” imbuhnya.

Terdapat Luka Sayatan Ditubuh Korban

Polisi menyebutkan luka sayatan pada tubuh Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J berasal dari gesekan proyektil saat terjadi baku tembak dengan sesama anggota Korps Bhayangkara itu. Lantas, apakah proyektil bisa menimbulkan luka sayatan?

Dokter forensik Budi Suhendar mengatakan luka sayatan umumnya disebabkan kekerasan menggunakan benda tajam.

“Luka sayatan adalah istilah untuk luka terbuka akibat kekerasan (benda) tajam, dengan tepi luka yang rata yang umumnya panjang luka lebih besar dari dalamnya luka, yang umumnya juga tidak

Seperti dikutip, Jawa Pos beroleh kronologi versi lain bersumber dari internal kepolisian. Sumber yang ikut dalam penanganan perkara itu serta tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bukan Bharada E yang membuat Yosua meregang nyawa.

Dia menerangkan, kronologi yang diperoleh dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah pihak menyebutkan bahwa Yosua ketahuan tengah bersama istri Kadiv propam di dalam kamar.

Dari situlah urusan menjadi panjang. Yosua diseret keluar dari kamar dan dihajar habis-habisan. Itulah yang membuat banyak luka sayatan dan memar di jasad Yosua. Setelah disiksa, bintara polisi asal Jambi ini diakhiri hidupnya dengan tembakan.

Seorang Netizen Ewing Hamdulillah Selasa (12/7) mengatakan, “Istri pak Irjen Ferdy Sambo adalah kunci dr kebenaran tragedi ini, itu juga kalau belau mau bicara jujur&apa adanya demi keadilah…tp ya sudahlah. Ending dr cerita ini spt yg sudah2 pasti akan berakhir anti klimaks…..” komentarnya.

Sementara itu, Raden Supono berkomentar, “Dan alasan baku tembak sangat di ragukan kebenarannya, aku nenduga …. ( biarlah mereka bertanggung jawabkan nanti klo nggak di duni di akherat… )” timpalnya pada hari yang sama.[sdr/red]

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles