Rabu, Oktober 14, 2026

Buntut Pengesahan Ketua FORWAMA ‘Terselubung’, Oknum Panitia Tebar Isu SARA

Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Secara terang-terangan, isu rasis stau etnis tertentu mencuat di tengah gonjang-ganjing pembentukan Forum Wartawan Mahkamah Agung RI atau FORWAMA, yang secara ‘terselubung’ dilakukan Emil Simatupang dan kawan-kawan di gedung Joeang 45 Jakarta, Sabtu (20/5/2023).

Diskursus pro dan kontra mekanisme pemilihan FORWAMA di sejumlah WAG (WhatsApp Group) wartawan lingkungan Mahkamah Agung RI cukup ramai pasca panitia pelaksana Pemilihan Pengurus FORWAMA yang diketuai Jimmy Endey, merancang kegiatan pemilihan tanpa melibatkan seluruh wartawan MA, yang berjumlah sedikitnya 300 orang.

Di tengah perdebatan itu, tiba-tiba muncul pernyataan Jimmy Endey yang menyinggung soal rasis. Pernyataan mengandung SARA itu mencuat gara-gara banyak media yang memberitakan pengangkatan ketua FORWAMA di Gedung Joang 45 Jakarta pada Sabtu (20/5/2023) dinilai ilegal dan tidak sah karena hanya dihadiri belasan orang dari ratusan wartawan peliput di MA RI.

Pemberitaan yang dishare di grup-grup WhatsApp wartawan MA tentang penolakan pembentukan FORWAMA yang memilih Emil Simatupang sebagai Ketua, menimbulkan kecurigaan Emil dan Ketua Panitia Jimmy Endey bahwa ada salah satu wartawan senior sebagai penggeraknya.

Emil Simatupang lantas berkomentar keras di grup dengan kata-kata yang kurang pantas. ‘Dasar b*ngsat dan nggak tau diri dan bakal kena batunya,’ ujar Emil menanggapi di WAG yang dibuat khusus bernama Forum Wartawan MA/FORWAMA.

Tak berhenti sampai di situ, Emil malah mengancam akan menyuruh tangkap dan periksa orang yang dituduhnya menggerakan penolakan. Meski lantang bicara tapi Emil tidak berani menyebut nama.

Bak gayung bersambut, Jimmy Endey ikut berkomentar dan mengungkap siapa orang yang dimaksud, dengan menebar isu SARA.

Orang yang dituduh menggerakan penolakan hasil pemilihan Ketua FORWAMA rekayasa tersebut, secara terang-terangan dicerca oleh Jimmy Endey. ‘Itu si c*na pelit dan sombong bang Sur,’ kata Jimmy dalam komentarnya, menjawab pertanyaan rekannya.

Menanggapi persoalan isu rasis ini,  Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Soegiharto Santoso, yang turut menggagas pembentukan FORWAMA, mengaku prihatin.

“Isu rasis yang disampaikan ketua panitia itu sudah merusak tatanan forum silaturahim wartawan MA yang selama ini jauh dari isu SARA,” tegas Hoky sapaan akrabnya, saat dimintai komentarnya mengenai isu rasis yang beredar di WAG Wartawan MA itu, Minggu (21/5/2023).

Awalnya Hoky ingin menjawab isu rasis dan SARA tersebut di WhatsApp Forum Wartawan MA/FORWAMA (bukan WhatsApp Group FORWAMA-RI), akan tetapi no WA Hoky di keluarkan pula oleh Jimmy Endey, sehingga Hoky mengungkapkan via media.

Ia menuturkan, kesepakatan panitia untuk menjaring pemilih dengan persyaratan teknis, wartawan yang memilih nanti harus mendapat rekomendasi dari redaksi masing-masing, dan calon Ketua FORWAMA harus memiliki pengalaman sebagai wartawan peliput di MA selama minimal lima tahun, tidak dijalankan oleh panitia.

Sampai hari pelaksanaan pemilihan, beber Hoky, tidak ada satupun calon ketua yang mendaftar resmi sesuai link yang dishare panitia, dan peserta yang berhak memilih pun tidak ada yang mendaftar.

“Namun Ketua Panitia Jimmy Endey tetap ngotot pelaksanaan sesuai jadwal yang ditentukan sepihak bukan lewat rapat panitia,” beber Hoky.

Penolakan persiapan pembentukan FORWAMA sebetulnya sudah menggema di grup-grup WhatssApp wartawan MA. Upaya mengakomodir seluruh wartawan MA sudah dilakukan panitia melalui pendekatan personal oleh Soegiharto Santoso selaku panitia dengan sejumlah wartawan MA. Namun semua gagal karena ketua panitia dan ‘tim sukses’ Emil Simatupang tidak ada yang setuju penambahan wartawan MA dalam kepanitiaan, bahkan Hoky dituding penghianat.

Delapan hari jelang pemilihan, beberapa panitia meminta ketua panitia memastikan calon ketua dan peserta pemilih yang belum satupun mendaftar agar jika terkendala, maka perlu dievaluasi kemungkinan penundaan.

Namun yang terjadi, dua orang panitia yaitu tim perumus Hentje Mandagi dan tim acara Richard Aritonang  yang meminta kepastian mekanisme pemilihan itu, justru dikeluarkan dari grup WA panitia oleh Jimmy Endey secara sewenang-wenang.

Sejak saat itu, Hoky dan Hence Mandagi  menarik diri dari aktifitas kepanitiaan. Hoky juga sempat menyarankan Richard Aritonang dan Heintje Mandagi untuk tidak ikut terlibat dalam kegaduhan penolakan keras di grup WhatsApp wartawan MA terhadap persiapan pembentukan FORWAMA.

Akan tetapi jiwa jurnalis Richard Aritonang tidak bisa diredam dan dirinya tetap membuat tulisan mengungkap fakta yang terjadi di internal panitia yang menurut pendapat Richard tidak bisa didiamkan.

Akibatnya, perdebatan menolak pemilihan FORWAMA di grup WA wartawan MA justru makin ramai.

Alih-alih, kelompok panitia yang dimotori Jimmy Endey justru menggandeng organisasi PWI dalam kegiatan pemilihan, meskipun wartawan di MA terdiri dari beragam organisasi pers.

Rupanya Jimmy cs ingin ‘menggiring’ hanya satu calon ketua yang dipilih oleh pemilih yang direkayasa bukan dari mayoritas wartawan MA.

Richard Aritonang, wartawan yang sudah belasan tahun meliput di MA paling keras mempertanyakan sikap ketua panitia Jimmy Endey.

“Memprihatinkan! Setau saya, wartawan di beberapa WAG wartawan liputan MA lebih dari 300 orang jumlahnya. Koq cuma belasan yang hadir? Itu melanggar Asas demokrasi, dan Ilegal,” tandas Richard, yang juga panitia tapi tidak dilibatkan saat pemilihan.

Richard Aritonang menjelaskan, dirinya merupakan salah satu deklarator FORWAMA-RI (Forum Wartawan Mahkamah Agung Republik Indonesia) pada tahun 2017 ketika Ketua MA masih dijabat Prof. Dr. Hatta Ali.

Demokratis dan Terbuka

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung RI Dr. Sobandi turut berkomentar tentang pembentukan FORWAMA yang mendapat penolakan dari mayoritas wartawan MA. Ia menegaskan sikapnya, mendukung pembentukan FORWAMA.

“Dengan syarat, melibatkan semua wartawan yang peduli Mahkamah Agung dan peradilan, dan dilakukan secara demokratis dan terbuka,” tegas Sobandi.

Sobandi  mengingatkan, pembentukan FORWAMA adalah inisiatif wartawan, bukan dari Mahkamah Agung. Ia pun mempersilahkan wartawan di MA sendiri yang memutuskan apakah perlu atau tidak dibentuknya forum wartawan tersebut.

Pernyataan Sobandi itu disampaikannya secara tegas di grup WA dan kepada setiap wartawan yang konfirmasi terkait gonjang-ganjing penolakan pembentukan FORWAMA tanpa melibatkan seluruh wartawan di MA.

 

 

Dengan adanya penegasan itu, timbul pertanyaan wartawan di MA, mengenai legitimasi pemilihan FORWAMA yang hanya dihadiri belasan wartawan dan hanya diendors oleh PWI saja.

Lebih disayangkan lagi, isu rasis berbau SARA justru lebih kental menyeruak pasca kelompok belasan wartawan yang mengatasnamakan wartawan MA ini memilih Emil Simatupang sebagai Ketua FORWAMA. Dan lebih parah lagi baru sehari terpilih, Emil Simatupang sudah menebar ancaman dan tuduhan kepada salah satu wartawan senior tanpa berani menyebut nama orang yang dituduh tersebut.

Akankah pengurus FORWAMA bentukan belasan wartawan ini diterima eksistensinya mengatasnamakan wartawan MA ? Yang pasti sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban konfirmasi dari Emil Simatupang dan Jimy Endey.

Menanggapi persoalan ini, Ketum DPP SPRI Heintje Mandagi yang awalnya diajak dan dipercayakan sebagai tim perumus persiapan pembentukan FORWAMA, mengaku tidak mempersoalkan siapa saja yang berambisi jadi ketua FORWAMA.

“Namun untuk menghadapi tekanan dari kelompok mayoritas wartawan MA, ketua panitia dan ketua terpilih seharusnya tidak paranoid dan menebar isu rasis dan ancaman kepada wartawan MA,” kata Mandagi saat dimintai tanggapannya lewat pesan singkat, Minggu (21/5/2023) di Bekasi.

Mandagi juga mengatakan, sejak awal dirinya mau dilibatkan sebagai tim perumus FORWAMA karena pertimbangan profesional untuk membantu wartawan pos liputan MA membentuk wadah komunikasi FORWAMA.

“Sangat disayangkan ada yang sangat berambisi menjadi ketua, lalu menghalalkan segala cara dengan menganggap sepele aspirasi ratusan wartawan MA, bahkan sengaja membiarkan ketua panitia menebar isu SARA demi syahwat menjadi ketua,” pungkas Mandagi, yang sejak awal menolak mencalonkan diri sebagai ketua FORWAMA karena alasan fokus pada organisasi SPRI.

Edited By: Tjie Hanna Susanti

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles