Kamis, Oktober 15, 2026

Cianjur Dikenal Sebagai Daerah Destinasi Wisata Seks Dan Kawin Kontrak

CIANJUR, sinar-berita.com |* Cianjur Jawa Barat, cukup dikenal sebagai destinasi wisata seks dan kawin kontrak bagi turis luar negeri. Khususnya para turis dari timur tengah, menganggap kawasan Cainjur dan sekitarnya merupakan surga wisata seks dan kawin kontrak.

Terkait keresahan panjang yang dirasakan oleh masyarakat sekitar yang merasa tak nyaman dengan situasi itu, pemerintah kabupaten Cianjur, bupati Cianjur Herman Suherman pernah menerbitkan peraturan bupati (Perbub) yang melarang praktik kawin kontrak pada 18 Juni 2021.

Seperti dikutip, kendati belum diatur sanksi-sanksi yang diterapkan dengan penerbitan Perbub itu, namun, secara penerapannya, dikatakan, didesuaikan dengan Perda dan Undang-Undang berlaku.

“Terkait sanksi memang belum kita atur, namun bisa dikaitkan dengan Perda serta Perundang-undangan yang berlaku seperti, trafficking, perlindungan anak dan tentang perkawinan,” jelas Bupati Cianjur, Herman Suherman, seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (24/11/2021).

Dengan adanya aturan tersebut, menurut Herman ketika itu, semua pihak diharapkankan bisa terlibat langsung dalam upaya penanganan dan pencegahan praktik kawin kontrak di Cianjur. Akan tetapi, sampai saat ini praktik prostitusi terselubung itu masih marak terjadi di Cianjur.

Kasus terbaru dialami Sarah, 21, warga Cianjur yang meninggal dunia akibat diduga dianiaya dan disiram air keras oleh suami sirinya yang berkebangsaan Arab Saudi.

Praktik kawin kontrak ini menjadi ironi, karena lambat laun menggeser predikat kota Santri di kawasan Jawa Barat tersebut. Ironisnya kini prestise ribuan pondok pesantren di sana seolah-olah luntur akibat munculnya fenomena kawin kontrak di Cianjur yang setidaknya telah terdeteksi sejak 2015.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, H. Ahmad Yani, fenomena kawin kontrak di Cianjur paling sering terjadi di tiga wilayah di Cianjur, yaitu Puncak (Cipanas), Sukarsemi, dan Pacet.

Bupati Cianjur Herman Suherman

Kaum wanita di sana dimanfaatkan oleh pria hidung belang yang datang dari Timur Tengah untuk dijadikan istri dalam waktu tertentu sesuai perjanjian. Tanpa disadari para wanita di sana telah menjadi sekaligus korban nyata dari praktik tersebut. Mereka pun menjalani kawin kontrak karena rata-rata tergiur iming-iming uang dan harta benda lainnya dari praktik prostitusi tersebut.

Akad nikah dan ijab kabul dalam proses kawin kontrak hanya akal-akalan agar tidak dicap berzina. Praktik kawin kontrak di Kota Santri Cianjur paling sering terjadi saat musim liburan, dimana para pengelola jasa ‘travel dadakan’ pun bergerak cepat menawarkan jasa kawin kontrak.

Mereka biasanya datang ke Cianjur pada musim haji karena bersamaan dengan liburan di Timur Tengah. Hal itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk menawarkan jasa kawin tamasya. Praktik prostitusi berkedok kawin kontrak itu pun berhasil diredam pandemi. Walaupun sebenarnya kalangan Pemkab Cianjur sudah mengetahui adanya fenomena tersebut.

Para wanita menjalani kawin kontrak dengan alasan ekonomi, yang terkesan dibiarkan untuk peningkatan ‘masukan’ pula sebagai alasan ekonomi. Memanfaatkan situasi yang ada dengan mengedepankankan simbol-simbol tertentu, serta merobek simbol lain yang tulus mengulurkan tangan atas dasar kemanusiaan.[Arto]

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles