Surabaya, SINAR-BERITA.com|* Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Sarwo Edhy saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke pasar Wonokromo dan Pucang Anom Surabaya, Kamis, (30/3/2023), mengatakan, NFA konsisten melakukan pemantauan harian perkembangan harga dan stok pangan di seluruh provinsi di Indonesia.
Pemantauan dilakukan melalui aplikasi Panel Harga Pangan maupun dengan turun langsung ke pasar-pasar baik tradisional maupun modern.
“Hari ini kita mendampingi Komisi IV DPR RI melakukan pemantauan harga pangan di Kota Surabaya, dengan mengunjungi pasar Wonokromo dan Pucang Anom. Secara umum stok bahan pangan pokok aman dengan harga yang relatif stabil atau tidak terpaut jauh dari Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan Badan Pangan Nasional,” ujarnya.
Dikatakan, daging sapi, daging ayam ras, cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang merah, minyak goreng, dan gula konsumsi, dan beras medium tercatat memiliki harga yang stabil dan masih berada di bawah atau sama dengan HAP. Sedangkan untuk harga telur ayam masih berada di atas HAP.

“Ada beberapa kenaikan tapi di kedua titik pasar tadi kenaikannya tidak lebih dari 10%, artinya harga-harga di minggu pertama Ramadan ini masih relatif stabil. Kita berharap dari sekarang hingga Idulfitri nanti tidak ada kenaikan yang signifikan sehingga harga-harga komoditas pangan masih bisa dijangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPR RI H. Muhtarom di sela kunjungan mengatakan, kondisi harga pangan saat ini masih wajar. Terkait pasokan, Ia juga menambahkan, untuk pasokan pangan kondisinya lancar, informasi tersebut didapatkannya dari keterangan para pedagang pasar yang ditemui.
“Masih pada batas toleransi kenaikannya, ada yang naik ada yang turun, naik sedikit, turun sedikit itu ada. Makanya ini kita monitor terus jangan sampai nanti menjelang lebaran itu ada kenaikan kebutuhan rumah tangga sembako yang signifikan. Jauh-jauh hari sudah terus kita monitor,” ujarnya.
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, peningkatan intensitas pemantauan pangan ini merupakan bagian dari mitigasi sesuai arahan Presiden RI yang meminta stok dan harga pangan betul-betul dijaga dari sisi stabilitas dan keseimbangannya. Pada momen seminggu bulan puasa ini pihaknya juga sudah menugaskan Eselon I dan II NFA untuk turun mengunjungi pasar-pasar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Bapak Presiden sudah minta agar harga pangan stabil dan seimbang baik di tingkat produsen, pedagang, dan konsumen. Itu menjadi tugas NFA tentunya dibantu dengan para stakeholder pangan. Melalui kolaborasi kita optimis bisa menjaga dan memastikan keseimbangan harga dari hulu hingga hilir,” tandasnya.

Lebih lanjut, Arief kembali menyampaikan, bahwa stok pangan pada HBKN puasa dan Idulfitri ini aman dan mencukupi.
“Kita sudah hitung dan pantau kondisinya dengan melakukan koordinasikan bersama seluruh asosiasi serta perwakilan pelaku usaha pangan dari semua komoditas. Pada HBKN puasa dan Idulfitri ini stok pangan dijamin aman,” paparnya. [Shanty Rd]







