Rabu, Oktober 14, 2026

Diduga Lalai Tangani Pasien RS Siloam Nusa Dua Bali Akan Hadapi Hukum

JAKARTA, SINAR-BERITA.COM – Diduga ada mallpraktek dan kelalaian dalam pelayanan Rumah Sakit (RS) Bali International Medical Centre (BIMC) Siloam Hospitals Nusa Dua Bali, yang mengakibatkan seorang warga negara Asing (WNA) jadi korban. 

Hal tersebut disampaikan Henry Wilman SH dari kantor hukum IUS, selaku Kuasa Hukum Peter Helou yang merupakan warga negara asal Australia yang menjadi korban kelalaian pelayanan pihak rumah sakit. 

Menurut Henry, kejadian itu berawal saat kliennya mendatangi rumah sakit untuk chek kondisi jantungnya di RS BIMC Siloam Hospitals Nusa Dua Bali pada tahun 2019. 

“Kejadian itu di bulan Juli 2019, pada awalnya suami dari klien kami ini bernama Peter Helou ada gejala penyakit jantung. Lalu klien kami ini datang ke rumah sakit BIMC Siloam Hospitals Nusa Dua Bali dan di bulan Juli 2019 . Klien kami direkomendasikan untuk menjalani rawat inap,” Ucap Henry kepada awak media di Hotel 88, Mangga Besar, Jakarta Barat, Rabu (30/3/22). 

Kemudian Peter harus menjalani rawat inap diruangan VIP di RS BIMC Siloam Hospitals untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Setelah mendapat ruang rawat inap, keluarga korban menemukan kondisi shower kamar mandi sudah rusak dan melakukan komplain kepada pihak rumah sakit. Namun pihak rumah sakit tidak memberikan respon. 

“Shower kamar mandi tempat klien kami ini menjalani rawat inap tidak diperbaiki oleh pihak rumah sakit. Walaupun sudah dikomplain berkali-kali sama pihak keluarga dan juga korban,” ungkapnya. 

Henry mengungkapkan, pada saat Peter Helou berada di kamar mandi dan ingin menggunakan shower tersebut, tiba-tiba air panas keluar cukup deras mengenai korban. Hal itu membuat kliennya tersebut terjatuh yang mengakibatkan keretakan pada punggung sebelah kanannya. 

“Karena sangking derasnya air panas dari shower itu keluar, ditambah lagi lantai kamar mandi yang licin membuat klien kami terjatuh dan membentur lantai kamar mandi,” tuturnya. 

Pada saat kejadian lanjutnya, Peter Helou yang bertubuh cukup besar kesusahan untuk bangkit guna menekan tombol bel emergency yang berada dalam kamar. Selain itu, Peter Helou juga sudah berteriak berkali-kali meminta tolong ke petugas rumah sakit namun tidak ada yang mendengarnya. 

“Klien kami harus berjuang dengan sendirinya untuk memanggil para suster dan juga para perawat. Klien kami ini pada saat dia jatuh langsung berteriak meminta pertolongan,” lanjut Henry. 

Setelah menunggu cukup lama, Henry menambahkan, akhirnya petugas datang dan langsung mengangkat korban keluar dari kamar mandi ruangan tempat korban dirawat. 

Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Bali dengan nomor laporan LP/477/XII/2019/BALI/SPKT pada tanggal 16 Desember 2019. Namun, sampai saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut. 

Dalam kesempatan tersebut, istri Peter Helou, Dina Angraini mengaku, sampai saat ini tidak ada pertanggung jawaban dari pihak rumah sakit. Akibat kejadian itu, suaminya mengalami komplikasi dan pihak keluarga sempat membawa Peter ke Mount Elizabeth Singapura untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. 

“Setelah kejadian itu, suami saya tidak ada rasa percaya lagi dengan RS BIMC Siloam Hospitals, karena penanganan rumah sakit. Awalnya beliau itu masuk masih bisa makan, tiba-tiba menderita. Langsung kita berpikiran untuk menerbangkan ke Mount Elizabeth Singapura untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik terkait tulang retak,” ujarnya. 

Namun, lanjut Dina, pihak rumah sakit BIMC Siloam Hospitals malah mengeluarkan rujukan dengan berbagai macam penyakit yang dialami oleh suaminya. 

“Saya nggak perhatikan pada saat saya meminta surat rujukan, tapi malah bukan masalah patah tulang surat rujukannya, tapi ada beberapa penyakit lain yang disebutkan di surat rujukan itu dan patah tulang ada di urutan terakhir,” jelasnya. 

Dina mengaku, atas kejadian tersebut, Peter Helou yang menjadi tulang punggung keluarganya tidak dapat lagi bekerja, sehingga perekonomian keluarganya menjadi hancur. 

Bahkan, lanjut Ibu anak tiga itu untuk mendapatkan keadilan dirinya melalui kuasa hukumnya sudah mengirimkan surat kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) atas kejadian tersebut. 

“Kami hanya meminta ada tanggung jawab dari pihak rumah sakit dan keadilan, karena saya sudah sekian lama mengharapkan tanggung jawab dan keadilan. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan,” pungkas Dina sambil meneteskan air mata.[edi]

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles