JAKARTA, sinar-berita.com |– Tingkatkan kepemimpinan perempuan dalam bisnis untuk menyokong pertumbuhan ekonomi sosial Indonesia, AKSI Perempuan hadir sebagai wujud komitmen Tjufoo bersama Stellar Women untuk mendampingi womenpreneur bertumbuh.
Melalui kick-off pada hari ini, Kamis (29/9/2022), program Akselerasi Bisnis (AKSI), perempuan semakin memperkuat komitmen brand aggregator Tjufoo dalam mendukung peran kepemimpinan perempuan di dunia bisnis.
Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dalam sambutannya mengatakan, program yang hadir lewat kolaborasi dengan platform community Stellar Women sebagai mitra pelaksana ini memberi peluang inkubasi bagi bisnis-bisnis yang dirintis perempuan Indonesia.
“Semakin signifikannya peran womenpreneur dalam menyokong perekonomian nasional salah satu alasan latar belakang dari program AKSI Perempuan karena sebagian besar UMKM di Indonesia digerakkan oleh perempuan. Namun masih banyak tantangan yang dihadapi perempuan dalam berbisnis, di antaranya peranan dalam keluarga, stigma sosial, akses pelatihan kewirausahaan, dan akses permodalan” paparnya.

Bintang Darmawanti mengharapkan untuk meningkatkan kepemimpinan perempuan dalam bisnis guna menyokong pertumbuhan ekonomi sosial Indonesia, AKSI Perempuan hadir sebagai wujud komitmen Tjufoo bersama Stellar Women untuk mendampingi womenpreneur bertumbuh.
“Mendorong partisipasi aktif perempuan dalam ekonomi akan mampu menaikkan pendapatan negara secara signifikan. Maka dari itu, saya menegaskan bahwa pemulihan ekonomi dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19 yang memperhatikan pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan adalah sebuah keharusan, bukan pilihan,” tambah Menteri Bintang Darmawati.

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Angela Tanoesoedibjo, dalam apresiasinya menegaskan, peran perempuan yang sangat penting bagi perkembangan ekonomi nasional.
“Lebih dari 64% UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan dengan proyeksi kontribusi senilai US$ 135 miliar pada tahun 2025. Sangat besar, namun masih banyak tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha perempuan, khususnya dari akses permodalan.
Dikatakannya, hanya 2,3% startup yang dipimpin oleh perempuan yang mendapatkan pendanaan. Oleh karenanya, langkah program AKSI Perempuan ini menunjukkan keberpihakan terhadap perempuan dengan peningkatan kapasitas dan kualitas. Hal ini sangatlah diperlukan, terutama dalam mempersiapkan pelaku usaha menghadapi era digitalisasi yang semakin terakselerasi oleh pandemi Covid-19.
Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Siti Azizah, menekankan pentingnya menciptakan wirausaha-wirausaha baru yang inovatif dan berkelanjutan yang pada akhirnya dapat membuka lapangan kerja. Apalagi dari 64,2 juta UMKM, sekitar 99% adalah pengusaha mikro yang memberikan kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 61,07%, terhadap investasi sebesar 60,4%, dan terhadap ekspor sebesar 14,3%.

“Untuk itu AKSI perempuan diharapkan dapat membangun motivasi wirausaha perempuan, berupa aksi untuk berinovasi, berkreativitas, serta berkolaborasi dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan usahanya. Sehingga, tentunya diharapkan para pengusaha wanita ini mampu berkontribusi terhadap perekonomian nasional,” tutur Siti.
Co-Founder&Chief Executive Officer Tjufoo, TJ Tham mengungkapkan, meski data kontribusi perempuan terhadap perempuan signifikan, perempuan masih membutuhkan dukungan untuk menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan bisnis.
“Untuk itu, Tjufoo dan Stellar Women menghadirkan AKSI Perempuan sebagai wujud kepedulian dan upaya mendorong kesetaraan peluang dan kesempatan bagi womenpreneur dalam memperkuat fundamental bisnis mereka, membentuk skalabilitas yang jelas untuk mengukur peluang pasar, menentukan tujuan untuk proses identifikasi merek mereka, dan juga merancang strategi bisnis yang kuat untuk menjawab berbagai tantangan,” jelas TJ.
Founder Stellar Women, Samira Shihab, menjelaskan, Tahap pertama program inkubasi bisnis AKSI Perempuan dimulai dengan kegiatan bootcamp yang diselenggarakan pada 1-2 Oktober 2022 untuk seluruh bisnis yang mendaftar. Tjufoo dan Stellar Women menargetkan 5.000 womenpreneur dapat bergabung dalam AKSI Perempuan dan mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya.
“AKSI Perempuan menyasar para womenpreneur untuk memimpin bisnis mereka ke level selanjutnya. Kami berharap program ini dapat lebih mengembangkan kewirausahaan perempuan yang membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menginspirasi banyak perempuan lainnya untuk mengambil langkah berani dalam dunia bisnis” ungkapnya.[Shanty Rd]







