Jakarta, sinar–berita.com|Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi meminta Jajaranya menuntaskan penyerapan Dipa 2023 di masing-masing unit kerja eselon (UKE) 11.
“Soal penyerapan anggaran ini mendapat perhatian besar dari mendagri dan sekjen kemendagri, jadi tolong teman-teman UKE 11 betul-betul memahami dan mengambil langkah percepatan penyerapan anggaran. Posisi kita belum menggembirakan dibanding komponen kemendagri lainya.” pesan Teguh dalam rapat penyerahan petunjuk operadional kegiatan (POK) UKE 11 lingkup Ditjen Dukcapil tahun 2023 di Jakarta, Selasa, (5/12/23).
Teguh memasang target pencampaian sebesar 99,84 persen sehingg, sekecil apapun anggaran potensi sisa, sepanjang masih bisa direvisi oleh kuasa pengguna anggaran (KPA), maka perlu dilakukan sepanjang sifatnya bukan pemborosan,melainkan kebutuhan.
“Cermati betul-betul, jangan sampai ada anggaran kecil tersisa, apalagi yang besar,” ujarnya.
Sebelumnya PLH sesditjen Dukcapil Adel Trilius mengungkapkan per tanggal 4 Desember 2023 kinerja anggaran tahun 2023 dengan pagu sebesar Rp852,633,609,000,- dapat direalisasikan 82,27 persen. Namun Adel mengaku optimistis pada pekan ketiga Desember 2023, anggaran dapat diserap mencapai lebih dari 99 persen.

Sementara untuk tahun anggaran 2024 Ditjen Dukcapil mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp804.942,775.000,- jumlah naik 23,1 persen dibandingkan pagu awal TA 2023.
Dirjen Teguh menekankan jajaranya agar fokus menyusun anual workframe khusus program PHLN.
“Harus fokus, sebab kalau tidak potensi masalah sangat besar seperti keterlambatan kontraktual, kesalahan pelaporan dan seterusnya,” tandas teguh.
Pada bagian lain, Teguh tak lupa berpesan soal pengadaan blanko KTP-el sebanyak 22 juta keping agar segera dilaksanskan pada Desember tahun ini juga sehingga pada Januari 2024 sudah tersedia blanko KTP-el.
“Selanjutnya terkait inovasi pelayanan harus tetap diusahakan disetiap bagian UKE 11, birokrasi itu ruhnya adalah inovasi. Menjawab tantangan zaman itu dengan inovasi. Jangan sampai kita mandeg atau mundur belakang karena tidak ada inovasi terbaru dalam pelayanan kepada masyarakat.” pungkasnya. [Maria]
.







