Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta, mengingatkan pendatang baru jangan coba berspekulasi mengadu nasib ke Ibukota apabila tidak memiliki jaminan pekerjaan. Diprediksi, 40.000 pendatang baru akan menyerbu Jakarta pasca lebaran 2023.
“Kepada para pendatang, jangan coba-coba berspekulasi mengadu keberuntungan untuk bekerja di Jakarta bila tidak memiliki jaminan pekerjaan, skill yang baik dan jaminan tempat tinggal, jangan sampai nanti tinggal di Jakarta malah lebih sulit.” kata Kadisdukcapil DKI, Budi Awaludin, Senin (24/4/2023).
Budi memprediksi migrasi ke DKI dari kampung halaman akan meningkat 20-30 persen atau sekitar 36.000 – 40.000 penduduk. Selain itu, petugas akan mendata administrasi penduduk pendatang baru.
“Pendataan merupakan tugas Disdukcapil sebagai upaya tertib administrasi kependudukan. Namun dengan keterbatasan petugas, tentunya melibatkan RT/RW dan Dasawisma akan ditingkatkan. Sebelum Hari Raya kami telah melakukan antisipasi hal ini dengan mengundang RT/RW dan Dasawisma beserta jajaran tingkat kota yang dihadiri Walikota, Camat, hingga Kelurahan,” ujarnya.

Lebih lanjut Budi juga meminta pendatang segera lapor RT/RW, selanjutnya Dasawisma secara paralel akan memberikan teguran kepada para pendatang. Selain itu, himbauan kepada masyarakat agar segera lapor RT/RW, nantinya Dasawisma akan secara paralel akan memberikan teguran kepada para pendatang untuk segera lapor keberadaanya, untuk lapor RT/RW 1x 24 jam.
“Karena fungsi RT adalah Pemeliharaan Keamanan, Ketertiban dan Kerukunan hidup antar warga dari kejahatan,” pungkasnya. [Maria]







