NUSA DUA-BALI, sinar-berita.com |- Ekonomi dunia menghadapi gejolak sangat menantang mulai dari tekanan inflasi, volatilitas di pasar keuangan hingga efek Covid-19 yang masih berlangsung.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan, ekonomi dunia saat ini menghadapi gejolak sangat menantang. Berbagai tantangan dari tekanan inflasi, volatilitas di pasar keuangan, hingga efek Covid-19 yang masih berlangsung.
“Hal tersebut menimbulkan dilema bagi bank sentral untuk mengambil kebijakan yang tepat dalam menghadapi inflasi yang meningkat, yang datang dari sisi penawaran, terutama gangguan rantai pasok akibat pandemi, dan diperparah oleh perang di Ukraina” katanya dalam pertemuan menteri Keuangan dan gubernur Bank Sentral (FMCBG) G-20 di Nusa Dua Bali, Minggu (17/7/2022).
Perry mengatakan, kondisi ini berbeda dengan sebelumnya yang sering kali, gejolak harga didorong dari sisi permintaan. Untuk mengatasi tekanan ini, Perry mewacanakan, dengan menaikkan bunga atau respons dari sisi supply.

Seperti diketahui, bank sentral utama seperti Amerika Serikat, Kanada, hingga Inggris sudah mengerek suku bunga kebijakannya demi melawan inflasi. Namun, Perry menyebut langkah yang diambil sejumlah bank sentral negara maju tersebut tentu akan berpengaruh terhadap ekonomi global.
“Kondisi ini menimbulkan dampak berupa aliran modal keluar dan volatilitas nilai tukar. Dampaknya, kenaikan bunga bukan hanya memberi solusi atas inflasi tetapi kini berisiko menciptakan efek lanjutan terhadap aliran modal dan aspek lainnya” jelasnya.
Di sisi lain, lanjutnya, banyak negara masih berjuang untuk memulihkan ekonomi dari efek luka memar karena pandemi. Apalagi, belum semua dunia usaha sepenuhnya pulih, beberapa masih dalam proses perbaikan.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan yang sangat menantang dan kompleks bagi bank sentral di seluruh dunia. Mereka perlu menyeimbangkan stabilitas harga sekaligus mengatasi juga volatilitas aliran modal dan nilai tukar, tetapi tetap tidak memperburuk perlambatan ekonomi global
“Ini adalah episode yang sangat kompleks dan sangat berbeda dari masa lalu,” kata Perry.[sdr/red]







