Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Bertumbuhnya jumlah pergerakan wisatawan di tanah air tak terlepas dari kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Tak bisa dipungkiri, ekowisata menjadi aset terbesar dalam pariwisata Indonesia. Maraknya isu iklim yang belakangan, konsep pariwisata alam yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi tren yang banyak dicari para wisatawan.
Dalam rangka mendukung momentum kebangkitan pariwisata Indonesia, Kiad Media Kreatif didukung oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup menyelenggarakan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia (FTNTWA) 2023, yang berlangsung selama 4 hari, dari 1-4 Juni 2023 di Istora Senayan, Jakarta.
Menandai pelaksanaan ke-7, sejak pertama kali digelar pada 2017, berbeda dengan tahun sebelumnya, FTNTWA kali ini berkonjungsi dengan Indonesia Ecotourism Festival (Indonesia EcoFest) dan berkolaborasi dengan Indonesia Outdoor Festival (Indofest).

Dalam keterangan persnya, Minggu (4/6/2023), Direktur Kiad Media Kreatif yang sekaligus juga inisiator FTNTWA Dyan Syah mengatakan, Festival Taman Nasional/Taman Wisata Alam merupakan media untuk mengenalkan keberadaan Taman Nasional dan Taman Wisata Alam yang ada di Indonesia, juga sarana edukasi kepada masyarakat luas terkait keberadaan taman nasional dan taman wisata alam sebagai destinasi wisata.
Festival Taman Nasional atau Taman Wisata Alam saat ini juga merupakan rangkaian dari Road to Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2023, yang puncak peringatannya akan diselenggarakan di Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling Palangkaraya, rovinsi Kalimantan Tengah pada Agustus 2023 mendatang.
Lebih lanjut Dyan mengatakan, saat ini Indonesia mempunyai 55 Taman Nasional dan 130 Taman Wisata Alam yang tersebar dari ujung barat Indonesia hingga ujung timur Indonesia. Keanekaragaman flora dan fauna serta fenomena alamnya yang khas baik daratan maupun di perairan, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat, sangat rpotensial menjadi daya tarik wisatawan baik dalam maupun mancanegara.
Dyan mencontohkan, deretan acara sosial budaya khas yang biasa dilaksanakan masyarakat sekitar menunjukkan, bahwa dalam dalam kehidupan manusia tidak dapat lepas dari keberadaan alam.

“Agar keindahan alam, keberagaman flora dan fauna serta khasanah budaya masyarakat dapat dinikmati oleh anak cucu kita, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga alam. Pun, ketika kita berkunjung ke taman nasional/taman wisata alam, maka wajib bagi kita semua untuk mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan, dan norma-norma yang diyakini oleh masyarakat masyarakat setempat,“ paparnya.
Kolaborasi FTNTWA & ANPF dengan INDOFest yang memamerkan produk-produk perlengkapan out dan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam sebagai destinasi wisata alam, sangat positif dan saling melengkapi.
Dalam gelaran festival Taman Nasional akbar di Indonesia, puluhan peserta yang terdiri dari lembaga pemerintahan, taman nasional dan wisata alam ternama di berbagai penjuru tanah air dan perwakilan ASEAN turut berpartisipasi.
Beberapa di antaranya adalah TN, Way Kambas, TN Batang Gadis, TN Bukit Barisan Selatan, TN Gn Leuser, TN Kutai, TN Kelimutu, TN Bali Barat, TN Gn Gede Pangrango, TN Kepulauan Seribu, TN Gn Ciremai dan TN Tambora.

Jangkauan FTNTWA kini semakin luas dengan hadirnya ASEAN National Park Festival yang diadakan untuk pertama kalinya, yang diwakili oleh The Small Grant Program by The ASEAN Centre for Biodiversity dan The Board of Trustees of The Sabah Parks.
Dengan luas area lebih dari 1.500 kilometer, Sabah Park sendiri merupakan kawasan konservasi alam di Malaysia yang menawarkan pemandangan menakjubkan dan satwa liar yang memukau, dimana jenis spesies yang terancam punah seperti bekantan dan gajah kerdil, masih dapat ditemukan di taman ini.
Sebagai acara publik, FTNTWA 2023 tak hanya dihadiri oleh para calon wisatawan, namun juga oleh keluarga, komunitas pegiat alam, pelaku bisnis pariwisata serta para pemangku jabatan yang diperkirakan dipadati sekitar 30.000 pengunjung. [Shanty Rd]







