BENGKALIS RIAU, SINAR-BERITA.COM – Masyarakat di beberapa desa di Bengkalis Riau, mengaku resah lakukan aktifitas luar rumah sehari-harinya. Hal ini dipicu oleh kejadian awal bulan April lalu, ditemukan seorang warga desa Tasik Serai Timur, Indra (30), tewas dengan kondisi kepala terputus, diduga diterkam Harimau, pagi hari, Rabu (6/4/2022).
Hari-hari berikutnya, suasana kian mencekam ketika Selasa (12/4/22), pekarangan rumah Marlon Tamba di Km.75 Simpang Nanas RT.02 RW.04, disambangi oleh Harimau Sumatera ini sekira petang hari, pukul 17.10 Wib.
Dalam rekaman video melalui ponsel ini, terlihat harimau besar ini mengelilingi pekarangan warga diwarnai jeritan penghuni rumah.
Setelah merasa yakin harimau itu telah menjauh, Marlon Tamba langsung menghubungi ketua RT setempat, Arianto Sitorus yang dengan sigap bersama warga lainnya melakukan evakuasi terhadap Marlon dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Keterangan warga kala itu, masih ada dua kepala keluarga, tetangga Marlon yang belum diungsikan yaitu keluarga Gomgom dan Zeplin Riston Ambarita.
Esok harinya, 13 April 2022, kepala desa Junaedi Sinaga beserta Danramil 03/Mandau Kapten Arh Jimirianto, Serda P. Sinaga, Kopda Bambang dan beberapa lainnya langsung menuju lokasi simpang kerikil RT 02/RW 04 Dusun II Tanjung Potai km 68 Menggunakan mobil.
Saat menuju rumah warga yang hendak di evakuasi, mobil yang mereka tumpangi dihadang Harimau buas dibawah pohon sawit, berjarak tidak begitu jauh dari kendaraan.
Ketiga anggota TNI dengan sigap berusaha mengusir Harimau menjauh dari kediaman warga.
Setelah harimau berhasil menjauh, jelang tengah malam, dua keluarga, Gomgom dan Zeplin berhasi di evakuasi dan diungsikan ketempat yang dianggap lebih aman.
Pada 20 April Jejak Harimau ditemukan lagi di desa Melibur dusun Sekijang kampung Nanas RT.01 RW.02 pukul 19:00 WIB, Rabu (20/4/22).
Juga esok harinya Kamis 21 April 2022, Putra (25) seorang warga Kilometer (Km) 68 RT.03 RW.03 desa Tasik Tebing Serai, mengaku menemukan jejak Harimau saat dirinya menuju ladang Sawit.
Kondisi ini membuat masyarakat merasa takut dan khawatir hendak melakukan aktifitas di luar rumah belakangan ini. Bahkan sekolah pun diliburkan.
Beberapa waktu setelah kejadian meresahkan ini, kepala desa Tasik Tebing Serai Junaedi Sinaga dan kepala desa Tasik Betung (Siak) Chairul Anas, Camat Sungai Mandau Yudha Rajasa, camat Talang Muandau Syamsar, Bhabin Kamtibmas Brigadir Rizal dan P Sinaga, pihak kehumasan PT Arara Abadi Distrik Duri 1 Imam Syafi’i telah mengunjungi lokasi kejadian ini secara bersamaan.
Bahkan tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), dijelaskan, telah pula datang dan memasang perangkap, CCTV, obat bius, dan drone untuk menjinakkan mahluk legendaris yang hanya ada di Sumatera ini.
“Kami masyarakat sangat berharap agar BBKSDA Riau segera mengamankan situasi yang sangat mencemaskan warga Tasik Tebing Serai dan sekitarnya, agar masyarakat dalam melanjutkan kehidupannya hilang dari rasa takut” harap seorang warga.[Roniko S]







