Jakarta, SINAR–BERITA.com| Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-4, ikatan Sedulur Pondok Kopi (SPK) menggelar pemberian santunan kepada 83 anak yatim piatu di pelataran Ruko di jalan I Gusti Ngurah Rai Pondok Kopi, Minggu (10/9/2023).
Pagelaran HUT Ke-4 SPK yang tergolong religius dan sangat positif ini dihadiri seluruh tokoh-tokoh SPK, dan individu-individu yang dulu melakukan aktivitas kehidupannya di wilayah Pondok Kopi Jakarta Timur, baik sebagai awak angkutan umum, maupun pedagang makanan dan minuman.
Ketua SPK Banggar Jaya Harahap kepada sinar–berita.com mengungkapkan rasa syukurnya yang amat dalam atas suksesnya penyelenggaraan HUT Ke-4, yang diwarnai pemberian santunan kepada anak yatim piatu.

“Saya sangat bersyukur atas terselenggaranya acara sosial ini berkat dukungan semua teman-teman. Kita peduli pada anak-anak yatim piatu yang ada disekitar kita, dan kita berharap kedepan kita bisa memberi santunan kepada lebih banyak lagi anak-anak yatim piatu,” tutur Banggar.
Hal senada ditambahkan oleh wakil Ketua SPK Ayung yang juga mengungkapkan rasa gembiranya atas suksesnya kegiatan sosial dalam rangka HUT Ke-4 SPK.
“Kita warga SPK bersatu dari sabang sampai merauke, tidak memilah-milah golongan dan sebagainya,” ungkap Ayung yang dulu merupakan awak angkutan umum Metro Mini T506 itu.
Ketua Dewan Penasehat SPK Haji Syaichrul Bahri yang di doorstop oleh awak media dipenghujung acara mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya kegiatan sosial dalam rangka HUT Ke-4 Sedulur Pondok Kopi (SPK).

“Saya sangat senang dan bangga dengan kegiatan dan terbentuknya Sedulur Pondok Kopi, yang menyatukan dan mengikat tali silaturahmi sesama teman-teman, dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berguna bagi sesama manusia,” tegas Syaichrul yang akrab disapa Haji Ilung ini.
Ia menekankan, persaudaraan sesama teman-teman yang sehari-hari melakukan aktifitas kehidupannya di sekitar Pondok Kopi, dahulu dan sekarang harus tetap dijalin, tanpa membedakan suku dan golongan.

“Kita akan tetap menjalin silaturahmi yang lebih baik lagi, melaju bersama satu tujuan, persaudaraan tanpa batas,” cetus Haji Ilung dengan mantap.
Edited By: Richard Aritonang







