Jakarta, SINAR-BERITA.com |* Indonesia Police Watch (IPW) menyorot penanganan kasus anggota yang melanggar hukum atau nakal di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Bhayangkara. Polri dinilai tidak meng ekspose penanganan kasus anggota nakal bila tidak viral di media sosial.
“Penanganan terhadap anggota yang nakal jarang ter ekspose apabila tidak mencuat ke publik melalui media sosial dan menjadi viral, akibatnya, transparansi dalam program presisi itu masih jauh dari harapan,” kata ketua IPW Sugeng Teguh Santosa dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/6/2023).
Sugeng juga menyorot masih banyaknya tindakan menutup nutupi perbuatan anggota yang melakukan penyimpangan. Bahkan kata Sugeng, anggota yang melanggar itu dibela oleh para pelaksana satuan kerja dibawah kepemimpinan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.
Sugeng mencontohkan salah satu kasus terkait lima oknum anggota Polri di Jawatengah yang melakukan pungutan liar (pungli) dalam penerimaan calon Bintara Polri tahun 2022. Kelimanya ditangkap tangan oleh tim profesi dan pengamanan (propam) Polri.
Menurutnya, proses penanganan terhadap lima pelaku anggota yang melakukan pemerasan dan pungli tersebut awalnya sangat lamban. Proses etik dan tindak pidananya juga terkesan tidak transparan. Ia menuturkan, keterbukaan baru muncul setelah adanya perintah dari Kapolri melalui pernyataanya kepada publik yang memita agar oknum pelanggar itu dipecat atau proses pidana.
Padahal sebelumnya Polda Jawa Tengah hanya memberikan hukuman ringan terhadap pelaku yang telah menciderai institusi Polri tanpa dituntut pidana, dimana saat itu mereka hanya dimutasi ketempat lain dan mendapat demosi ringan.
“Awalnya dibela dengan sanksi ringan, tapi akhirnya dipecat setelah Kapolri bersikap tegas,” ungkap Sugeng.
Sugeng menilai pernyataan tegas Kapolri terhadap lima oknum itu telah menunjukan transparansi dan bukti keseriusan Polri membersihkan interal dari oknum nakal.
Namun Sugeng menyebut level bawah Kapolri, seperti Kapolda, Kapolres masih memberikan kesan tidak transparan kepada publik, dan dirinyha berharap keteladanan dari pucuk pimpinan Polri itu seharusnya diikuti oleh bawahan sehingga citra Polri tetap terjaga. [Maria]







