JAKARTA, sinar-berita.com |- Jelang seremonial pembangunan Tower Oak Tree – bangunan apartemen yang terletak di jalan Perintis Kemerdekaan Pulogadung Jakarta Timur – memulai mencontohkan dengan pembangunan dua unit bangunan tanpa IMB, tanpa satupun plang yang menandakan bahwa bangunan itu telah melalui persyaratan administrasi dari pihak berwenang di kota Administrasi Jakarta Timur.
Pemandangan terkesan mengangkangi Perda DKI ini, dan menyembulkan ‘kerakusan’ kepala Sektor Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Pulogadung Ester Sitorus ini, terkesan sudah terang-terangan dilakukan.

Hal yang tidak sepatutnya ini terlihat oleh awak Sinar Berita yang kebetulan melintas di jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (3/8/2022).
Seorang pekerja yang tampak sedang melakukan bersih-bersih di bangunan yang nyaris rampung ini mengatakan, dirinya tidak memahami apa yang menjadi peraturan administrasi dalam mendirikan bangunan.
“Saya mah cuma kerja doang, pak. Saya mah kuli. Tapi coba deh tanya bapak ono (menunjuk seorang pekerja), barangkali dia tau pemborongnya, demi Alloh, saya mah gak tau pemborongnya” tutur lelaki separuh baya yang enggan disebut jatidirinya itu.

Kepala Sektor CKTRP Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur Ester Sitorus yang disambangi Sinar Berita, enggan menemui atau sekadar mengkonfirmasi.
Informasi yang menebar dari para pengamat pembangunan mengatakan bahwa Ester, PNS bertubuh lebar ini memang sulit di konfirmasi, dan selalu bicara bernada keras jika di konfirmasi oleh elemen masyarakat maupun awak media.
“Wah, nemui dia mah susah mas, jangankan untuk diminta konfirmasi, diminta dosanya saja, ga bakal dia kasih” tukas seorang aktivis pengamat pembangunan yang ditemui di sekitar kantor kecamatan Pulogadung Jakarta Timur, Kamis (4/8/2022).
Dirinya mengingatkan, bukan hanya Oak Tree, sebagian besar bangunan-bangunan megah di kecamatan Pulogadung Jakarta Timur, dibawah kepemimpinan Ester Sitorus sebagai kepala Sektor, menyalahi aturan dan terkesan kebal hukum.

“Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta hendaknya mawas diri, dan selektif dalam menempatkan jajarannya di posisi yang tepat. Alangkah sangat disayangkan, perilaku oknum yang merusak tataruang kota Jakarta, dilakukan secara terang-terangan demi kepentingan keuntungan pribadi” tutur aktivis pengamat pembangunan kota ini.
Pemborong maupun pelaksana pembangunan gedung dilingkungan Oak Tower, yang dicoba untuk konfirmasi, belum berhasil ditemui.[arto]







