Jakarta, SINAR–BERITA.com|Kegiatan pembangunan Taman dan Makam Pulau Karya Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan kode rekening 5.2.2.21.02 Tahun Anggaran 2022 Nilai Kontrak Rp.3.956.680.000,00 patut dipertanyakan dan terindikasi terjadi kerugian negara.
Sekretaris Jenderal LSM-Gerakan Cinta Indonesia Hisar Sihotang mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki dan juga investigasi dilapangan, ditemukan delapan point terindikasi menimbulkan kerugian negara, akibat tidak berfungsinya pengawasan di unit Kegiatan Teknis 2, mengakibatkan terjadi kerugian Negara dan tidak mengacu pada spek, gambar maupun perencanaan.
lapan point yang dianggap paling rawan dan terindikasi terjadi kerugian Negara antara lain, terkait penggunaan batu Candi dengan anggaran sangat fantastic yakni, Rp1.480.667.797,35, dugaan Pengurangan Volume Jalan. Pakta dilapangan menjadi (Lebar- 1,5 cm), galian tanah (t:10 cm) diduga tidak dilaksanakan, dugaan tidak menggunakan lantai kerja dengan adukan 1,3,5 alias fiktif, patut dipertanyakan penggunaan Kanstin DKI K- 350 dan fakta dilapangan teryata menggunakan beton jepit, untuk pekerjaan Coating andesit diduga tidak sesuai dengan spek dimana yang diminta coating andesit tebal 3 cm namun yang terpasang 2 cm, dugaan tidak menggunakan Mini Bacthing Plant melainkan menggunakan mesin molen, dan pembongkaran makam tidak sesuai dengan yang disosialisasikan karena justru yang di bongkar makam yang berbeda.
Untuk membuktikan dugaan penyimpangan pada kegiatan pembangunan Taman dan Makam Pulau Karya, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, tegas Husar, perlu mengajak Bupati Kepulauan Seribu selaku Pengguna Anggaran didampingi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Sofyan, pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wibih Abdi, pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Amrullah, termasuk Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.
“Kita buktikan, apakah kegiatan pembangunan Taman dan Makam Pulau Karya, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang dilaksanakan oleh kontraktor sudah sesuai dengan spek dan benarkah tidak terjadi penyimpangan dilapangan?,” pungkasnya.

Disinyalir, untuk total jumlah biaya kegiatan galian tanah dengan t:10 cm hingga lebar 1,5 meter terindikasi (fiktif), diduga kuat tidak dilaksanakan Rp.5.006.692,00.
Untuk Pekerjaan Lantai kerja 1:3:5. Patut dipertanyakan dan fakta dilapangan diduga tidak dilaksanakan Sebagai berikut:
a)Untuk Segmen A (Lingkar Luar), pasang lantai kerja adukan 1:3:5. Volume: 9,88m³. Jumlah harga satuan Rp.1.067.083,29 . Jumlah biaya untuk pasang lantai kerja Rp.10.544.917.07.
b)Untuk Segmen G-H. (Jalur tengah dari sisi timur ke barat). Pasangan Lantai kerja adukan 1:3:5 .Volume: 1,89m³. Harga satuan Rp.1.067.083,29. Jumlah biaya untuk pasang lantai kerja Rp.2.016.787.07.
c)Untuk Segmen E-F. (Segmen barat dari sisi selatan ke utara). Pasang Lantai kerja adukan 1:3:5. Volume: 2.51m³. Harga satuan Rp.1.067.083,29. Jumlah biaya untuk pasang lantai kerja Rp.1.339.723,07.
d)Untuk Segmen K-L. (Segmen barat dari sisi selatan ke utara). Pasang Lantai kerja adukan 1:3:5 Volume: 1,52m³. Harga satuan Rp.1.067.083,29. Jumlah biaya untuk pasang lantai kerja Rp.1.621.433.05.
e)Untuk Segmen I-J. (Segmen barat dari selatan ke utara ).Pasang Lantai kerja adukan 1:3:5 Volume 1,80 m³. Jumlah harga satuan Rp.1.067.083,29. Jumlah biaya untuk pasang lantai kerja Rp.1.917.548.67.
f)Untuk Segmen E-M. (Jalur tengah dari sisi timur ke barat). Pasang Lantai kerja adukan 1:3:5. Volume 1,44m³. Jumlah harga satuan Rp.1.067.083,29. Jumlah biaya untuk pasang lantai kerja Rp.1.536.599.93.
g)Untuk Segmen N-O. (Jalur tengah dari sisi timur ke barat ).Pasang Lantai kerja adukan 1:3:5. Volume 0,49m³. Jumlah harga satuan Rp.1.067.083,29. Jumlah biaya untuk pasang lantai kerja Rp.525.004,97.
h)Untuk Segmen P-Q. (Jalur tengah dari sisi timur ke barat). Pasang Lantai kerja adukan 1:3:5. volume 0,83m³. Jumlah harga satuan Rp.1.067.083,29. Jumlah biaya untuk pasang lantai kerja Rp.884.345,27.
Jumlah biaya/harga untuk pemasangan lantai kerja disinyalir tidak dilaksanakan dan patut dipertanyakan Rp19.003.359,03
Fakta dilapangan tidak menggunakan Kanstin DKI, melainkan hanya menggunkan beton jepit. Antara lain,
a) Untuk Segmen A. (Lingkar Luar).Pasangan Kanstin DKI Jakarta, K-300. Volume 1.317,60m’. Jumlah harga satuan Rp.189,944,61. Jumlah biaya pasang kastin DKI, K-300 untuk Segmen A 250.271.018,13.
b) Untuk Segmen G-H. (Jalur tengah dari sisi timur ke barat).Pasangan Kanstin DKI Jakarta, K-300. Volume: 252,00m’. Harga satuan Rp.189,944,61 jumlah biaya harga untuk pasang kanstin DKI K-300 untuk Segmen G-H Rp.47.866.041,72.
c) Untuk Segmen E-F. (segmen barat dari selatan ke utara).
Pasangan Kanstin DKI Jakarta, K-300. Volume:167,40 m’.jumlah harga satuan Rp.189,944,61. Jumlah biaya harga untuk pasang kanstin DKI K-300 Rp.31.796.723,71.
d) Untuk Segmen K-L. (Segmen barat dari sisi selatan ke utara ).Pasangan Kanstin DKI Jakarta, K-300. volume:202,60m’.Jumlah harga satuan Rp.189,944,61. Jumlah biaya pasang kanstin DKI K-300 Rp.38.482.777,98.
e) Untuk Segmen I-J. (Segmen barat dari sisi selatan ke utara ).Pasangan Kanstin DKI Jakarta, K-300. Volume:239,60m’.Harga satuan Rp.189,944,61. Jumlah biaya pasang kanstin DKI K-300 Rp.45.510.728,55.
f) Untuk Segmen E-M. (Jalur tengah dari sisi timur ke barat).Pasangan Kanstin DKI Jakarta, K-300 .Volume:192,00m’.Jumah harga satuan Rp.189,944,61. Jumlah biaya pasang kanstin DKI K-300 Rp.36.469.365,12.
g) Untuk Segmen N-O. (Jalur selatan dari sisi utara ke selatan ).Pasangan Kanstin DKI Jakarta, K-300.Volume:65,60m’.jumlah harga satuan Rp.189,944,61m’.Jumlah biaya pasang kanstin DKI K-300 Rp.12.460.366,41.
h) Untuk Segmen P-Q. (Jalur tengah dari sisi timur ke barat). Pasangan Kanstin DKI Jakarta, K-300. volume: 110,50m’. Jumlah harga satuan Rp.189,944,61. Jumlah biaya/harga pasang kanstin DKI K-300 Rp.20.988.879,40.

Total anggaran biaya pasang kanstin DKI K-300 diduga fiktif alias tidak dilaksanakan melainkan menggunakan beton Jepit Rp.447.376.535,47.
Pantauan dilapangan, untuk Reinforcement Work & Concrete Work menggunakan mini batching plant (dynapump), yang terjadi justru menggunakan molen. Sebagai berikut:
a)Untuk pekerjaan Pengecoran lantai kerja dengan t: 5 cm. volume: 1.910,48m². Harga satuan 47.130.00. Jumlah biaya/harga pekerjaan pengecoran lantai kerja Rp.90.040.686,74.
Diduga tidak menggunakan lantai kerja t: 5 cm langsung dengan dilakukan cor ditempat K-250 dan tidak menggunakan peralatan mobile mini batching plant, melainkan dengan mesin molen.
b)Untuk pengadaan Flowing Mortar Volume: 1.910,48m². Harga satuan Rp.75.630,00. Jumlah biaya/harga pekerjaan flowing mortar Rp.144.489.224,25.
c)Untuk pengadaan Batu Candi volume: 1.940,48m². Harga satuan Rp.775.026,00. pakta dilapangan tidak ditemukan Batu Candi dilapangan patut dipertanyakan.
d)Untuk pengadaan Plastik Cor. Volume: 1.940,48m². Harga satuan plastic cor Rp.12.600,00. Jumlah Biaya/harga Plastik cor Rp.24.071.985,00 dipertanyakan.
e)Untuk pekerjaan pengecoran beton K-250 menggunakan dynapump. Volume: 1.940,48m². Harga satuan Rp.124.175,00. Jumlah harga pengecoran beton K-250 menggunaka dynapump Rp.237.233.233,12. Pakta dilapangan ternyata menggunakan mesin molen dan bukan menggunakan mini baching plant terindikasi terjadi pengurangan volume.
f)Untuk pekerjaan Coating andesit (2x). Volume: 1.940,48m². dan harga satuan Rp.95.600,00. Jumlah harga coating andesit (2X).Rp.182.641.410,00. Diduga telah terjadi pengurangan volume.
Merujuk pada perencanaan dengan t: 3 cm, namaun pakta dilapangan menggunakan ukuran t: 2,5 cm termasuk tidak dilakukan coating melainkan hanya menggunakan pernis.
Untuk pekerjaan Reinforcement Work & Concrete Work, patut dipertanyakan. Pasalnya, pekerjaan tersebut terindikasi terjadi kerugian negara dan prakteknya dilapangan tidak sesuai dengan yang direncanakan biaya Rp.2.284.146.715,72.
Sebelumnya sudah diberitakan, Senin (11/9/2023) dengan judul “Kejaksaan Diminta Periksa Kegiatan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kepulauan Seribu Nilai kontrak Rp.6.7 miliar Jangka waktu pelaksanaan 19 Agustus s/d 16 November 2021.
Diketahui, kegiatan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kepulauan Seribu yang kerjakan oleh kontraktor di Keluarahan dengan anggaran sangat fantastic namaun realitanya dilapangan patut dipertanyakan hingga dugaan terjadi pengurangan volume .Antara lain, Pulau Tidung Rp.6,7 miliar, pulau Harapan Rp. 2,9 miliar, pulau Pulau Panggang dan pulau Karya Rp. 5,9 miliar, dan Kelurahan pulau Pari, pulau Tidung, dan pulau Lancang, total nilai kontrak Rp18 miliar tahun anggaran 2021.
Tidak hanya itu, kegiatan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kepulauan Seribu juga menjadi atensi dan temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (TLHP-BPK-RI) Tahun 2022.
Berdasarkan sumber informasi yang berkembang, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara telah memanggil Kepala Seksi Pencahayaan Kabupaten Kepulauan Seribu dan juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Wibi Abdi di Unit Kerja Teknis 2 Kabupten Kepulauan Seribu.

Kepala Irban (Inspektorat Pembantu) Kabupaten Kepulauan SeribuNirwani, ketika dipertanyakan benarkah PPK Wibi Abdi dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara terkait Kegiatan pemeliharaan Jalan dan Jembatan di Kepulauan Seribu Kabupaten Kepulauan Seribu Tahun Anggaran 2021?
Kepala Irbankap Kabupaten Kepulauan Seribu menjawab, “terimaksih atas peran sertanya dan turut serta mengawasi jalannya pembangunan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Atas substansi berita, sudah dilakukan audit oleh BPK dan di tangani oleh Polda Metro Jaya hingga Kejaksaan Negeri Jakarta Utara,” jelas Nirwani, Senin.(11/9/2023).
Hingga berita ini diturunkan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, belum berhasil dikonfirmasi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wibi Abdi dan Kuasa pengguna Anggaran (KPA) Sofyan maupun Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Amrullah tidak berhasil dimintai tanggapan terkait dugaan pengurangan volume pada kegiatan pembangunan Taman dan Makam Pulau Karya Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan Tahun anggaran 2020, yang dipihak ketigakan tidak meresponnya. [Parulian]







