PAPUA, SINAR-BERITA.COM – Ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua ini semakin mengkhawatirkan saja. Kegeraman masyarakat khususnya di Papua terhadap perongrong NKRI ini belum juga pupus.
Dikabarkan, pos Satgas Mupe Batalyon Infanteri (Yonif) Marinir-3 distrik Kenyam Nduga, Papua diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB), Sabtu (26/3/2022) sore hari. Satu prajurit dikabarkan gugur, dua kritis, dantujuh lainnya lainnya terluka.
KKB yang diduga pimpinan Egianus Kogoya ini menyerang pos Satgas TNI itu menggunakan granat.
“Satu prajurit Marinir gugur akibat serangan itu. Dua prajurit kritis, dan tujuh lainnya terluka” kata Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri.
Belum dapat dipastikan apa penyebab serangan kelompok yang diduga pimpinan Egianus Kogoya ini. Danrem 172/PWY Brigjend TNI Izak Pangemanan mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab serangan itu.
Aksi KKB ini telah sangat meresahkan. Awal Maret lalu, delapan karyawan palapa Timur Telematika (PTT) tewas ditembak oleh KKB di Begoa, kabupaten Puncak, Papua, Rabu (2/3/2022).
Seorang personel Satgas Kodim Yonif PR 328/DGH Prada Griyade Ramadhani Fatah yang bertugas di pos TNI Titigi, terkena tembakan dibagian kaki.
Sebelumnya, KKB terlibat baku tembak dengan petugas di kampung Mamba yang membuat gugur prajurit TNI Prada Ginanjar usai baku tembak itu, Senin pagi hari (15/2/2022).
Sebelum itu pula, KKB menembaki mobil patroli Polsek Tembagapura yang mengakibatkan Briptu Andika Wally terkena sepihan kaca yang pecah tertembak.
Pengamat militer dari Institute Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, serangan itu merupakan bentuk provokasi, dan berreaksi atas serangan itu dengan melakukan pembalasan, malah akan cenderung memperkuat propaganda mereka.
“Yang harus dilakukan adalah membangun kembali dialog, untuk mengakhiri kebuntuan politik. Tanpa itu, teror dan kekerasan akan sering terjadi, apalagi jika kita menerapkan pendekatan yang keras” katanya.[Red/pr]







