Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Perilaku belanja online di e-commerce semakin menjadi keseharian masyarakat, salah satunya diakselerasi oleh pandemi. Memasuki masa pasca pandemi, pola belanja diprediksi tetap melekat dengan keseharian masyarakat, terlebih dengan tersedianya metode pembayaran digital yang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas.
Kredivo dan Katadata Insight Center kembali meluncurkan riset tahunannya mengenai perilaku konsumen e-commerce Indonesia guna menganalisa, tren belanja konsumen di e-commerce dan penggunaan paylater terus berkembang.
SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari mengatakan, riset tahunan ini telah menjadi riset ikonis Kredivo. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, riset tahun ini berakar dari tren belanja masyarakat di e-commerce yang semakin bervariasi dan dinamis.
“Sebagai pelaku pembayaran kredit digital yang mendominasi wallet share di 9 dari 10 merchant e-commerce ternama yang memproses jutaan transaksi setiap harinya, Kredivo memiliki data primer yang kaya informasi tentang preferensi konsumen. Dengan hadirnya riset ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai tren dan perilaku masyarakat yang dalam berbelanja online sekaligus perkembangan penggunaan Paylater,” tutur Indina, dalam press conference di Jakarta, Rabu (14/6/2023).
Beberapa temuan menarik lainnya dari riset tahun ini, menurut Indina diantaranya, konsistensi peningkatan transaksi mengalami dengan kenaikan sebesar 43% di tahun 2022, hal ini menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga memasuki masa pasca pandemi, konsumen lebih tua semakin adaptif dengan penggunaan e-commerce, dan terjadinya pergeseran pola belanja masyarakat dengan perilaku belanja kombinasi online dan offline menjadi tren.

Tren pergeseran juga terlihat dari transaksi per kategori produk, dengan turunnya nilai transaksi gadget di 2022 sebelumnya 37% menjadi 33,7% YoY. Sementara terjadi kenaikan nilai transaksi di produk fashion dari 12,9% menjadi 15,6% YoY. Tren ini sejalan dengan mulai kembalinya aktivitas offline masyarakat di masa transisi pandemi 2022
Lebih lanjut, Direktur Katadata Insight Center Adek M. Roza menjelaskan, beberapa temuan riset tahun ini semakin mengindikasikan daya beli masyarakat di e-commerce yang tetap terjaga selama 2022, yang merupakan masa transisi menuju endemi, meskipun terdapat beberapa pergeseran pola belanja.
“Kami melihat bahwa e-commerce akan tetap menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hariannya, dan akan tetap menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Kami berharap, riset tahunan ini dapat menjadi panduan bagi para pelaku industri digital dan instansi pemerintah terkait, terutama untuk mempersiapkan strategi dalam mengoptimalkan pemulihan ekonomi di masa pasca pandemi,” ungkap Adek.
Adek mengungkapkan, penggunaan paylater makin sering jadi metode pembayaran harian.Pertumbuhan transaksi di e-commerce tidak luput dari integrasi metode pembayaran digital seperti Paylater dengan e-commerce. Persentase pengguna layanan paylater dalam e-commerce mengalami peningkatan signifikan, dari 28,2% pada tahun 2022 menjadi 45,9% pada tahun 2023.
Lebih lanjut dipaparkan, penggunaan paylater mulai menjadi metode pembayaran kebutuhan harian diantaranya untuk belanja barang, tagihan bulanan, serta pulsa & paket internet. Selain itu, pola penggunaan Paylater telah berubah menjadi lebih banyak digunakan untuk berbelanja kebutuhan bulanan. Perubahan ini terjadi seiring semakin tingginya tingkat pengetahuan pengguna mengenai paylater.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) sekaligus Ekonom, Bhima Yudhistira yang turut ikut serta dalam peluncuran laporan Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia mengatakan, kehadiran Paylater perlu diakui cukup memberikan manfaat bagi ketersediaan akses kredit di hampir seluruh lapisan masyarakat.
“Saya melihat instrumen paylater akan semakin dibutuhkan pasca pandemi baik untuk transaksi online maupun pembelian di merchant secara offline. Studi ini juga makin menguatkan bahwa paylater tidak hanya digunakan untuk kebutuhan mendesak, tapi sebagai metode pembayaran yang efisien untuk bertransaksi sehari-hari.[Shanty Rd]







